Pulang dari Luar Negeri dan Shopping, Ini Tips Bebas Bea Cukai

Ketika berpergian ke luar negeri tidak akan lengkap tanpa berbelanja beragam barang beragam brand terkenal. Ketika pulang ke Indonesia, bagaimanakah agar barang tersebut bebas bea cukai?

Pernahkah Anda traveling ke luar negeri dan membeli barang-barang di sana? Barang-barang dari luar negeri selalu saja menyita perhatian kebanyakan masyarakat Indonesia, kadang kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memborong berbagai merek yang memang tidak ada di tanah air.

Namun ada hal wajib yang perlu diketahui oleh Anda yang sering berbelanja ketika traveling ke luar negeri, yaitu bea cukai dan pajak barang yang masuk ke Indonesia. Misalnya seperti Anda membawa barang bawaan dari Singapura, baik lewat jalur udara maupun lewat jalur darat.

Kulifikasi Barang Agar Bebas Bea Cukai

Hal ini wajib diketahui oleh penumpang yang membawa barang bawaan pribadi masuk ke Indonesia. Barang pribadi penumpang adalah barang yang dibawa dari luar negeri, barang yang Anda pakai sendiri bukan untuk dijual lagi, bukan dalam bentuk paket atau pos.

Ada aturan khusus yang memberi batasan maksimal barang bawaan Agar bebas bea cukai masuk dan bebas pajak. Bila barang Anda melebih batas maksimal maka akan dikenakan bea masuk, bea cukai dan pajak, menurut aturan yang berlaku.

Selain itu, ada dua jalur barang, yaitu jalur merah dan jalur hijau. Jalur merah adalah barang-barang yang kena bea-bea, barang yang dilarang, barang yang perlu izin, barang yang diperjual belikan, dan lainnya. Barang jalur hijau adalah barang yang bebas bea cukai.

Pembebasan Bea Masuk, Cukai atau Pajak (Jalur Hijau)

Bila Anda membawa barang dari luar negeri (barang pribadi penumpang, bukan barang dagangan), maka Anda akan dibebaskan dari segala biaya dengan kualifikasi tertentu, berikut ini kualifikasinya:

  • Total nilai pabean barang tidak melebihi USD $250 per orang atau USD $1,000 per keluarga
  • Maksimal 1 liter cairan yang mengandung etil alkohol; misal minuman keras atau parfum
  • Maksimal 200 barang sigaret
  • Maksimal 25 batang cerutu


Agar Bawaan Bebas Bea Cukai

Nah, apabila Anda ingin barang bawaan Anda dari luar negeri bebas bea cukai maka harus termasuk dalam kualifikasi melalui jalur hijau. Anda bisa mengikuti tips khusus dari KreditGoGo berikut ini. Jangan lupa siapkan kuitansi/bon untuk barang-barang yang baru Anda beli

1. Hindari Kemasan Dus

Apabila Anda membeli barang elektronik baru, hindari dikemas dalam dus berlebihan. Bila jumlahnya banyak sebisa mungkin barang elektronik dikeluarkan dari dus, dan kalau bisa ditaruh di tas terpisah.

2. Bawalah Barang dalam Jumlah Wajar

Bagi perokok tak perlu membawa rokok berlebihan, lagipula rokok di Indonesia lebih nikmat dibanding rokok dari luar negeri. Bila Anda membawa minuman beralkohol,juga jangan dalam jumlah banyak. Cukup bawa 1 botol besar, atau 2-3 botol kecil-kecil.

Barang lainnya seperti parfum pun sama bawalah dalam jumlah yang wajar, jangan banyak-banyak. Lebih baik lagi bila dusnya dibuka. Kemudian, misalkan Anda membawa barang olahan hewan semacam dendeng; bila jumlahnya tidak wajar, barang Anda bisa dikarantina

3. Hindari Tas Baru dari Bagasi

Pencinta fashion pastinya jika berlibur ke negara yang terkenal dengan wisata belanjanya, produk seperti tas bermerek tidak akan luput dari daftar belanja Anda. Nah, apabila beli tas baru yang harganya mahal, langsung pakai saja jangan ditaruh di bagasi agar bebas bea cukai.

4. Hindari Uang Tunai

Ketika pulang ke Tanah Air tidak perlu Anda membawa uang tunai dalam jumlah banyak, uang rupiah atau dalam mata uang asing senilai Rp 100 juta atau lebih akan dikenai pajak dan biaya bea cukai. Jika tak ingin membawa uang dalam tunai dalam jumlah banyak Anda bisa menggunakan fasilitas kartu kredit.

Belanja di Luar Negeri dengan Kartu Kredit

Sebagai pengganti uang tunai ketika Anda sedang traveling ke luar negeri, kartu kredit bisa menjadi penolong supaya tetap bisa mendapatkan barang yang diinginkan tanpa ada kendala transaksi pembayaran.

Namun sebelum bertransaksi paling tidak cermatilah nilai tukar kurs mata uang asing, umumnya, biaya yang dikenakan oleh Visa dan MasterCard berkisar antara 1% hingga 2%, sedangkan bank akan mengenakan 1,5% hingga 2,5%.

Kartu kredit dengan penawaran nilai tukar yang kompetitif adalah Kartu Kredit HSBC. Nilai tukar rupiah yang dipakai untuk setiap pembelanjaan akan kompetitif jika dibandingkan dengan bank lain.

Selain itu, Untuk setiap pembelanjaan ritel di luar negeri senilai IDR 1,500, pemegang kartu akan mendapatkan 1 HSBC poin rewards. Dan selama jangka waktu tertentu ada program cicilan 0% selama 3 bulan untuk transaksi ritel dengan mata uang asal bukan rupiah yang dilakukan di luar negeri.

Jadi ketika Anda ke luar negeri dan pulang membawa bawaan lebih pastikan barang yang dibawa masuk dalam golongan jalur hijau, ataupun Anda bisa menggunakan tips di atas agar terhindar bea cukai.

Update selalu informasi keuangan Anda melalui KreditGoGo dan ajukan produk keuangan pilihan untuk mendapatkan untung lebih banyak dengan bonus menarik ketika pengajuan disetujui!

Baca juga:
Anti Grogi Saat Baru Pertama Kali ke Luar Negeri
Ingin Terhindar dari Bea Cukai Indonesia? Ini Tipsnya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • Haryanto al Parmin

    ya trimakasih smua artikel yg telah dikirim smoga bs bw manfaat .sbenarnya produc fashion banyak di buat pik cakung ,cikupa dll itu merk korea ,syngapore ,taiwan .orang indonesia gengsi ........biar waaaaaaaahhhhhh???

    Reply