Pemberian Uang Tip di Berbagai Negara

Beda negara berbeda pula budaya tipnya. Di beberapa negara ada yang menerapkan biaya tip lebih besar atau bahkan tidak diperbolehkan. Simak penjelasannya berikut ini.

Budaya pemberian uang tip ada hampir setiap negara di dunia. Untuk mendapatkan pelayanan yang lebih memuaskan biasanya orang-orang menambahkan uang tip di setiap tagihan mereka. Pemberian tip atau persenan bukan sesuatu yang aneh di industri jasa, apalagi kalau bicara soal travel.

Hampir semua karyawan hotel atau pelayan di restoran ‘mengharapkan’ tip dari Anda, di Indonesia tidak semua orang menerapkan pemberian tip, dan biasanya itu tidak akan menjadi masalah besar. Namun setiap negara memiliki kebiasaanya masing-masing dalam hal memberi uang tip.

Anda harus hati-hati jika bepergian ke negara lain yang memiliki kebijakan tip berbeda. Jangan sampai Anda mendapat perlakuan tidak menyenangkan hanya karena tidak tahu peraturan dan kebijakan setempat soal pemberian tip.

Untuk menghindari risiko tersebut, simak yuk peraturan soal pemberian tip di berbagai negara!

1. Indonesia

Memberi tip memang bukan tradisi Indonesia, melainkan pengaruh internasional. Karena adanya perkembangan pariwisata maka hal tersebut berdampak pada budaya sendiri yang makin kebarat-baratan. Tidak terkecuali dalam upaya untuk mendapat sejumlah rupiah.

Alhasil di sejumlah restoran mulai dikenal 10% biaya servis charge yang dimasukkan dalam tagihan. Tradisi tip juga mulai didapati pada porter di bandara yang biasanya mematok Rp 1.000 untuk setiap koper. Tidak hanya itu permintaaan tip juga mulai dilakukan oleh supir taksi.

Alih-alih tidak ada kembalian banyak supir taksi memilih untuk membulatkan ongkos ke atas. Hal tersebut sebenarnya dapat membuat kamu merogoh saku lebih dalam. Jadi bila kamu naik taksi jangan sesekali mau membayar tambahan lebih dari Rp 5.000.

2. Malaysia

Sama dengan di Indonesia pemberian tip di Malaysia juga terpengaruh oleh budaya barat. Uang tip sering ditambahkan pada tagihan makan atau kamar hotel sebesar 10 persen servis charge. Namun, tidak jarang besar kecilnya tarif tip diserahkan kepada pengunjung. 

Jadi Anda memang perlu memperkirakan berapa besar uang tip yang pantas diberikan.Untuk porter besar uang tip yang biasa diberikan di hotel bintang 5 berkisar antara 1-2 ringgit. Sementara di hotel kelas bawah biasanya tidak meminta untuk diberikan tip. 

Sedangkan untuk taksi bisa dibilang lebih ramah kepada pengunjung karena didasarkan pada meteran atau argo.

3. Amerika

Untuk wilayah Amerika Utara, kebiasaan memberikan tip sebesar 15 hingga 20 persen diharapkan dari tamu terutama jika biaya pelayanan tidak termasuk dalam tagihan. Sementara itu untuk biaya porter seperti petugas yang membawa bagasi biasa mengharapkan satu sampai dua dolar AS per tas.

Sedangkan uang tip untuk supir taksi biasanya sekitar 10 persen dari ongkos taksi. Lain hal lagi di New York, jika Anda meninggalkan uang kurang dari 15 persen dari total belanjaan saat keluar dari restoran, reservasi Anda di kemudian hari mungkin tidak akan diterima.

4. Australia dan Selandia Baru.

Restoran di Australia, pemberian uang tip sebesar 10 persen dari tagihan berlaku untuk restoran mewah. Sementara di Selandia Baru, tidak perlu memberikan uang tip karena mereka tak mengharapkannya. Untuk hotel, baik Australia dan Selandia Baru, biasanya menerima 1 sampai 2 dolar AS per tas.

Sedangkan untuk biaya taksi di Australia, Anda dapat membulatkan ongkos taksi atau meminta supir menyimpan kembaliannya. Di Selandia Baru, supir taksi biasanya mendapatkan tip sebesar 10 persen dari ongkos taksi.

5. Hongkong

Di negara Hongkong memberi uang tip sudah menjadi satu kewajiban. Bisa dibilang negara ini gila uang, kecuali di tempat kumuh. Bayangkan saja untuk menikmati fasilitas kamar mandi di hotel mewah pun kamu mesti mempersiapkan recehan untuk uang tip.

Sementara itu untuk pelayanan yang lain biasanya dimasukkan dalam tagihan yang nilainya bisa mencapai 100 dolar untuk restoran amat mewah. Berbeda lagi dengan jasa porter, ini juga terbilang besar. Anda harus mempersiapkan 10 dolar Hongkong.

Khusus untuk hotel mewah jumlah tip bisa lebih tinggi sampai 20 dolar Hongkong. Lebih parah lagi untuk transportasi taksi. Supir taksi biasanya membulatkan tarif ke atas sesukanya saat memberikan uang kembalian.

6. Singapura

Berbeda dengan di Singapura, uang tip merupakan suatu hal yang dilarang. Hal ini bahkan sudah ditetapkan dalam undang-undang. Larangan memberikan tip pun terasa ketat terutama di Bandara Changi dan obyek wisata.

Restoran di Singapura juga tidak biasa mengenal tip. Apalagi rumah makan berkonsep outdoor yang cukup ramai pengunjung. Pengecualian hanya untuk jasa porter yang membawakan koper. 

Sedangkan para supir taksi biasanya juga tidak meminta uang tip, tetapi juga tidak menolak bila penumpang memilih membulatkan tarif ke atas.

7. Korea Selatan

Sebenarnya pemberian tip bukan merupakan bagian dari budaya Korea. Meskipun begitu beberapa hotel-hotel internasional biasanya telah menerapkannya, di mana sering ditambahkan 10 persen untuk servis charge.

Untuk restoran Italia Anda mungkin diminta tambahan 10 persen, tetapi jika Anda berada di sebuah tempat barbeque Korea, tidak perlu menambahkan uang ekstra. Uang tip untuk porter di hotel-hotel kelas atas, aturannya berdasarkan standar internasional, jadi tambahkan 500 - 1000 won untuk setiap tas.

Baca juga: Liburan Asyik tapi Tidak Mengeluarkan Banyak Uang? Bisa!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama