Ketentuan Hak Cipta dan Cara Mengurusnya

Kasus pelanggaran hak cipta seringkali merugikan sang pencipta karya. Mendaftarkan hak cipta merupakan keputusan yang tepat. Simak ketentuan dan prosedurnya.

hak cipta

Kasus pelanggaran hak cipta di Indonesia semakin marak. Mengutip dari halaman Antaranews.com “Ketua Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqoddas menyatakan bahwa Indonesia tercatat sebagai negara pelanggar hak cipta terbesar ke empat di dunia”.

Masalah hak cipta di Indonesia sebenarnya bukanlah hal yang baru, sebab hal ini sudah ada sejak awal abad ke 20 atau pada saat Indonesia masih di bawah kolonialisme Belanda. Kasus pelanggaran hak cipta dilakukan oleh bangsa sendiri ataupun negara lain.

Kasus pelanggaran hak cipta sering kita temui di dunia hiburan. Banyak artis yang terlibat dalam kasus pelanggaran hak cipta. Selain di dunia hiburan contoh kasus yang sagat merugikan adalah penjiblakan lagu ‘Bengawan Solo’ karya Almarhum Gesang oleh Negara Malaysia yang dijiblak sebagi lagu berjudul ‘Main Cello’

Melihat banyaknya kasus pelanggaran hak cipta tentunya sangat penting untuk mendaftarkan hak cipta dalam sebuah karya yang Anda buat. Sehingga masalah seperti pembajakan, pemalsuan, penjiblakan ataupun meniru hasil karya seseorang tidak dapat terjadi karena dilindungi oleh hukum.

Lalu bagaimanakah cara untuk mengurus pendaftaran hak cipta pasa sebuah karya. Nah, artikel ini akan membahas seluk beluk tentang hak cipta, mulai dari ketentuan, persyaratan, dan cara mengurusnya.

Pengertian dan Ketentuan Hak Cipta

copyright hak paten

Untuk langkah awal tentunya Anda harus paham mengenai pengertian hak cipta itu sendiri. Jika melihat dari Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata.

Hak eksklusif bagi pencipta memungkinkan Anda untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di dalam UU No. 19 Tahun 2002 ditegaskan bahwa suatu perbuatan dianggap pelanggaran hak cipta jika melakukan pelanggaran terhadap hak eksklusif yang merupakan hak pencipta atau pemegang hak cipta. Sehingga berdasarkan ketentuan undang- undang ini, maka pihak yang melanggar dapat digugat secara keperdataan ke pengadilan niaga.

Jika melihat dari sisi pidana pihak yang melakukan pelanggaran hak cipta dapat dikenai sanksi pidana berupa pidana penjara dan/atau pidana denda. Maksimal pidana penjara selama 7 tahun dan minimal 2 tahun, sedangkan pidana dendanya maksimal Rp. 5 miliar rupiah dan minimal Rp. 150 juta rupiah

Baca juga: 6 Bisnis Waralaba Menjanjikan di 2016

Persyaratan Pendaftaran Hak Cipta

Untuk mendaftarkan hak cipta ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi. Persyaratan dibagi menjadi dua atas nama perusahaan dan atas nama perseorangan. Keduanya memiliki persyaratan yang berbeda, berikut ini adalah persyaratannya,

Atas Nama Perusahaan

1. Surat Kuasa yang ditandatangani diatas materai “6.000”.

2. Surat Pengalihan Hak (dari pencipta kepada Pemegang Hak Cipta) ditandatangani diatas meterai “6000”). Surat Pernyataan (menyatakan ciptaan tersebut adalah asli).

3. NPWP Perusahaan.

4. Foto Copy KTP Pemohon dan Pencipta.

5. Akta Perusahaan.

6. Contoh Ciptaan.

Atas Nama Perorangan

1. Surat Kuasa yang ditandatangani diatas materai “6.000”

2. Surat pengalihan hak (apabila nama Pencipta berbeda dengan nama Pemegang Hak Cipta) ditandatangani diatas materai “6.000”).

3. Surat Pernyataan (menyatakan ciptaan tersebut adalah asli)

4. NPWP

5. Foto Kopi KTP

6. Contoh ciptaan

Cara Mengurus Pendaftaran Hak Cipta

mengurus hak cipta

Cara mendaftarkan hak cipta di Indonesia saat ini semakin mudah. Permohonan pengajuan dapat dilakukan di tempat. Pertama dapat langsung ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, kedua melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I di seluruh Indonesia dan yang ketiga melalui Kuasa Hukum Konsultan HKI terdaftar.

Prosedur permohonan pendaftaran hak cipta dilakukan sesuai dengan ketuntuan dari website resmi Ditjen Kekayaan Intelektual, berikut ini adalah alurnya:

proses pendaftaran hak cipta

Jadi jika Anda memiliki karya dan ingin di daftarkan semoga informasi di atas dapat memberi sedikit pengetahuan mengenai bagaimana mengurus pendaftaran hak cipta sebuah karya.

Baca juga: Cara Mendaftarkan Merek Dagang

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama