Sucikan Harta, Mari Berzakat!

Di bulan Ramadhan, selain puasa dan shalat, umat muslim juga wajib mengeluarkan zakat. Apa saja dan bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan kami!

Biasanya, mendekati hari raya, banyak orang sudah sibuk membuat rencana belanja. THR kan sebentar lagi cair! Hal ini boleh saja asal jangan sampai lupa untuk melaksanakan kewajiban penting sebagai umat muslim, yaitu membayar zakat.

Secara bahasa, zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam dan diberikan kepada orang yang berhak menerimanya (mustahiq). Hal ini sangat dianjurkan sebagai kesempurnaan ibadah di bulan Ramadhan.

Jenis Zakat

Ada 3 jenis zakat yang harus dibayarkan, yaitu fitrah, harta (mal), dan profesi. Nah, supaya tidak salah, kenali dulu jenis-jenis zakat ini dan cara perhitungannya.Yuk!

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib dikeluarkan sebelum ramadhan berakhir. Batas waktu bagi seseorang untuk mengeluarkannya adalah saat malam takbiran. 

Besarnya untuk setiap orang adalah setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok di daerah orang yang bersangkutan.

Jika diganti dengan uang, maka cara menghitungnya adalah 3,5 x harga beras atau bahan makanan pokok lokal per kilogram. Pastikan Anda menghitung harga beras sama dengan yang dikonsumsi.

Contoh: Jika harga beras atau makanan pokok lokal yang biasa kita makan di pasar rata-rata harganya Rp 15 ribu,  maka zakat fitrah yang harus dibayar adalah sebesar Rp 52.500 per orang.

2. Zakat Harta (Mal)

Zakat mal dikenakan pada setiap harta milik individu muslim. Besarnya adalah 2,5% dari total harta dengan kepemilikan selama setahun.

Jenis hartanya adalah emas, perak, uang simpanan, hasil pertanian, binatang ternak, benda usaha (uang, barang dagangan) dan harta temuan.

Cara menghitung nisab (jumlah kekayaan minimal) zakat mal adalah dengan menggunakan perhitungan 85 x harga emas per gram di pasaran.

Contoh: Nyonya Ina punya tabungan di Bank Rp 100 juta, deposito sebesar Rp 200 juta, rumah kedua yang dikontrakkan senilai Rp 500 juta, dan emas perak senilai Rp 200 juta. Total harta yakni Rp 1 milyar. Semua harta sudah dimiliki sejak satu tahun lalu.

Jika harga 1 gram emas sebesar Rp. 250 ribu, maka batas nisab adalah Rp 21.250.000. Karena harta Nyonya Ina sudah lebih dari limit nisab, maka ia harus membayar zakat mal sebesar Rp 1 milyar x 2,5% = Rp 25 juta per tahun.

3. Zakat Profesi

Zakat profesi sampai sekarang masih jadi perdebatan sah atau tidaknya. Hal ini karena belum ada dalil yang mengena. Di kantor pemerintah, penghasilan otomatis dipotong 2,5% (penuh). 

Adapun cara menghitung nisabnya adalah 520 x harga beras yang biasa dikonsumsi per kilogram.

Contoh: Jika Roby berpenghasilan Rp 2 juta perbulan dari kantor dan memiliki tambahan Rp 8 juta perbulan dari usahanya, maka total penghasilan Roby adalah sebesar Rp 10 juta tiap bulan. 

Roby membayar cicilan kredit apartemen tidak bersubsidi pemerintah sebesar Rp 5 juta perbulan.Harga beras sekilo yang biasa dikonsumsi adalah sekitar Rp 8 ribu per kilo, sehingga nisab zakatnya adalah Rp 4.160.000,-.

Karena penghasilan bersih Roby adalah Rp 5 juta dan besarnya sudah melebihi nisab, maka Roby harus mengeluarkan zakat profesi sebesar Rp 5 juta x 2,5% = Rp. 125 ribu untuk setiap bulan. 

Rumus Perhitungan Zakat

Untuk lebih mempermudah Anda, berikut adalah rumus perhitungan zakat yang berlaku:

Zakat Fitrah: 3,5 kali dari harga beras di pasaran perliter

Zakat Mal: 2,5% dari jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun (tabungan dan investasi)

Zakat Profesi: 2,5% dari (penghasilan total - pembayaran utang/cicilan)

Bagaimana, sudah siap berzakat? Keluarkan yang wajib terlebih dahulu ya, setelah itu baru hitung nisabnya untuk mengetahui apakah Anda harus mengeluarkan zakat mal dan/atau zakat profesi! 

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama