Kantong Plastik Berbayar Solusi Masalah Lingkungan

Menumpuknya sampah plastik yang sulit terurai menimbulkan masalah pada lingkungan yang belum kunjung teratasi. Penerapan kantong plastik berbayar dipilih menjadi solusi.

kantong belanja kain

Mulai Februari ini kantong plastik di supermarket tidak lagi gratis. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menerapkan aturan baru soal kantong plastik berbayar. Rencananya konsumen yang belanja akan dikenakan sejumlah biaya untuk penggunaan kantong plastik. 

Jadi Anda harus siap-siap bawa kantong belanjaan dari rumah. Kebijakan ini dimulai dari usaha retail, seperti supermarket, hipermarket, dan minimarket. Langkah antisipasi penerapan kebijakan kantong plastik berbayar pada usaha ritel modern mulai diterapkan pada 21 Februari bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.

Hal ini didasari oleh beberapa kasus pencemaran lingkungan yang sudah tidak terkendali. Kantong plastik sendiri membutuhkan waktu antara 50-100 tahun untuk menguraikannya. Saat ini Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, jumlah limbah plastik di Indonesia terlalu banyak.

Per tahunnya, masyarakat Indonesia menggunakan hampir 10 milyar lembar kantong plastik, dan 95 persennya menjadi sampah. Jadi bisa Anda bayangkan bagaimana banyaknya limbah plastik yang tidak bisa terurai dalam waktu cepat sehingga perlahan-lahan merusak ekosistem lingkungan.

Terdapat beberapa kasus hewan yang mati karena menelan plastik. Maka dari itu, gerakan konsumen seperti mengurangi penggunaan kantong plastik pada saat berbelanja dirasa punya potensi besar dalam membawa perubahan.

Dampak Sampah Plastik Terhadap Lingkungan

bahaya sampah plastik

Sejak tahun 1950-an, produksi plastik semakin meningkat. Kini hasilnya, jutaan ton sampah plastik memasuki ke laut setiap tahunnya. Belum lagi dengan kemampuan plastik yang tahan lama sehingga sulit terurai, membuat lingkungan semakin terancam rusak akibat polusi plastik. 

Ada beberapa kasus hewan laut yang mati karena ditemukan sejumlah plastik di dalam perutnya. Berikut ini berbagai dampak yang ditimbulkan oleh sampah plastic terhadap lingkungan:

1. Racun dari partikel plastik ketika masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing.

2. PCB (Polychlorinated Biphenyl) tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang dan akan menjadi pembunuh berantai sesuai urutan rantai makanan.

3. Kantong plastik dapat menganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.

4. Kantong plastik dapat menganggu kesuburan tanah karena dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah.

5. Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut & anjing laut menganggap plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.

6. Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tidak dapat hancur dan akan meracuni hewan lain.

7. Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yg menyebabkan banjir.

Setiap tahun sekitar 8,8 juta ton plastik berakhir di laut-laut di seluruh dunia. Jumlah itu setara dengan lima kantong belanja penuh dengan sampah plastik menutupi setiap 30 sentimeter garis pantai di seluruh dunia.

Daftar Kota yang Menerapkan Plastik Berbayar

hemat kantong plastik

Sebanyak 17 kota di Indonesia akan ikut menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar sehingga mengurangi jumlah sampah plastik. Daftar kota tersebut diantaranya adalah Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon dan Papua.

Sejauh ini, kebijakan kantong plastik berbayar sudah mulai diterapkan di Bandung dan Cimahi. Untukl tariff per kantongnya masih dibicarakan Di Hong Kong, Inggris, dan Amsterdam dikenakan tarif sekitar 50 sen per kantong. Sementara diIndonesia rencananya per kantong akan dikenakan Rp500 dan masih akan terus dikaji kembali.

Penerapan kantong plastik berbayar ini dinilai dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan tas yang ada di rumah seperti ibu-ibu jaman dulu yang membawa keranjang belanja ke pasar. Tas belanja seperti ini bisa dipakai berkali-bali sehingga diharapkan akan mengurangi sampah plastik per tahunnya.

Semoga masyarakat dapat menerima kebijakan ini dan berperan dalam menjaga lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. Jadi, ketika Anda ingin berbelanja sedikanlah tas atau kantong belanja sendiri yah!

Baca juga:  Berbelanja Bijak, Agar Kondisi Keuangan Sehat

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama