Tata Cara Mengurus Pengajuan IMB

Jika Anda ingin membangun atau memperbaiki rumah syarat utamanya adalah memiliki IMB. Bagaimana mengurusnya? Cara pengurusan IMB rumah tidaklah susah, berikut ini penjelasannya.

Sebelum Anda membangun atau merenovasi rumah, pemilik rumah harus mengurus kewajiban berupa Izin Mendirikan Bangunan atau IMB. Anda tentu sering mendengar mengenai pentingnya IMB ketika ingin mendirikan sebuah bangunan.

Namun hingga kini ternyata masih banyak orang yang belum paham apa itu IMB dan bagaimana mengurusnya? Berikut ini penjelasannya.

Apa itu IMB?

IMB adalah semupakan sebuah izin untuk memndirikan, memperbaiki, mengubah atau merenovasi sebuah bangunan yang dikeluarkan oleh kepala daerah setempat. Jadi sebelum Anda membangun sebuah rumah, ada satu kewajiban yang perlu dimilki, yaitu IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Surat IMB dikeluarkan oleh Dinas Tata Kota setempat berdasarkan surat keputusan kepala daerah untuk setiap rencana pembangunan rumah baru, rehabilitasi atau pun renovasi. Bangunan yang dimaksud termasuk rumah tinggal, rumah susun, rumah ibadah, hingga gedung perkantoran.

Bukan hanya mereka yang ingin membangun atau merenovasi rumah, IMB juga penting jika Anda berniat melakukan pembelian properti, apalagi jika melalui fasilitas KPR. Pasalnya, IMB merupakan salah satu prasyarat kelengkapan dokumen dalam proses pengajuan kredit ke bank.

Tujuan Membuat IMB

Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan jika fungsi IMB ini sangat penting, tujuannya adalah untuk mewujudkan tata lingkungan yang sesuai dan teratur. Dengan adanya IMB, diharapkan tercipta keserasian dan keseimbangan antara lingkungan dan bangunan, apalagi di kota besar seperti Jakarta.

Syarat Pengurusan IMB

Secara umum, syarat-syarat dan cara mengurus IMB rumah bangunan baru relatif mudah. Anda hanya perlu menyiapkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

1. Formulir Permohonan Izin IA untuk IMB rumah tinggal yang sudah diisi dan ditandatangani di atas materai Rp 6.000

2. Fotokopi bukti kepemilikan tanah

3. Untuk surat tanah, perlu dilampirkan juga surat pernyataan bahwa tanah yang dikuasai dan/atau dimiliki tidak dalam sengketa

4. Fotokopi KTP pemilik rumah (1 lembar)

5. Gambar konstruksi bangunan minimal 7 set (denah, tampak muka, samping, belakang, rencana utilitas)

6. Bukti pelunasan PBB terakhir

7. Surat perjanjian penggunaan lahan (jika tanah bukan milik pemohon IMB)

8. Formulir dilegalisir kelurahan dan kecamatan tempat bangunan akan didirikan

9. Surat Perintah Kerja (SPK) apabila pembangunan dikerjakan dengan sistem ‘borongan’

10. Data hasil penyelidikan tanah bagi yang disyaratkan

Prosedur dan Cara Mengurus IMB

Jika ingin mengurus IMB tanpa bantuan jasa, beberapa langkah yang harus diikuti adalah sebagai berikut:

1.Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengambil formulir di Dinas Perkerjaan Umum setempat

2.Kemudian formulir tersebut diisi dan ditandatangani di atas meterai Rp 6.000 oleh pemohon

3.Setelah formulir diisi lengkap Anda dapat meminta kelurahan dan kecamatan dimana bangunan akan didirikan untuk melegalisir formulir tersebut

4.Anda harus melengkapi lampiran-lampiran yang diperlukan (masing-masing 3 rangkap) adalah:

  • Gambar denah, tampak (minimal 2 gambar), potongan (minimal 2 gambar), rencana pondasi, rencanaatap, rencana sanitasi serta site plan
  • Gambar konstruksi beton serta perhitungannya
  • Gambar konstruksi baja serta perhitungannya
  • Hasil penyelidikan tanah serta uji laboratorium mekanika tanah untuk bangunan berlantai 2 atau lebih
  • Surat keterangan kepemilikan tanah/sertifikat HM (Hak Milik)/HGB (Hak Guna Bangunan)
  • Surat persetujuan tetangga, untuk bangunan berhimpit dengan batas persil
  • Surat kerelaan tanah bermaterai Rp.6000 dari pemilik tanah yang diketahui oleh Lurah serta camat, apabila tanah bukan milik pemohon
  • Surat Perintah Kerja (SPK) apabila pekerjaan diborongkan
  • Ada izin usaha (HO) untuk bangunan komersial
  • Ada izin prinsip dari pejabat Kepala Daerah bila lokasi bangunan menyimpang dari Tata Ruang Kota.

5.Formulir yang telah diisi beserta lampiran-lampirannya diserahkan ke DPU

6.Terakhir pemohon akan diberitahu apakah permohonan izin bangunan disetujui atau tidak.

Biaya Mengurus IMB

Ada beberapa komponen tarif dan biaya terkait tata cara mengurus imb renovasi rumah atau bangun rumah, yaitu:

1. Tarif dasar retribusi dihitung per m2

2. Tarif dasar bangunan non gedung: pagar, jalan dan parkir, teras/bangunan terbuka, saluran dan jembatan, kolom, menara, cerobong dan sejenisnya. Dihitung per m2

3. Tarif bangunan induk disesuaikan dengan kelas jalan (jalan utama, jalan lokal, jalan desa, gang), jenis bangunan (sosial, non komersial, komersial), jumlah lantai (I, II, III, dst), luas bangunan (0-100m2, 101-250m2, >251m2)

Pastikan untuk melengkapi seluruh dokumen agar proses pembuatan IMB lebih lancar dan mudah. Usahakan untuk mengurus IMB tanpa bantuan calo, agar terhindar dari biaya yang tinggi dan membantu untuk lebih mengerti prosedur mengenai pengurusan IMB.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Surat Jual Beli Tanah

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • Wagino

    Saya ingin buat imb dan sudah isi formulir tapi sebagian ada yg kurang faham .langkah apa yg harus di lakukan

    Reply