Listrik Padam? PLN Siap Beri Kompensasi

Padamnya listrik bukanlah merupakan hal yang asing bagi kita. Namun kondisi tersebut justru membawa kerugian baik materi maupun non-materi. Untuk sisi materi ditunjukkan oleh kerugian ekonomi dan kerusakan barang-barang elektronik.

Kebutuhan akan listrik merupakan sebuah hal yang sangat penting bagi seluruh individu di muka bumi pada saat ini, tak terkecuali bagi kita. Saking tingginya ketergantungan kita akan listrik, kadang kejadian mati listrik sangat membuat kita kesal. Bentuk kerugian yang dihasilkan pun bisa berbentuk materi maupun materi. Kerusakan elektronik, kerugian dalam berbisnis sampai juga secara langsung membuat kita terganggu seperti kesulitan memperoleh air sampai dengan kegerahan.

Di Indonesia, kejadian mati listrik terkadang melanda kita. Dan bahkan di beberapa daerah seperti di pulau Kalimantan, kejadian mati listrik sering terjadi. Dari sisi pelayanan konsumen, bentuk-bentuk kerugian di atas menimbulkan tuntuntan terhadap adanya sebuah upaya ganti rugi ataupun kompensasi yang diberikan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara).

Apa Bentuk Kompensasi dari PLN?

PLN sebagai penyedia listrik nasional memiliki kebijakan dalam hal pemberian kompensasi. Bentuk kompensasi yang diberikan hanya diperuntukkan bagi konsumen yang mengalami pemadaman listrik selama 3 hari berturut-turut dengan ganti rugi berupa potongan 10% dari total tagihan bulan konsumen yang mengalami pemadaman listrik.

Bagi kebanyakan orang, bentuk kompensasi tersebut mungkin belum banyak diketahui. Bahkan informasi mengenai hal tersebut masih belum disebarluaskan oleh pihak terkait. Apalagi jika dibanding dengan kerugian yang diterima oleh para konsumen yang kadang sangat besar sehingga nominal kompensasi tersebut justru tidak sesuai dengan jumlah kerugian yang diterima.

Bagaimana Mencegah Kerugian yang Besar

Kompensasi sebesar 10% dari total tagihan dinilai masih belum cukup untuk mengganti kerugian yang muncul akibat pemadaman listrik. Kita sebagai konsumen tidak memiliki upaya yang maksimal untuk memperoleh kompensasi yang optimal. Namun, kita dapat menyiasati dengan meminimalkan kerugian yang akan ditimbulkan jika terjadi pemadaman listrik yang mendadak dan berlangsung cukup lama. Beberapa tips berikut ini akan membantu Anda:

1. Gunakan stabilizer atau alat menstabilkan voltase pada alat-alat elektronik Anda. Terutama komputer yang cukup riskan terhadap pemadaman listrik yang mendadak.

2. Persiapkan genset bagi Anda pemilik tempat usaha. Hal tersebut sangat diperlukan sebagai cadangan energi ketika listrik tiba-tiba padam, sehingga bahan olahan makanan tidak busuk dan juga pelanggan/pengunjung tidak dikecewakan.

3. Waspada terhadap penggunaan lampu-lampu yang sudah terlalu lama. Bisa jadi ketika listrik mengalami pemadaman akan membuat “umur” lampu tersebut akan tidak lama lagi.

4. Perhatikan daya listrik di rumah Anda. Hal yang harus diingat pasca pemadaman ialah akan menyalanya penggunaan barang-barang yang menggunakan listrik secara bersamaan. Untuk mencegah terjadinya situasi yang tidak diinginkan, sebaiknya Anda mematikan barang-barang yang menggunakan listrik di rumah Anda ketika terjadi pemadaman listrik. Misalnya lampu, TV, AC, atau kulkas.

Dengan menjalankan tips di atas, diharapkan Anda dapat mengurangi potensi rusaknya barang-barang elektronik yang Anda miliki. . Apalagi beberapa barang elektronik yang nilainya sangat penting bagi Anda seperti komputer yang menyimpan data-data penting. Barang-barang elektronik yang rusak bahkan bisa menyebabkan korsleting listrik yang akhirnya dapat menyebabkan kerugian yang jauh lebih besar. Waspadalah!

(image source)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama