Gokil! Penjara Guantanamo Habiskan Rp 10 Miliar per Tahanan

Penjara Guantanamo sebagai LP menjadi tempat tahanan yang memakan biaya paling mahal di dunia? Gitmo menhabiskan Rp 10 miliar per hari

Guantanamo sering disebut sebagai penjara paling mahal yang pernah ada di muka Bumi. Rumah pesakitan itu dimiliki dan dijalankan oleh Amerika Serikat yang terletak di Teluk Guantanamo, Kuba. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengatakan bahwa ia berniat untuk menutup pusat penahanan tersebut, karena telah menghamburkan $ 900.000 atau sekitar Rp 10 miliar per tahanan dalam satu tahun. 

Sungguh di luar dugaan memang akan jalan pikir Pemerintah AS, yang rela menghabiskan dana yang edan-eling demi sebuah lembaga permasyarakatan. Anda kemudian akan tercengang ketika mengetahui perbandingannya dengan narapidana di Indonesia yang hanya membutuhkan biaya sebesar Rp 8500 untuk satu kali makan

Guantanamo penjara yang kejam

12 tahun sudah Gitmo berdiri, hampir 800 orang telah dipenjarakan di Guantanamo. Ratusan orang ini pun telah kehilangan lebih dari satu dekade hidup mereka. Bahkan sembilan di antaranya meninggal dunia. Menurut sumber, mereka yang di jebloskan ke penjara adalah teroris ataupun musuh-musuh dari Negeri Paman Sam yang ditangkap di Irak dan Afghanistan. 

Mungkin Anda sendiri sering menyaksikan cuplikan tentang kengeriannya di film-film box office yang menayangkan kekejaman dari Guantanamo, seperti Escape From Guantanamo, atau bahkan film komedi Harold & Kumar Escape From Guantanamo Bay. Setidaknya itu dapat memberikan Anda gambarang tentang kehidupan disana, mungkin tidak akan sama, tapi ada bayangan yang konkret. 

Dan rasanya tak pantas untuk membandingkannya dengan penjara Alcatraz yang terkenal semenjak di bangun pada tahun 1847 itu, atau dengan Nusakambangan Indonesia. 

Amerika Serikat berencana menutupnya

Presiden Barack Obama yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Jakarta pernah berjanji untuk menutup penjara ini di 2008. Ia sempat mengeluarkan 11 tahanan sejak musim panas. Hal ini sebagai bukti bahwa ia serius menangani persoalan HAM untuk membebaskan orang-orang yang sejak lama ditahan, namun terbukti tak bersalah. 

Pengeluaran 11 orang itu juga sebagai tanda awal mungkin saja Amerika bakal menutup Guantanamo. Penjara itu sendiri hadir untuk menahan serangan musuh dalam perang melawan teror. Tetapi, tujuan dibangunnya Guantanamo adalah untuk melindungi kebebasan. 

Pentagon memperkirakan telah menghabiskan sekitar $ 150 juta atau Rp 1,7 trilun per tahun untuk mengoperasikan penjara dan sistem pengadilan militer di Naval Base AS di Kuba demi memerangi terorisme. Dengan jumlah 166 tahanan, itu mampu menghabiskan biaya tahunan sebesar $ 903.614 atau sekitar Rp 10 miliar per tahanan. 

Sebagai perbandingan, penjara keamanan super maksimum di Amerika Serikat menghabiskan sekitar $ 60.000 atau Rp 700 juta sampai $ 70.000 atau Rp 800 juta. Dan rata-rata pengeluaran yang dihabiskan di semua penjara federal adalah sekitar $ 30.000 atau Rp 345 juta. Itulah alasan yang menguatkan pemerintah untuk menutupnya karena biaya yang tidak efisien, hanya untuk mengamankan sampah masyarakat. 

Tahanan Guantanamo tidak pernah diadili

Guantanamo memang merupakan peninggalan presiden AS sebelumnya, yaitu George W. Bush, sepanjang perjalanannya selama satu dekade. Meski jauh dari sorotan media, itu telah menjadi sasaran kritik oleh kelompok-kelompok HAM, pemerintah asing dan disebut-sebut menodai reputasi kedigdayaan Amerika Serikat. Dokumentasi pun sulit dilakukan, karena saking ketatnya keamanan yang diberlakukan di Teluk Guantanamo tersebut.  

Tidak hanya penindasan, semua tahanan yang berada di dalamnya disangsikan tentang kesalahannya. Di antara narapidana saat ini, sembilan telah didakwa dengan kejahatan atau dihukum, 24 dianggap memenuhi syarat untuk kemungkinan penuntutan, 86 telah dibersihkan untuk dibebaskan dan 47 dianggap terlalu berbahaya untuk dilepas ke masyarakat tetapi tidak menghadapi penuntutan. Namun hingga saat ini, kekhawatiran tentang keamanan telah mencegah gagasan membebaskan mereka, karena takut kelak akan kembali menjadi ancaman ke Amerika Serikat.

10 miliar setara dengan kesejahteraan rakyat Indonesia

Bila kita bandingkan dengan kurs rupiah, maka uang senilai Rp 10 miliar tersebut dapat setara dengan animo masyarakat yang hendak menukarkan uang baru di BI dalam setiap hari taktala mendekati Lebaran. Atau sama dengan biaya alokasi Pasar Murah yang dilakukan oleh pemerintah Jawa Barat dalam rangka menyambut Idul FItri 2014

Menurut sumber Kompas, sepuluh miliar tersebut dapat dipergunakan untuk membangun rumah sakit jiwa. Dan apabila diukur dari segi pengeluaran militer dan keamanan nasional, biaya untuk empat narapidana sama dengan biaya pelatihan pilot tempur Angkatan Udara Amerika Serikat sebesar $ 3,6 juta per percontohan. Dan jika diperbolehkan berandai-andai, uang tersebut akan sangat berguna bagi rakyat Indonesia yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama