Harga Elpiji Terancam "Meleduk" Lagi

Februari telah tiba, saatnya menyiapkan diri untuk ledakan harga elpiji 3kg. Sebelum hal itu terjadi, ada baiknya Anda mengenal jenis BBG lainnya.

Tak terasa bulan Februari sudah sepekan berlalu, sepertinya baru kemarin meniup terompet, bermain kembang api dan berkumpul bersama keluarga sambil ber-BBQ ria di tahun baru. Kini, Anda sudah memasuki bulan ke dua di tahun 2015, yang berarti Anda harus sudah siap dengan isu kenaikan elpiji 3kg pada saat ini.

Di akhir bulan Januari lalu mulai ramai isu kenaikan harga elpiji, khususnya pada tabung elpiji melon (tabung gas 3kg). I Gusti Nyoman Wiratmadja, selaku Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementrian ESDM, menyatakan bahwa pemerintah akan menaikan harga elpiji bersubsidi 3kg sebesar Rp 3.000 per tabung pada Februari 2015. Mendengar hal itu masyarakat mulai resah, khususnya para pedagang dan ibu rumah tangga. Untuk menyikapi kekhawatiran tersebut, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil menyatakan bahwa pemerintah sedang mempercepat pembangunan pipa-pipa gas di setiap rumah tangga dan apartemen. Untuk apa? Hal ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi elpiji 12kg dan juga elpiji 3kg di kalangan masyarakat.

Percepatan pembangunan tersebut juga bertujuan agar semua masyarakat bisa merasakan fasilitas gas alam yang lebih efisien. Gas alam? Apa itu gas alam? Apakah gas tersebut berbeda dengan gas elpiji biasanya? Sebelum Anda menjadi bingung dengan hal ini, berikut kami berikan penjelasan mengenai gas alam dan gas elpiji.

Gas Alam VS Elpiji

Banyak yang belum familiar dengan bahan bakar ini, ini dikarenakan sebagian besar aktivitas masyarakat Indonesia lebih mengenal jenis bahan bakar minyak. Sama halnya dengan bahan bakar minyak yang memiliki varian seperti premium, pertamax dan solar, jenis bahan bakar gas pun memiliki varian yang berbeda, yaitu LNG dan LPG.

Jenis bahan bakar gas LNG (Liquid Natural Gas) lebih umum dikenal dengan istilah gas alam. Jenis gas yang satu ini merupakan bentuk gas alam cair yang memiliki kandungan campuran dari gas metana dengan propana. Sedangkan, untuk varian gas satunya yaitu LPG atau yang lebih umum disebut elpiji merupakan gas petroleum cair yang memiliki kandungan campuran butana dan isotana.

Manfaat yang Dimiliki

Kedua jenis gas ini sama-sama memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Gas ini digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak di dapur dan juga dijadikan bahan bakar untuk kendaraan bermotor, meskipun belum semua jenis kendaraan bermotor bisa menggunakan bahan bakar ini. Elpiji merupakan primadona bagi kaum pedagang makanan dan juga ibu-ibu rumah tangga. Ini dikarenakan jenis bahan bakar satu ini membuat proses memasak menjadi lebih cepat matang dan perabotan masak yang digunakan tidak terlalu kotor. Makanya, tak heran kalau elpiji memiliki banyak peminat dan harga jualnya melambung sangat tinggi.

Hampir sama dengan elpiji, jenis bahan bakar gas alam juga dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak dan juga bahan bakar kendaraan bermotor. Akan tetapi, gas LNG ini memiliki proses pembakaran yang lebih cepat dan ringan. Selain itu, dari sisi perekonomian gas alam memiliki keuntungan yang lebih besar daripada elpiji. Materi yang dimiliki gas ini memiliki proses penyimpanan dan pengangkutan yang lebih mudah dibandingkan elpiji, sehingga bisa menekan biaya operasional dan juga distributornya. Dengan begitu, jenis gas ini lebih ramah di kantong konsumen.

Persaingan Harga

Kedua bahan bakar gas ini memiliki persaingan harga yang kompetitif, seperti yang tergambar pada table berikut ini.

Gas AlamElpiji
  • Pemasangan pipa di wilayah perumahan 

(harga pesatu unit pemasangan pipa di sebuah rumah): Rp 4.000.000

  • Pemakaian per-bulan: Rp 30.000 – Rp 50.000
  • Harga elpiji ukuran 3kg: Rp 12.750/tabung
  • Harga elpiji ukuran 12kg: Rp129.000/tabung

Dari table tersebut kita bisa melihat bahwa untuk menggunakan fasilitas gas alam, Anda membutuhkan dana yang cukup besar pada awal pemasangan pipa. Akan tetapi, biaya yang harus Anda keluarkan setiap bulannya relatif lebih murah, yaitu sebesar Rp 40.000-Rp 60.000 tergantung dari ukuran kubik pemakaian Anda setiap bulannya. Bayangkan jika setiap bulannya Anda menghabiskan 2 sampai 3 tabung gas elpiji, Anda harus mengeluarkan uang sebesar Rp 40.000 jika menggunakan elpiji 3kg, dan Rp 387.000 jika menggunakan elpiji 12kg.

Selain itu, Anda tak perlu khawatir kehabisan gas ketika sedang digunakan memasak jika menggunakan gas alam. Sayangnya, gas alam ini belum bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Untuk saat ini gas alam hanya menjangkau wilayah-wilayah tertentu itu.

Terlepas dari hal tersebut, baik menggunakan gas alam ataupun elpiji, sudah sepatutnya kita menggunakan bahan bakar yang tersedia dengan bijak. Agar sumber bahan bakar ini tetap bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama