Tetap Segar dan Bugar Saat Bulan Puasa

Meski sedang berpuasa bukan berarti badan harus lemas tak bertenaga. Berikut beberapa tips dari kami agar tubuh Anda selalu segar bugar di bulan puasa.

Walau puasa sering didefinisikan sebagai mengurangi makan dan minum, menahan lapar dari subuh sampai magrib, atau bahkan dianggap sebagai pengganti diet, sebenarnya tidak banyak porsi makanan yang bisa dikurangi ketika puasa.

Bagaimana tidak, makanan berbuka puasa saja sudah berat, sebutlah kolak atau segelas penuh es buah. Belum lagi makan malam yang porsinya pasti lebih banyak daripada porsi makan malam waktu tidak bulan puasa, dan ditutup dengan cemilan ini itu sehabis makan.

Jika dihitung, total kalori harian dari gula dan karbohidrat saat bulan puasa malah jadi jauh lebih tinggi. Hidup sehat tinggal sebatas rencana saja deh. 

Sebenarnya apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika berpuasa? Berikut uraiannya, ya!

Do's Ketika Berpuasa

Mengatur Pola Makan

Tetap jaga asupan air putih dalam kisaran 2 - 2,5 liter per hari. Meski lebih susah menyelipkan minum di jam makan yang lebih terbatas, tapi tetap bisa disiasati, kok.

Misalnya dengan menjadwal 1 - 2 gelas saat berbuka, sebelum dan sesudah makan malam, pulang shalat tarawih, saat hendak tidur, dan saat sahur

Pilih juga makanan yang mengandung gula alami untuk mengembalikan gula darah saat berbuka. Misalnya buah-buahan segar, atau yang kering seperti kurma juga bisa. 

Namun, hati-hati dengan kurma yang sudah diproses seperti manisan, kandungan gula non alaminya juga tinggi lho.

Menyeimbangkan Nutrisi Harian

Untuk menjaga kestabilan metabolisme dan gula darah, konsumsi karbohidrat kompleks yang proses mencernanya lebih lambat. Ini akan menahan kenyang lebih lama.

Contoh makanan dengan karbohidrat kompleks adalah: sayuran hijau, gandum utuh seperti oatmeal, sereal, dan roti whole-grain, sayuran yang mengandung tepung pati seperti kentang, ubi, jagung, labu, serta kacang-kacangan.

Anda juga bisa menambah suplemen seperti vitamin dan mineral, madu, atau habbatus sauda/jintan hitam.

Satu hal lagi yang harus diingat adalah makanlahsahur sesuai waktunya. Beberapa orang memilih makan sahur tengah malam sebelum tidur karena takut terlambat bangun. Tapi, makan sahur terlalu dini justru membuat tubuh 'kelaparan' lebih lama.

Tetap Berolahraga

Saat berpuasa, masih bisa kok melakukan olahraga. 

Triknya adalah menurunkan intensitas agar energi tidak terlalu banyak tersedot. Alternatif lain adalah melakukan olahraga yang sifatnya low impact seperti yoga atau pilates.

Bagaimana dengan jogging atau berenang? Bisa! Lakukan saja di jam-jam ngabuburit. Jadi, selesai berolahraga bisa langsung berbuka atau minimal minum untuk mengganti cairan yang hilang.

Don'ts Ketika Berpuasa

Apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan atau dihindari saat berpuasa?

Berbuka puasa dengan cara langsung makan makanan berat seperti nasi sepiring penuh dengan lauk-pauknya. Mulailah berbuka dengan makanan porsi kecil dahulu, diselang shalat magrib, baru kemudian makan malam dengan porsi biasa.

Mengkonsumsi makanan atau kudapan yang banyak mengandung garam. Ingat, garam mengikat air yang merangsang haus.

Mengkonsumsi minuman yang sifatnya diuretik atau membuang air seperti kopi dan teh. Cairan lebih banyak terbuang padahal saat puasa tidak bisa segera terganti, sehingga rawan dehidrasi.

Mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Karena walau gula perlu sebagai kalori, tapi makanan dengan pemanis akan dicerna lebih cepat. Otomatis kalorinya juga lebih cepat habis ketimbang karbohidrat kompleks dan protein yang dicerna lebih lambat.

Semoga tips-tips tersebut membantu ibadah puasa Anda. Selamat berpuasa yah!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama