Hal Sepele Namun Mempengaruhi Pengajuan Kredit Bank

Ketika pengajuan kredit ditolak sering kali calon nasabah merasa kesal, namun mungkinkah ada beberapa hal yang sering dilupakan tetapi ini yang mempengaruhi pengajuan Anda.

Ditolak saja sudah kaget. Apalagi ditolak tanpa penjelasan. Bank tidak pernah memberikan penjelasan secara detail kenapa sebuah pinjaman ditolak. Itu kebijakan umum. Ini yang sering kali membuat banyak orang bingung dan geram.

Aplikasi Pengajuan Kredit

Ketika kebutuhan akan dana cepat terdesak justru sulit untuk karena pengajuan kredit ditolak. Peminjam senantiasa merasa bahwa semua syarat sudah dipenuhi dan punya kemampuan membayar cicilan. Lalu Kenapa ditolak?

Mungkin beberapa hal inilah penyebabnya. Jangan dulu kesal atau putus asa, coba cermati kembali hal-hal di bawah ini.

1. Peran Penting KTP untuk Kebutuhan Finansial

Kartu Tanda Penduduk e-KTP

KTP (Kartu Tanda Penduduk) adalah identitas resmi yang berfungsi sebagai bukti diri bahwa kita adalah penduduk Indonesia yang diterbitkan oleh Instansi Pemerintah yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

Dari penjelasan tersebut terlihat jelas bahwa KTP merupakan salah satu Dokumen Penting dan Resmi dan diperlukan dalam banyak hal. KTP menduduki peringkat teratas untuk dokumen yang bisa dipercaya oleh pihak lain.

Jadi tidak aneh jika bank selalu memasukan KTP pada daftar utama persyaratan kredit. Pemberian fasilitas kredit dapat diperoleh setelah dilakukannya identifikasi dan persetujuan kedua belah pihak. Begitu juga dengan proses peminjaman uang.

2. Domisili Kota Besar Kredit Lebih Mudah Disetujui

Setelah KTP hal berikutnya yang perlu Anda cermati adalah wilayah domisili atau tempat tinggal. Syarat ini memang tidak tercantum di setiap formulir aplikasi kartu kredit, namun berpengaruh untuk semua pengajuan kredit.

Contoh wilayah-wilayah yang tidak memungkinkan Anda mendapatkan kartu kredit seperti tinggal di pedalaman Irian Jaya, di perbatasan Kalimantan, ujung Sumatra atau katakanlah di kampung halaman kami desa terpencil di Belitung.

Tidak semua daerah menjadi jangkauan bank yang mungkin Anda pilih. Selain itu, bank akan sangat selektif terhadap aplikasi yang diajukan oleh calon pelanggan yang berdomisili di luar jangkauan wilayah bisnisnya.

Oleh karena itu, usahakan agar Anda mengajukan pembuatan kartu kredit di bank penerbit sesuai domisili. Untuk mengetahui kota-kota yang sudah termasuk wilayah pemasaran kartu kredit, Anda bisa mengetahuinya dari nomor telepon card center bank-bank penerbit kartu kredit yang ada.

3. Pentingnya Telepon Rumah Alias Fix Line

Telepon Rumah

Di era telepon pintar seperti sekarang banyak orang sudah mulai mengabaikan peranan telepon rumah, padahal telepon rumah berperan penting dalam setiap pengajuan kredit di bank. Ini juga yang sering kali tidak diperehtikan calon nasabah, sehingga kredit mereka ditolak.

Banyak orang yang menyepelekan masalah telepon saat apply kartu kredit. Padahal, justru hal sepele ini terkadang malah yang menentukan sukses atau tidaknya apply yang Anda ajukan. Telepon fixed line sangat penting bagi analyst credit.

Peran utamanya adalah dapat memberikan gambaran bahwa Anda bukan orang yang nomaden (suka pindah-pindah), beberapa bank mensyaratkan Anda mempunyai 3 sambungan telepon fixed line yaitu di rumah, di tempat kerja, dan saudara yang tidak serumah.

Beberapa bank mensyaratkan Anda mempunyai 3 sambungan telepon fixed line yaitu dirumah, ditempat kerja, dan saudara yang tidak serumah, tetapi ada juga yang mensyaratkan minimal dua sambungan fixed line yaitu ditempat kerja dan saudara yang tidak serumah.

Kenapa nomer telepon fixline itu penting? Bank tentunya ingin menjamin data yang diberikan benar-benar fix. Untuk itulah telepon fixed line dibutuhkan. Data yang Anda berikan saat memasang telepon di Telkom adalah data yang asli, data yang valid. Berbeda dengan HP, masih bisa diakali, dan bisa dibuang sewaktu-waktu.

4. Penghasilan Minimum Mempengaruhi Persetujuan Bank

Bank punya kebijakan bahwa maksimum cicilan pinjaman tidak boleh melebihi prosentase tertentu, misalnya 30%, dari penghasilan bulanan. Jika berdasarkan analisa ditemukan bahwa porsi cicilan terhadap penghasilan diatas batas yang ditentukan oleh bank, maka pengajuan kemungkinan besar ditolak. Biasanya bank menentukan minimum penghasilan Rp6 juta sebulan, namun begitu ada yang mensyaratkan penghasilan lebih tinggi. 

Bank mengkaji serta meverfikasi jumlah penghasilan tersebut. Oleh karena itu, pada saat pengajuan, calon peminjam harus memastikan bahwa jumlah penghasilannya memadai untuk membayar cicilan pinjaman.

Pengajuan Kredit Online Saat Ini Semakin Mudah

Ajukan Pinjaman Online

Itulah beberapa hal yang sering kali diabaikan, namun sangat berpengaruh pada pengajuan kredit. Pengajuan secara online pun saat ini semakin dimudahkan. Jika dahulu Anda harus langsung menuju bank terdekat, saat ini hanya dengan internet Anda bisa menjangkau semuanya.

Salah satunya melalui KreditGoGo yang menyediakan layanan pengajuan online untuk beragam produk keuangan seperti kartu kredit dan pinjaman dari bank terbaik di Indonesia. Hal yang membuatnya berbeda juga adalah pengajuan yang berbuah bonus menguntungkan.

Spesial hanya di KreditGoGo Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih ketika mengajukan kartu kredit ataupun pinjaman. Setiap pengajuan disetujui akan berbuah hadiah menarik yang melengkapi kebutuhan Anda. Ajukan sekarang dan raihlah untung lebih banyak!

Baca juga:
Mudah dan Aman Mengajukan Kartu Kredit via Online
Mabes Polri: Hati-Hati Mengajukan Kartu Kredit di Mall

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama