Siap 100% Hadapi Kenaikan Tarif STNK dan BPKB

Kenaikan tarif STNK dan BPKB jelas tak bisa lagi dihindari. Namun, Anda bisa lakukan beberapa cara ini untuk bikin biaya operasional kendaraan tidak membengkak. Justru, semakin hemat!

Sudah resmi. Penetapan kenaikan tarif baru untuk penerbitan dan pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), berlaku serentak mulai 6 Januari 2017.

Sejak sosialisasi terkait kebijakan tersebut diberitakan pada 3 Januari lalu, kantor Samsat tak pernah sepi pengunjung. Bahkan, beberapa Samsat harus memperpanjang jam pelayanan, yang biasanya berhenti pada pukul 13.00, menjadi 15.30 WIB.

daya beli kendaraan meningkat

Alasan Penetapan Tarif Baru

Peningkatan daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor meningkat tajam. Seiring dengan hal tersebut, harga material untuk pembuatan STNK dan BPKB pun turut naik.

Fenomena ini berdasar hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selanjutnya, Badan Anggaran (Bangar) DPR RI menilai jika kondisi ini dapat menjadi alokasi sumber pendapatan bagi negara.

Alasan itulah yang mendasari lahirnya kebijakan peningkatan tarif STNK dan BPKB kendaraan bermotor dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016, tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Di luar itu, PP tersebut dibuat sekaligus untuk merevisi PP No. 50 Tahun 2010. “Sudah 7 tahun Kepolisian RI (Polri) tidak melakukan penyesuaian tarif,” kata Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan.

Sri juga mengatakan bahwa kebijakan ini diharapkan bisa memecahkan permasalahan inflasi yang mencapai 3.02% per Desember 2016.

Besar Kenaikan Tarif 2017

Pintar Alihkan Biaya Operasional

Sesuai dugaan, reaksi masyarakat terhadap kebijakan tarif baru STNK dan BPKB ini cenderung panik. Padahal, biaya yang naik bukanlah pajak STNK yang wajib dibayarkan setiap tahun.

Namun, lantaran tidak mau membayar dengan biaya baru yang meningkat hingga 100%, orang-orang ramai mengunjungi kantor Samsat untuk mengurus perpanjangan berbagai surat kendaraan bermotor miliknya tanpa memahami informasi dengan jelas.

Kenaikan tarif STNK dan BPKB sudah disahkan dan tak bisa dihindari. Pada akhirnya, Anda pun tetap akan merasakan dampaknya.

Kini, yang bisa Anda lakukan adalah menyusun strategi dalam menghemat biaya operasional sehari-hari.

Salah satu caranya bisa dengan mengisi bensin sebelum tanda parameter menyentuh bar ketiga dari bawah. Trik ini bisa membuat Anda tidak merasa banyak mengeluarkan uang dalam sekali pengisian.

Ingin yang lebih hemat? Isi bensin setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, dengan memanfaatkan penawaran kartu kredit Bukopin yang memberikan cashback 10% di SPBU pilihan.

Jangan lupa mengecek tekanan angin dalam ban setiap dua minggu. Ternyata, performa ban yang maksimal dapat membantu Anda menghemat pembakaran bensin.

Langkah terakhir, pernah pertimbangkan menggunakan transportasi publik? Kini, pelayanan angkutan umum sudah jauh lebih baik untuk mendapatkan apresiasi dari Anda.

Jadi, pemakaian kendaraan pribadi bisa diminimalkan hanya sebagai kendaraan weekend. Bagaimana menurut Anda?

#TarifSTNKBPKB

Baca juga:
Mobil Laris Manis, Rugi Tak Ambil Bagian
Honda Berjaya di Berbagai Ajang Penghargaan Otomotif

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama