Jokowi Tetapkan 31 Oktober Jadi Hari Menabung Nasional

Presiden Jokowi akhirnya mencanangkan 31 Oktober sebagai ‘Hari Menabung Nasional’, bertepatan dengan Hari Menabung Internasional. Sebelumnya, mari kita kenali jenis-jenis tabungan yang ada di Indonesia

Presiden Jokowi akhirnya mencanangkan 31 Oktober sebagai ‘Hari Menabung Nasional’, bertepatan dengan Hari Menabung Internasional. Hal ini bertujuan untuk mendorong semangat dan menanamkan budaya menabung bagi masyarakat Indonesia.

Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan dana pembangunan, budaya menabung juga penting untuk menurunkan saving-investment gap atau kesenjangan antara ketersediaan dana dalam negeri dan kebutuhan dana investasi.

Hari Menabung Nasional

Pengertian menabung juga tidak hanya terbatas pada menyimpan uang di bank saja, melainkan juga membeli polis asuransi atau membeli saham dan obligasi lewat perusahaan sekuritas di pasar modal.

Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tertinggi di dunia. Tapi sayangnya, rasio menabung di Indonesia masih 30,87% dari PDB. Sementara di negara lain, seperti China mencapai 48,87%, Singapura 46,73%, dan Korea 35,11%.

Jokowi diharapkan dapat mendukung dan memberikan arahan untuk menggalakan Gerakan Nasional Menabung di daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), sehingga diharapkan Gerakan Nasional Menabung secara reguler dapat dilakukan di tingkat daerah baik Provinsi/Kabupaten maupun Kota.

Jenis-jenis Tabungan Bank di Indonesia

Indonesia memiliki beberapa jenis tabungan bank yang dibedakan berdasarkan tujuannya. Mengenali perbedaan jenis tabungan bank di Indonesia ini sangat penting agar kita tidak keliru dalam memilih produk tabungan yang akan digunakan.

Oleh sebab itu, mari kita kenali jenis-jenis tabungan di Indonesia sehingga tahu cocok-tidaknya tabungan tersebut bagi kita.

Rekening Tabungan Konvensional

1. Tabungan Konvensional

Tabungan ini adalah jenis tabungan yang paling banyak digunakan oleh banyak masyarakat Indonesia. Ciri tabungan konvensional adalah dana yang disimpan dapat diambil kapan saja dan tidak ada batas waktu penyetoran.

Nasabah yang memiliki tabungan konvensional akan mendapat nomor rekening serta kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

Kartu ATM digunakan untuk menarik uang tabungan dari mesin ATM dan berbelanja di tempat-tempat tertentu. Selain itu, proses transfer dana juga bisa dilakukan lewat ATM.

Selain itu, sejumlah bank juga menyediakan layanan Internet banking, sms banking, dan call banking untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi.

Nasabah tabungan konvensional juga bias mendapat bunga dari tabungannya, tapi hanya berkisar antara 0,5 hingga 2 persen.

2. Tabungan Investasi

Tabungan investasi hamper sama dengan tabungan berjangka. Yang termasuk jenis tabungan ini antara lain deposito, tabungan rencana, tabungan saham, dan lain-lain.

Tabungan Investasi

a. Deposito

Tabungan ini memberikan bunga yang lebih besar daripada tabungan konvensional.Bunga yang diberikan berkisar antara 3% hingga 7%.Tapi, nasabah tidak bisa semaunya mengambil dana yang disimpan sebagai deposito.

Sebelum menabung deposito, nasabah diberi pilihan apakah akan menyimpan dana itu dalam 1, 3, 6, atau 12 bulan. Jika memutuskan 12 bulan, artinya selama jangka waktu itu dana tidak bisa diutak-atik oleh nasabah.

Jika nasabah menarik dana deposito sebelum jatuh tempo, nasabah akan dikenai denda. Namun syarat itu punya kompensasi, yaitu bunga yang tinggi.

b. Tabungan Rencana

Tabungan ini mirip-mirip dengan deposito, tapi ada fasilitas asuransi yang menyertai. Orang tua yang hendak menabung dana untuk pendidikan anak biasanya memilih tabungan rencana.

Salah satu syarat membuka tabungan rencana adalah memiliki tabungan konvensional atau induk di bank yang bersangkutan. Misalnya Anda mau membuka tabungan rencana di BRI, maka Anda harus punya BRI BriTama/Simpedes/Giro.

Dana tabungan rencana itu akan diambil secara otomatis per bulan dari tabungan induk tersebut. Dengan begitu, nasabah tidak perlu repot-repot mentransfer uang ke rekening tabungan rencana setiap bulan.

Tabungan Saham

c. Tabungan Saham

Anda gemar bermain saham? Nah, tabungan ini sangat pas untuk Anda. Umumnya, tabungan ini digunakan untuk nasabah yang bertransaksi jual-beli saham.

Tabungan ini hanya bersifat sebagai penampung uang yang akan digunakan untuk membeli saham, serta untuk menyimpan laba yang diperoleh hasil dari menjual saham.

Untuk menyetor saldo ke tabungan ini, nasabah tinggal transfer uang ke rekening ini, dan tidak bisa dilakukan secara auto debit.

Tabungan ini tidak dikenakan biaya administrasi sama sekali. Tetapi, ia juga tidak memberikan bunga sama sekali.

3. Tabungan Haji

Tabungan Haji

Sesuai dengan namanya, tabungan haji digunakan untuk melaksanakan ibadah haji. Nasabah yang berencana naik haji direkomendasikan memakai tabungan ini.

Tabungan haji biasanya mewajibkan nasabahnya menyetor uang minimum Rp 100-500 ribu per bulan. Jika tabungan sudah menembus Rp 25 juta, nasabah bisa langsung mendaftar haji ke Kementerian Agama untuk mendapat nomor antrean.

Setelah itu, nasabah tinggal menunggu waktu keberangkatan sambil bertahap melunasi biaya haji dengan terus menabung.

Nasabah pun harus memastikan biaya haji itu lunas sebelum tenggat. Jika tidak lunas, nasabah harus menunggu lagi untuk dapat naik haji.

Dengan menyetorkan sejumlah uang secara rutin setiap bulan maka keuangan Anda lebih teratur dan lebih menjamin untuk berangkat haji.

Setelah mengenal beberapa jenis tabungan di Indonesia tersebut, manakah yang Anda pilih?

Menabung pada dasarnya merupakan hal yang positif. Apabila dijadikan kebiasaan, niscaya riwayat keuangan Anda akan lebih teratur.

Setelah membaca artikel ini. Sudahkah Anda menabung? Dan sudah tepatkah pilihan tabungan Anda?

Baca informasi mengenai keuangan dan temukan produk perbankan lainnya hanya di KreditGoGo.

Baca Juga: Untung Rugi Tabungan Bersama Suami Istri
Keuntungan Arisan, dari Menabung Hingga Investasi Modern

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama