Prediksi Bisnis UKM 2017

Potensi bisnis UKM bakal terus tumbuh dan berkembang. Dengan pajak yang diturunkan, serta kemudahan kredit dari perbankan, maka saatnya menjadi UKM..

Kabar gembira bagi para pelaku bisnis mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada tahun 2017, pemerintah berencana menurunkan pajak penghasilan (PPh) UKM!

Saat ini, pajak penghasilan yang dikenakan sebesar 1% dan akan diturunkan jadi 0,25%.

Penurunan pajak tersebut merupakan respon untuk permintaan pelaku UKM. Para pengusaha kecil menilai pajak 1% yang selama ini dibebankan negara cukup berat.Nantinya, penurunan atas PPh bagi UKM akan dilakukan dengan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) oleh presiden dan menteri keuangan.

UKM kerajinan tangan

Rencana Pengembangan UKM

Meski perihal penurunan pajak ini baru sebatas rencana, pelaku usaha sudah menyambut dengan gembira.

Anto Suroto, Ketua Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI), berasumsi penerapan pajak yang sesuai bisa mendorong daya saing pelaku UKM. Dan, bukan tidak mungkin akan memunculkan pemain-pemain baru dalam bisnis ini.

Apalagi, selama ini UKM Indonesia dikenal mampu bertahan menghadapi segala jenis krisis. Bukti dari data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan, dari 225.000 UKM saat krisis moneter tahun 1998, 4% UKM tidak gulung tikar. Dari jumlah teresbut, 64% tidak berubah omzet hanya 31% yang omzetnyamenurun, serta 1% berkembang.

Bahkan, pada saat itu, UKM justru tampil sebagai garda terdepan perekonomian rakyat Indonesia dengan catatan pendapatan domestik bruto (PDB) mencapai 6.5%. Dunia internasional pun mengakuinya.

Ketahanan bisnis UKM kembali dibuktikan pada tahun 2015. Saat kondisi perekonomian Indonesia melambat, UKM justru menjadi pelaku utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 15%. Oleh sebab itu, potensi UKM masih dapat terus berkembang. Peluang bisnisnya pun besar, lantaran populasi penduduk usia produktif lebih banyak daripada jumlah lapangan kerja yang tersedia.

Marketplace Bantu Pengusaha UKM

Marketplace UKM

Berkembangnya UKM juga ditopang dengan populasi Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Dengan jumlah masyarakat yang gemuk, pasar ini menjadi ladangbisnis yang sangat menguntungkan.Potensi untung yang menjanjikan tersebutmemicu, khususnya, para pemuda untuk menciptakan peluang usaha sendiri lewat UKM.

Apalagi, dengan kehadiran marketplace yang semakin marak dalam beberapa tahun terakhir. Keberadaan marketplace tersebut bisa menampung para pebisnis kecil dan UKM yang membutuhkan wadah untuk memasarkan produknya. Alhasil, pasar dalam bisnis ini semakin meluas. Beberapa marketplace besar di Indonesia di antaranya:

1. Bukalapak. Situs ini sudah menampung 1.2 juta UKM dan ditargetkan akan semakin banyak para UKM yang bergabung pada 2017. Diperkirakan, jumlahnya akan mencapai lebih dari 2 juta UKM.

2. Tokopedia. Marketplace yang didirikan William Tanuwijaya ini menampung sekira 1 juta UKM. “Kami telah berhasil menjual 10 juta produk,” ujar William selaku CEO. Ia juga bercerita, ada pengrajin furniture yang kewalahan menerima order melalui Tokopedia.

3. ukmmarket.co.id. Portal e-commerce ini idalangi oleh PT Madani Sisfotel, sebuah perusahaan swasta yang mendapat dukungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Selain untuk membantu memasarkan produk UKM dalam negeri, ukmmarket.co.id diluncurkan sebagai solusi untuk menjawab kesulitan pemerintah dalam menggiring pelaku UKM di Indonesia ke ranah digital.

Prediksi Bisnis Online 2017

Pertanyaan sekarang, apa bisnis yang bakal tumbuh dan berkembang pada 2017?

Marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak masih terus berkembang pesat dan melahirkan model bisnis serupa. Meski kompetisi kian tinggi,bisnis ini masih saja menghasilkan banyak keuntungan tanpa perlu banyak keluar modal.

Jenisnya pun beragam, meliputi pasar, mall, dan agen. Contoh bentuk usaha agen seperti Traveloka dan Pegipegi untuk memudahkan masyarakat dalam merancang travelling. Ada juga yang fokus membantu Anda mencari pekerjaan impian, seperti karir.com dan jobsDB.

Selain itu, usaha kuliner juga diprediksi semakin Berjaya. Kabarnya, peluang bisnis makanan bakal terus menggeliat dan terbuka lebar seiring dengan bertambahnya populasi manusia pada 2017. Semakin banyak jumlah manusia, semakin meningkat jumlah kebutuhan terhadap pangan. Alhasil, restoran dan kafe kian laris dikunjungi pelanggan.

Bangun UKM Anda sendiri

Merintis bisnis UKM

Memulai usaha online tidak sulit. Buktinya, banyak pemain di bisnis e-commerce atau marketplace adalah anak muda yang awam bisnis.

Anda yang tertarik menekuni bisnis online, bisa mulai dengan menjadi reseller atau dropshipper. Di sini, Anda berperan sebagai perantara antara penjual dengan pembeli. Jika Anda memproduksi barang sendiri, bisa menjualnya melalui situs pribadi atau manfaatkan marketplace yang ada.

Bagi Anda yang berminat melirik dunia kuliner, coba dulu dengan katering kue dan snack, sembari mengumpulkan pundi-pundi mendirikan restoran di masa depan. Produksi ini bisa dijual kepada kerabat dan teman-teman kantor.

Selain itu, bisa juga dengan usaha gerobak makanan, antara lain makanan yang dijual dengan menu, seperti Bebek Madura, Ayam Bakar, Lele Kremes dan sebagainya. Modalnya kecil, namun omsetnya cukup menggiurkan.

Jadi, problematika tentang modal tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Yang penting ada kemauan untuk berusaha.

Jika modal yang Anda kumpulkan tidak juga cukup, beberapa bank menyediakankredit kepada para pelaku UKM melalui berbagai program yang digulirkan seperti Kredit Tanpa Agunan.

Anda bisa mendapatkan pinjaman pribadi terbaik dari bank-bank di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan dengan berbagai kemudahan, seperti pencairan cepat, dengan atau tanpa agunan, dan bunga rendah. Ingin mencoba bisnis? Kapan lagi kalau tidak sekarang!

#UKMonline

Baca juga:
Gurihnya Bisnis Agen Travel Online
Lancar Kelola Dana Bisnis UKM

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama