Koleksi Batu Akik, Kebiasaan Lama yang Kembali Digandrungi

Batu akik, saat ini kembali populer. Dahulu, batu ini hanya diminati oleh orang dewasa, tetapi sekarang anak muda pun ikut mengoleksinya.

Perhiasan adalah sebuah benda yang digunakan untuk memperindah diri, yang biasanya terbuat dari emas, perak, tembaga, perunggu, atau kuningan dengan berbagai bentuk mulai dari cincin, kalung, gelang, dan lain-lain. Nah, untuk mempecantik tampilan, biasanya perhiasan ini dilengkapi dengan batu, salah satunya batu akik.

Belakangan ini Batu Akik kembali populer. Berbondong-bondong masyarakat Indonesia memburu batu ini, dari orang tua hingga anak muda. Ketika ditanya apa yang membuat mereka tertarik mengoleksi batu alam itu? Jawabannya beragam, mulai dari tertarik dengan keindahannya, mengikuti tren,sebagai kebanggaan, bahkan percaya karena batu tersebut memiliki kekuatan mistis.

Bagaimana Batu Akik Bisa Terbentuk

Batu akik terbentuk akibatnya adanya aktivitas magma di perut Bumi yang bersuhu di atas 1.000 derajat celcius dan bertekanan tinggi yang terus bergerak mencari jalan keluar ke permukaan. Saat itulah, cairan ini akan melarutkan berbagai batuan lain, sehingga terjadi pelarutan atau ubahan hidrotermal.

Menurut Sujatmiko, Sekretaris Jenderal Masyarakat Batu Mulia Indonesia, batu akik akan terbentuk saat larutan hidrotermal semakin mendingin yang terletak tidak terlalu jauh dari permukaan bumi, dengan temperatur sekitar 300 derajat celcius. Hampir diseluruh wilayah Indonesia batuan ini dapat ditemui, kecuali Jakarta.

Konon, Warna Batu Akik Punya Khasiat Tersendiri

Banyak orang yang percaya, bahwa warna batu akik bisa menghasilkan berbagai energi yang positif bagi para penggunanya. Berikut khasiat yang dihasilkan dari warna batu alam ini:

Warna Hijau

Warna hijau dapat ditemui di batu zamrud, bacan, dan giok. Warna ini membantu memperkuat jantung, menumbuhkan kasih-sayang, menambah kesadaran-materi (kebendaan) dan memperkuat otot-otot dan syaraf serta dapat mengurangi emosi yang menghasilkan energi negatif.

Warna Ungu

Ingin menumbuhkan ketenangan, mengurangi emosi yang negatif, membantu pengembangan kebatinan yang positif, dan meningkatkan daya stamina tubuh? Gunakan batu yang berwarna ungu untuk mendapatkannya, seperti kecubung (ametis), lavender, dan turmalin ungu.

Warna Putih

Warna yang satu ini dihasilkan dari batu anggur dan safir putih. Warna dari bebatuan ini memunculkan sumber energi di bagiankepala yang diyakini menghasilkan getaran-getaran yang positif untuk membantu menciptakan harmonisasi, kesembuhan dan menjaga kesehatan tubuh.

Warna Biru

Biru adalah warna yang dihasilkan dari batu safir biru, turmalin, dan batu-batu lain yang berwarna agak biru tua. Getaran dari warna batu ini dapat menumbuhkan kebijaksanaan, mengembangkan intuisi, memperkuat mata dan telinga, memperkuat daya-ingat, bahkan membantu meningkatkan kepekaan terhadap dunia supranatural.

Warna Merah

Warna merah dari batu ruby, jasper, dan garnet ini dapat menumbuhkan hawa-panas, menambah tenaga tubuh secara keseluruhan karena mempengaruhi peredaran darah dan menjadi lebih giat bekerja.

5 Batu Akik yang Menjadi Primadona Kolektor

Batu akik memiliki banyak jenis dengan harga yang beragam, tergantung dari kombinasi warna, tingkat kejernihan, ukuran, dan kekerasan batu. Lalu, batu akik jenis apa yang paling diburu masyarakat Indonesia saat ini? Berikut informasinya:

1. Batu Lavender

Batu ini termasuk kedalam salah satu dari lima batu akik yang paling menjadi incaran para kolektor dan penghobi. Batu dengan ciri khas warna ungu seperti bunga lavender ini banyak ditemukan di Desa Simpang dan Desa Segara Kembang, Lengkiti Oku, Sumatera Selatan. Harga yang dibanderol untuk Batu Lavender tergolong murah, yaitu sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.

2. Batu Giok

Batu Giok cukup familiar di telinga masyarakat Indonesia, namun masih banyak yang belum mengetahui bahwa batu ini termasuk ke dalam jenis batu akik. Batu yang banyak ditemui bewarna hijau ini berasal dari daratan Cina dan dipercaya dapat membuat hati bertambah tenang, tentram serta banyak digunakan sebagai obat untuk penderita ginjal dan rematik. Kisaran harga yang berlaku antara Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung ukurannya.

3. Batu Bio Solar

Batu bio solar atau lebih dikenal dengan idocrase kian dilirik penggemar di seluruh penjuru tanah air. Sampai-sampai harga batu yang berasal dari tanah Serambi Mekkah itu semakin mahal. Harga batu untuk ukuran besar dengan kualitas baik bisa dijual mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta perbutirnya, sedangkan untuk ukuran kecil saja bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta/ cincin. Provinsi Aceh salah satu daerah di Indonesia yang menghasilkan batu-batu akik yang cantik.

4. Batu Bacan

Batu yang berasal dari Pulau Kasiruta, Halmahera Selatan, Maluku Utara ini menjadi incaran para penggemar batu akik, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Batu bacan dianggap sebagai “batu hidup” karena kemampuannya yang dapat berproses menjadi indah secara alami. Semakin lama dipakai, warnanya akan berubah menjadi seperti kristal.

Selain karakternya yang unik, ternyata kelangkaan batu bacan ini yang membuatnya menjadi incaran para kolektor. Harga untuk ukuran berat batu 5 gram berkisar antara Rp 3 juta samapi Rp 5 juta. Psst, saat Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama berkunjung ke Indonesia, Presiden SBY menghadiahi beliau batu bacan, lho!

5. Batu Garut

Garut juga memiliki corak tersendiri untuk batu akiknya. Batu garut bisa di temui di Kecamatan Bungbulang dan Caringin. Keunikan yang dimiliki batu ini adalah dari segi kombinasi warna, corak, serta bentuknya. Wajar jika harganya bisa mencapai Rp 5 juta Anda tertarik untuk memiliki salah satunya? Sepertinya Anda harus sedikit bersaing dengan kolektor lain, karena ini termasuk barang langka.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama