Kemudahan Pencairan JHT Melalui Online

Kini masyarakat tidak perlu repot lagi mengantre di kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT). Karena kini proses klaim bisa dilakukan via online!

Banyak masyarakat yang ingin mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dengan cara mendatangi langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Sejak diterbitkannya PP Nomor 60 Tahun 2015 dan Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2015, terjadi lonjakan sangat signifikan terhadap peserta yang mengajukan klaim JHT.

Salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan, Andika (40), pernah mengalami antrean selama dua jam lebih di kantor BPJS cabang Cilincing untuk mengambil formulir klaim JHT dan nomor antrean.

Hal serupa juga dialami Sumin (31), warga Jatiasih, Bekasi. Ia rela datang dan mengantre di kantor BPJS cabang Cawang sejak pukul 03.00 dini hari demi mendapatkan nomor antrean. Karena sebelumnya, ia sudah datang pukul 04.00 dini hari, tetapi tidak dapat nomor antrean.

Namun saat ini, masyarakat tidak perlu lagi datang pagi buta dan mengantre di kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT). Karena kini, dengan menggunakan klaim elektronik (e-Klaim), dana JHT bisa cair dengan mudah.

Prosedur e-Klaim

Berikut adalah prosedur pengajuan klaim dana JHT melalui e-Klaim.

  • Peserta melakukan registrasi melalui website https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim/ dengan mengisi data-data seperti nomor e-KTP, nama lengkap, tanggal lahir, nomor peserta, alasan klaim, nomor handphone (harus valid), dan email.
  • Apabila proses registrasi berhasil, sistem akan secara otomatis mengirimkan PIN konfirmasi melalui SMS atau melalui email.
  • Setelah mendapat PIN konfirmasi, maka peserta harus melanjutkan proses registrasi dengan melengkapi isian formulir dan mengunggah dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan jenis serta alasan klaim.
  • Setelah proses perekaman dan unggah berhasil, maka peserta akan menerima email konfirmasi bahwa proses perekaman telah berhasil dan sedang dalam proses persetujuan, silahkan menunggu pemberitahuan selanjutnya.
  • Notifikasi pengajuan e-Klaim akan masuk ke petugas BPJS Ketenagakerjaan, lalu petugas akan melakukan verifikasi awal. Apabila telah memenuhi persyaratan, maka petugas akan melakukan approval.
  • Secara otomatis email akan terkirim ke peserta yang berisi pemberitahuan bahwa klaim dapat diteruskan ke tahap berikutnya. Dan apabila belum memenuhi persyaratan, maka email pemberitahuan juga akan dikirimkan.
  • Lalu, ketika peserta datang ke kantor cabang yang dituju, maka peserta mengambil nomor antrian fast track (e-Klaim). Kemudian peserta akan dipanggil oleh customer service, menunjukkan tanda bukti registrasi e-Klaim (email pemberitahuan dari BPJS Ketenagakerjaan) dan dokumen asli.
  • Customer service melakukan verifikasi terhadap dokumen asli yang dibawa peserta, mencocokkan dengan dokumen yang telah dicetak, mengambil foto peserta, membubuhkan stempel "sesuai dengan aslinya" pada berkas, dan kemudian melakukan proses "persetujuan" melalui sistem aplikasi.
  • Proses peserta selesai dan menunggu transfer saldo JHT ke rekening pribadi peserta.

Bagi peserta yang mendaftar pencairan lewat e-Klaim, dana JHT bisa cair setelah 5 hari kerja untuk pencairan tunai. Sedangkan untuk pencairan dengan skema transfer ke rekening bank peserta, dana akan cair setelah 7 hari kerja.

Baca juga: Tak Perlu Susah Mengantri dengan BPJS Online

Peraturan Pencairan Dana JHT

Pada 1 September 2015, pemerintah mengeluarkan aturan baru mengenai pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) bagi pekerja yang berhenti bekerja atau terkena PHK. Dimana, peraturan tersebut merupakan revisi dari aturan sebelumnya.

Adalah PP Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Jaminan Hari Tua yang merupakan revisi dari PP Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua.

Dalam aturan baru tersebut, mulai 1 September 2015, JHT para pekerja yang berhenti bekerja atau terkena PHK bisa dicairkan sesuai besaran saldo.

JHT tersebut juga bisa dicairkan bagi pekerja yang meninggal dunia, pekerja usia mencapai 56 tahun, serta pekerja yang mengalami cacat tetap.

Para pekerja yang terkena PHK atau berhenti bisa mencairkan JHT satu bulan setelah mereka terkena PHK atau berhenti bekerja.

Selain itu, pencairan JHT juga dapat diambil selama peserta aktif. Dengan catatan, masa kepesertaan minimal 10 tahun. Syaratnya adalah JHT dapat diberikan paling banyak 30% dari jumlah JHT dengan tujuan untuk kepemilikan rumah atau paling banyak 10% untuk keperluan lain.

Semoga bisa membantu Anda yang ingin mengajukan pencairan dana JHT. Kami sarankan untuk mengajukannya via e-Klaim. Karena akan lebih praktis, efisien, dan tidak memakan banyak waktu.

Baca juga: Ini Dia Jenis Pertanggungan yang Dicover BPJS Kesehatan

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama