Ingin Pecah Sertifikat Tanah? Inilah Caranya

Jika ingin menjual tanah sebagian dari tanah induk, maka Anda harus mengetahui bagaimana proses pecah sertifikat tanahnya. Berikut adalah prosedur yang mesti dilakukan.

Ada kalanya, pemilik tanah hanya ingin menjual sebagian tanahnya. Ia tidak mau menjual keseluruhan bidang tanah yang tercantum dalam sertifikat. Sebab, mungkin saja ia hanya memerlukan sedikit uang untuk keperluannya, sehingga cukup menjual sebagian saja dari tanah miliknya.

Sebab lainnya adalah kemungkinan tanah tersebut merupakan milik bersama atau warisan, sehingga hanya sebagian pemilik saja yang ingin menjual tanahnya.

Pembagian tanah tersebut membuat Anda harus memecah sertifikatnya juga.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, disebutkan bahwa pemecahan sebidang hak atas tanah yang telah terdaftar bisa dipecah hanya atas permohonan pemegang hak yang bersangkutan (pemilik tanah).

Prosedur Pecah Sertifikat Tanah

Ada dua cara yang bisa ditempuh oleh para pihak untuk melakukan jual beli atas sebagian tanah, yaitu memecah terlebih dahulu sertifikat tersebut kemudian dilakukan jual beli di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan membuat Akta Jual Beli (AJB) atas sebagian tanah.

1. Pecah Sertifikat Tanah Lalu Jual Beli di PPAT

Pemecahan dilakukan berdasarkan Pernyataan Pemecahan atas Nama Diri Sendiri oleh pemilik yang disertai alasan pemecahan tersebut. Misalnya untuk dialihkan kepada pihak lain secara sebagian-sebagian atau dengan alasan akan dibagi menurut jumlah pemilik (dalam hal tanah warisan).

Sementara sertifikat sedang dalam proses pengurusan pemecahan di Badan Pertahanan Nasional (BPN), maka antara penjual dan pembeli bisa dibuat Pengikatan Jual Beli (PJB), yang memuat pasal bahwa AJB akan dilaksanakan pada saat pemecahan sertifikat sudah selesai.

Pembayaran harga bisa dilunasi pada saat penandatanganan PJB atau bisa juga dilunasi pada saat penandatanganan AJB.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Surat Jual Beli Tanah

2. Membuat AJB Atas Sebagian Tanah

Cara kedua adalah dengan membuat Akta Jual Beli (AJB) atas sebagian tanah. Sehingga harga-harga pembayaran harga tanah sudah selesai pada saat penandatanganan AJB.

Berdasarkan AJB sebagian ini, sertifikat bisa diajukan pemecahan, yang mana pemohon atas pemecahan sertifikat ini adalah langsung pembeli karena haknya sudah berpindah.

Persyaratan Pecah Sertifikat Tanah

Berdasarkan Pernyataan Pemecahan Atas Diri Sendiri atau AJB sebagian tersebut, Badan Pertahanan Nasional (BPN) melakukan pengukuran ke lokasi dan kemudian menerbitkan surat ukur, untuk kemudian diterbitkan sertifikat pecahannya.

Berikut adalah persyaratan pecah sertifikat tanah yang harus dipenuhi.

  • Permohonan pengukuran tanah
  • Pernyataan telah memasang tanda batas tanah oleh pemilik
  • Akta Jual Beli sebagian
  • Pernyataan Pemecahan Atas Nama Diri Sendiri
  • Sertifikat asli
  • Fotokopi PBB tahun berjalan
  • KTP dan Kartu Keluarga pemohon
  • KTP dan Kartu Keluarga penjual (jika proses jual beli sebagian)
  • Surat kuasa jika dikuasakan
  • Tapak kavling dari Kantor Pertanahan
  • Melampirkan bukti pembayaran pajak-pajak atas jual beli

Sedangkan lamanya pengurusan pemecahan atau pemisahan sertifikat tanah bisa mengacu kepada Lampiran II Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan (Perka BPN No. 1/2010).

Dimana, jangka waktu pemecahan/pemisahan satu bidang tanah milik perorangan adalah 15 (lima belas) hari. Waktu tersebut dihitung sejak berkas yang diterima lengkap dan setelah dilakukan pengukuran.

Biaya Pemecahan Sertifikat

Biaya yang harus dikeluarkan untuk pemecahan sertifikat tanah tidaklah banyak. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2002, biayanya adalah Rp 25 ribu untuk setiap sertifikat yang diterbitkan.

Jadi, jika Anda ingin memecah sertifikat menjadi dua, biayanya adalah Rp 50 ribu. Jika sertifikat dipecah menjadi tiga, biaya adalah Rp 75 ribu. Namun, biaya ini belum termasuk pengukuran tanah.

Semoga bisa membantu Anda yang berencana ingin memecah sertifikat tanah. Selain itu, pastikan pula bahwa tanah yang akan dipecah adalah bersih tanpa masalah sengketa.

Baca juga: 6 Hal Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli Tanah

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama