Kredit Usaha Ultra Mikro, Solusi Keuangan Bisnis Ultra Kecil

Kini pengusaha ultra mikro dapat memajukan usaha berkat kehadiran kredit ultra mikro yang memberikan pinjaman Rp1-10 juta.

Sumber foto: suarakupangfm.com

Jakarta adalah bukti nyata ramainya bisnis ultra kecil/mikro di Indonesia. Sepanjang jalan, terlihat banyak pedagang makanan gerobak, warung makan bermodal tenda dan kursi kayu, penjual kacang keliling dan sebagainya. Walaupun bermodal pas-pasan, banyak warga memberanikan diri menjalankan bisnis demi kelangsungan hidup.

Berdasarkan UU No.20 tahun 2008, ada tiga kategori bisnis di Indonesia yaitu mikro, kecil dan menengah. Namun, pedagang pinggir jalan yang Anda lihat bisa saja tidak termasuk dalam kategori bisnis mana pun sehingga mereka tidak layak mengajukan pinjaman ke bank. Menurut undang-undang, sebuah bisnis tergolong mikro jika memiliki laba bersih maksimal Rp50 juta atau penghasilan maksimal Rp300 juta per tahun. Untuk mereka yang tidak memenuhi kriteria bisa dikatakan tergolong sebagai bisnis ultra mikro.

Melihat Kredit Usaha Rakyat (KUR) belum bisa menjangkau para pengusaha ultra mikro ini, pemerintah akhirnya meluncurkan program pembiayaan kredit ultra mikro (UMi). Pinjaman ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 22/PMK.05/2017 tentang pembiayaan ultra mikro dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Dilansir dari kumparan.com, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kredit ultra mikro diberikan oleh lembaga keuangan resmi seperti PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT Pegadaian (Persero) dan lembaga lainnya. Pinjaman ini juga dibantu oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai koordinator dana di bawah Kementrian Keuangan.

Perbedaan Pinjaman UMi dengan KUR Mikro

Sumber foto: genlokal.blogspot.com

Kredit usaha ultra mikro berbeda dengan kredit KUR mikro. Perbedaan yang paling mencolok adalah jumlah pinjaman. Untuk UMi, pengusaha bisa meminjam uang antara Rp1 – Rp10 juta rupiah dengan jangka waktu sekitar 2-4 tahun. Sementara itu, maksimal pinjaman untuk KUR mikro adalah Rp25 juta (jumlah bervariasi tergantung dari pihak bank).

Selain jumlah pinjaman, suku bunga untuk pinjaman UMi juga lebih kecil daripada KUR mikro, yaitu 2-4% berbanding 9% per tahun. Pengusaha ultra mikro juga tidak perlu khawatir akan usia bisnis mereka jika ingin mengajukan pinjaman modal usaha. Meskipun baru berjalan beberapa bulan atau baru akan memulai bisnis, mereka layak mengajukan pinjaman. Berbeda dengan syarat pengajuan KUR mikro yang mengharuskan bisnis telah berjalan selama minimal 6 bulan.

Syarat pengajuan kredit usaha ultra mikro juga jauh lebih mudah daripada KUR Mikro. Tiga syarat utama yang harus dipenuhi adalah merupakan WNI (dengan bukti NIK e-KTP), tidak sedang dibiayai lembaga keuangan/dan koperasi serta memiliki izin usaha dari pemerintah. Sebagai catatan tambahan, pinjaman ini hanya dapat Anda gunakan sebagai modal usaha. Setelah pinjaman cair (sekitar satu minggu), Anda akan mendapat bimbingan dan pelatihan untuk mengembangkan bisnis agar bisnis Anda ‘naik kelas’ dari ultra mikro ke mikro, kecil, menengah bahkan besar.

Lihat semua pinjaman di KreditGoGo

UMi Meringankan Ekonomi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Sumber foto: Kementrian Keuangan

Pinjaman untuk usaha ultra mikro telah diluncurkan pemerintah pada Agustus 2017 dengan alokasi dana sebesar Rp1,5 triliun. Pada tahun 2018, pemerintah telah meningkatkan anggaran UMi menjadi Rp2,5 triliun. Dilansir dari amarbank.co.id, sejak tahun lalu jumlah pinjaman UMi yang telah tersalurkan adala Rp1,04 triliun. Tiga provinsi terbanyak yang menggunakan kredit ultra mikro yaitu Jawa Barat Rp279,23 miliar, Jawa Tengah Rp233,65 miliar dan Jawa Timur sebesar Rp135,38 miliar.

Pemerintah berharap kehadiran UMi mampu memberikan pinjaman modal usaha untuk pengusaha kecil seperti penjahit dan wiraswasta lainnya. Hingga 22 Mei 2018, UMi sudah membantu 385.277 debitur di seluruh Indonesia. Sebagian besar pinjaman diajukan oleh wanita (91%), untuk pria masih sedikit yang melakukannya (9%). Kebanyakan debitur UMi berusia 35-45 tahun.

Hal-hal Lain Terkait Pinjaman Ultra UMi

Penyalur UMi

Kredit usaha ultra mikro dilaksanakan oleh Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU PIP). BLU PIP berlaku sebagai koordinator dana yang menyalurkan UMi ke lembaga penyalur, lalu dari lembaga penyalur ke pengusaha. Para penyalur UMi telah memiliki pengalaman di bidang UMKM dan akan melakukan pendampingan atau pelatihan secara rutin untuk pengusaha

Baca juga: Optimalkan Pinjaman UKM Anda dengan 7 Hal Ini

Baca juga: Jenis Pinjaman dan Cara Pengajuan yang Harus Diketahui Pengusaha UKM

Dana Kepemilikan UMi

Uang yang diterima pengusaha adalah uang penyalur, bukan uang pemerintah. Perjanjian program pinjaman UMi adalah antara penyalur dan pemerintah, jika debitur gagal membayar maka penyalur harus menanggungnya.

Perbedaan Pembiayaan Kelompok dengan Individu dalam UMi

Pinjaman UMi dibiayai oleh kelompok dan individu. Pada awalnya, debitur akan tergabung dalam kelompok untuk menerima bimbingan dari penyalur dana. Hal ini sangat penting karena tujuan kehadiran pinjaman ini adalah untuk memajukan bisnis pengusaha ultra mikro Selain itu, pinjaman ini juga tanpa agunan sehingga penyalur dana menanggung resiko yang lebih besar. Jika bisnis sudah berjalan lancar dan maju, pengusaha bisa melepaskan diri dari kelompok dan mengambil pinjaman agunan.

(Sumber: amarbank.co.idkemenkeu.go.id, goukm.idokezone.comcnnindonesia.comdetik.com, tirto.id)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama