Pilih Mana, Pelat Hitam atau Kuning?

Bagi Anda yang hidup di ibu kota pasti sudah kenal dengan kedua istilah ini. Namun, tahukah Anda fakta dibalik keduanya? Berikut adalah ulasannya.

Pernahkah Anda menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk menunggu sebuah bus? Namun, setelah bus tersebut datang malah sudah terisi penuh dan tidak tersisa sedikit tempat pun untuk Anda. Pasti kesal rasanya ketika sedang berada dalam situasi tersebut. Mau tidak mau Anda harus segera mengambil keputusan, apakah ingin ikut bergabung berdesakan bersama orang-orang di dalam bus itu atau memilih jenis angkutan lain?

Untuk sebagian orang, ada yang lebih memilih untuk segera beralih ke jenis angkutan lain, seperti omprengan. Apa itu omprengan? Bagi Anda yang belum familiar dengan kata omprengan, istilah tersebut pasti terasa janggal dan membingungkan untuk dibayangkan seperti apa wujudnya. Omprengan yang dimaksud dalam hal ini bukanlah seperangkat wadah yang digunakan untuk membawa makanan, melainkan sebuah alat transportasi yang bisa dibilang ilegal namun tetap digunakan sebagai alat transportasi massal. Lho kenapa bisa ilegal? Angkutan ini dikatakan ilegal karena tidak memiliki izin resmi untuk beroperasi dari pemerintah. Buktinya saja pelat nomor yang digunakan oleh omprengan ini berwarna hitam sama seperti pelat kendaraan pribadi, dan berbeda dengan pelat nomor yang dimiliki oleh angkutan umum resmi yang berwarna kuning.

Lalu, angkutan umum manakah yang sebaiknya Anda pilih? Bus umum? Atau omprengan? Berikut kami berikan beberapa hal yang berkaitan dengan bus dan omprengan.

Keunggulan Bus dan Omprengan

Bus dan omprengan sama-sama menjadi primadona di kalangan masyarakat. Keduanya bersaing ketat menarik penumpang di jalan raya. Hal ini dikarenakan baik bus dan juga omprengan memberikan tarif yang relatif murah. Namun, adakah kelebihan lain yang menonjol di antara keduanya?

  1. BUS

Alat transportasi yang satu ini merupakan angkutan yang sudah memiliki izin operasi resmi dari pemerintah. Pada setiap bagian depan dan belakang bus sudah tertempel nomor seri yang digunakan untuk memudahkan penumpang mengetahui wilayah atau trayek yang dituju oleh bus tersebut, sebagai contoh bus Mayasari AC 34 yang mempunyai trayek Blok M, Senayan, Jenderal Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Semanggi, Slipi, Letjen S. Parman, Petamburan, Kemanggisan, Tomang, Jalan Tol Jakarta Tangerang / Merak, Kebon Jeruk, Islamic Village, dan Cimone. Cakupan wilayah yang dijangkau oleh bus tersebut cukup luas, sehingga memudahkan para penumpang untuk bepergian ke wilayah yang cukup jauh hanya dengan menumpang satu bus saja. 

Selain itu, trayek tersebut juga bertujuan untuk mengatur jalur operasi suatu bus, sehingga setiap bus harus selalu taat beroperasi di koridornya. Oleh karena bus merupakan angkutan transportasi umum yang resmi maka ia akan selalu beroperasi sesuai dengan jam operasional dan trayek angkutannya.

  • OMPRENGAN

Berbeda dengan bus umum, alat transportasi yang satu ini memang bukan angkutan umum yang legal. Namun, angkutan ini memberikan kenyamanan yang lebih untuk Anda. Seperti apa kenyamanan yang ditawarkan? Pada umumnya omprengan menggunakan jenis mobil pribadi yang berukuran cukup besar seperti Kijang Kapsul, Daihatsu Xenia,Toyota Avanza, Grand Max, dan bahkan Toyota Fortuner. Ya memang, mobil-mobil pribadi yang dijadikan omprengan tersebut bisa memberi kenyamanan yang lebih untuk para penumpang dibandingkan dengan bus umum.

Selain kenyamanan fasilitas mobil yang diberikan, keamanan penumpang pun lebih terjamin. Hal ini dikarenakan setiap omprengan hanya mengangkut penumpang sesuai dengan kapasitas mobil mereka, sehingga penumpang tidak menumpuk dan berdesakan seperti di dalam bus yang memungkinkan terjadinya kecopetan. Akan tetapi, mobil omprengan ini tidak selalu ada setiap saat seperti bus umum. Omprengan hanya muncul di jam-jam dan wilayah tertentu, bahkan jika sedang ada razia polisi para mobil omprengan ini berhenti beroperasi.

Persaingan Tarif

Pada umumnya tarif yang dibanderol oleh bus umum dan omprengan tidak terpaut cukup jauh. Seperti yang tergambar berikut ini:

BUS OMPRENGAN
Tangerang-Slipi: Rp 7.000 Tangerang-Slipi: Rp 7.000
Tangerang – Harmoni: Rp 6.000-Rp 7.000 Tangerang-Harmoni: Rp 7.000-Rp 10.000
Cawang-Ciawi: Rp 18.000 Cawang-Ciawi: Rp 10.000
Jakarta-Bekasi Barat: Rp 6.000 - Rp 7.000 Jakarta-Bekasi Barat: Rp 9.000
Uki – Bogor Rp 7.000 Uki – Bogor: Rp 10.000

Dari tabel tersebut kita bisa mengetahui bahwa harga ongkos bus dan omprengan memang bersaing ketat. Untuk beberapa tujuan seperti Uki – Bogor, Jakarta – Bekasi Barat, dan Tangerang – Harmoni tarif bus umum lebih murah daripada omprengan, sedangkan untuk tujuan Cawang – Ciawi tarif omprengan lebih murah dari bus umum, dan untuk tujuan Tangerang – Slipi kedua angkutan ini memiliki tarif yang sama.

Nah, kira-kira seperti itu lah gambaran yang kami berikan berkaitan dengan bus umum dan omprengan. Pilihan terakhir tetap bergantung pada kepentingan Anda masing-masing, apakah Anda lebih mengutamakan biaya yang murah, atau kenyamanan berkendara.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama