Pahami Hak Konsumen Sebelum Belanja Online

Belanja online menjadi favorit banyak orang. Namun kegiatan ini tidak luput dari bahaya. Baca artikel ini untuk mengatasi kendala dan mengetahui hak-hak Anda sebagai pelanggan!

Tidak ada jam yang dilewatkan seseorang tanpa internet. Setiap hari, ada saja aktivitas yang dilakukan di dunia maya.

Belanja online jadi salah satu kegiatan yang tak terhindarkan. Segala macam barang bisa ditemukan secara mudah lewat dunia maya. Bahkan dua atau tiga tahun terakhir, Anda juga bisa membeli hewan kurban melalui toko online.

Apa yang membuat belanja online jadi pilihan kaum urban? Praktis adalah jawabnya. Tinggal klik lewat laptop atau handphone dan barang diantarkan ke rumah atau kantor. Tapi saat paket dibuka, ternyata barang tidak sesuai pesanan.

Kejadian seperti itu sering menimpa konsumen toko yang tidak memiliki wujud fisik. Lalu, apakah bisa ditukar atau ada jaminan uang kembali? Meski tempat Anda belanja tidak tersentuh tangan, tapi Anda tetap memiliki hak-hak sebagai konsumen.

Online Shopper Juga Punya Hak

Sebagai penggiat belanja online, Anda perlu mengetahui hak-hak sebagai konsumen sesuai dengan UU No. 8 tahun 1999. Dengan begitu, Anda tidak dirugikan saat terjadi masalah dalam transaksi.

Namun, tentu saja, hak-hak ini sedikit berbeda dengan kalau Anda berbelanja di toko offline.

1. Ketahui Identitas Penjual

Sebagai pelanggan, Anda berhak mencari tahu mengenai toko tempat Anda akan berbelanja. Bisa melalui search engine terpercaya atau bertanya apakah teman-teman Anda ada yang pernah berbelanja di situ.

Anda juga bisa mencari informasi dengan berkomunikasi langsung dengan penjualnya, sedetail mungkin. Jika perlu, Anda bisa meminta foto KTP sang penjual.

2. Tukar Barang Tidak Sesuai Pesanan

Salah satu kelemahan toko online ialah Anda tidak bisa menyentuh langsung barang yang dibeli. Terkadang, barang yang sampai di tangan pun berbeda dengan yang diharapkan.

Misalnya, ukuran pakaian yang Anda beli ternyata sempit atau malah kebesaran. Dalam beberapa kasus, ada juga barang pesanan diterima dalam kondisi berbeda warna, hingga cacat atau rusak.

Baca juga: Hal-hal yang Dilupakan Ketika Belanja Online

Jika kesalahan terhadap barang pesanan itu terjadi, Anda berhak meminta ganti rugi kepada toko online tersebut. Beberapa toko memberikan garansi 30 hari penukaran produk, jika barang yang diantar tidak sesuai dengan keinginan.

Tetapi tidak semua toko menawarkan fasilitas tersebut. Sebagai konsumen, Anda juga harus pintar dalam memilih tempat belanja yang terpercaya dan memiliki reputasi bagus.

3. Pilih Transaksi Paling Efisien

Tidak sedikit penggemar toko online yang menyukai berbelanja online karena kemudahan sistem pembayaran. Tidak perlu keluar uang tunai, cukup dengan transfer antar bank atau menggunakan kartu kredit.

Biasanya, beberapa kartu kredit juga memberikan penawaran menarik seperti cicilan 0% dalam waktu tertentu hingga potongan harga yang dapat memangkas budget belanja.

Bagi mereka yang kurang nyaman dengan sistem pembayaran di awal, ada pilihan metode COD – Cash on Delivery. Sistem ini akan mempertemukan Anda dengan penjual untuk bertransaksi secra langsung di lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya.

4. Sistem Pembayaran yang Aman

Jika Anda pilih membayar dengan sistem elektronik, terutama kartu kredit, pastikan tempat Anda berbelanja memiliki layanan 3D Secure untuk Kartu Kredit. Biasanya, fitur ini terdapat pada toko-toko online yang memiliki logo “Verified by Visa” atau “MasterCard SecureCode”.

Baca juga: Trik Belanja Online Lebih Aman dengan Kartu Kredit

Apabila Anda berbelanja di situs-situs yang memiliki logo ini, Anda akan dikirimi PIN OTP (One Time Password) ke nomor ponsel yang sudah Anda daftarkan ke bank. PIN tersebut harus dimasukkan sebelum Anda menyelesaikan transaksi.

5. Mengetahui Proses Pengiriman Barang

delivery series

Pastikan toko tempat Anda berbelanja memberikan bukti resi pengiriman setelah Anda mengkonfirmasi pembayaran pesanan. Resi pengiriman ini berguna agar Anda bisa melacak proses pendistribusian barang. Mungkin Anda memang tidak selalu memeriksa sampai di mana pembelanjaan Anda.

Namun, resi pengiriman ini tersebut membantu Anda jika terjadi permasalahan dalam proses pengiriman seperti keterlambatan atau barang tidak diantar. Anda bisa segera menanyakan kepada pihak kurir dengan cukup menyebutkan nomor resinya atau mengecek langsung melalui situs pengirimannya.

6. Hak Didengar Pendapat dan Keluhan

Banyak toko online yang menjadi favorit sebenarnya adalah bisnis perorangan atau kelompok. Biasanya bisnis yang seperti ini akan mempertahankan konsumen yang sudah mereka miliki, karena mereka percaya akan sistem pemasaran word of mouth.

Namun, tidak sedikit juga penjual online yang justru merasa ‘angkuh’ karena mereka menjadi favorit, dan tidak terlalu memperhatikan pelanggannya. Membalas pesan pemesanan pun seolah malas-malasan.

Menghadapi toko online yang seperti ini memang membutuhkan kesabaran ekstra. Layanan mereka memang sudah terbukti kualitasnya, namun komunikasi bisa kurang menyenangkan. Untuk itulah testimonial pelanggan sangat penting, agar penjual bisa memberikan layanan yang lebih baik.

Baca juga: Citi Simplicity+, Kartu Kredit yang Banyak Untungnya

Bicara soal testimonial, Anda juga bisa memberitahu kami pendapat tentang artikel ini. Anda pun boleh menyampaikan keluhan atau permasalahan finansial yang sedang dihadapi. Silakan berbagi pada kolom komentar kami di bawah ini!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama