CPNS Banyak Saingan, Bisnis Franchise Jadi Rencana Cadangan

Banyaknya orang yang mendaftar CPNS bikin persaingan makin ketat. Ada baiknya jika Anda siapkan rencana alternatif, antisipasi jika tidak lolos seleksi.

Bukan maksud hati pesimis, tapi tak bisa dipungkiri bahwa untuk menjadi PNS(Pegawai Negeri Sipil) tidak mudah. Proses seleksi dan tes yang ketat, serta persaingan antar pencari kerja sangat tinggi.

Ketimbang menganggur jika tak lolos tes seleksi, tidak ada salahnya Anda juga menyiapkan rencana cadangan. Menjadi wirausaha bisa jadi alternatif profesi yang cukup menjanjikan dari segi penghasilan.

Membangun usaha sendiri bukan perkara mudah. Butuh keterampilan dan strategi yang matang. Bagi yang awam dunia usaha, Anda bisa menggeluti usaha franchise atau waralaba yang kini menjamur di Indonesia. Omzetnya bisa mencapai puluhan juta sebulan, bahkan ada yang sudah miliaran.

Apa saja yang Anda harus persiapkan untuk memulai usaha waralaba ini? Berikut adalah hal-hal yang harus Anda persiapkan.

Pelajari Sistem Waralaba Pilihan

Saat ini banyak sekali perusahaan waralaba (franchisor) yang menawarkan usaha dengan sistem franchise di Indonesia. Ketika Anda menentukan pilihan mengambil usaha waralaba, Anda harus mengenal sistem bisnis yang dijalankan.

Baca juga: Daftar CPNS, Pahami Dulu Tata Cara dan Persyaratannya!

Tanyakan dengan detail mengenai sistem yang ditawarkan oleh franchisor pilihan. Mulai dari operasional usaha, pembagian keuntungan, syarat penggunaan usaha dan juga hak dan kewajiban Anda. Sebab, walaupun jenis usahanya waralaba, tetap saja risiko untuk gagal selalu ada.

Hitung Modal dengan Cermat

modal bisnis franchise

Berbisnis waralaba butuh modal yang beragam. Ada yang menawarkan mulai dari juta-an hingga ratusan juta rupiah. Semua itu tergantung dari jenis usaha yang akan Anda geluti nantinya.

Biasanya, Anda harus menyetorkan modal dimuka untuk membeli merk dan hak dagang dari fanchisor. Selain itu, juga untuk sewa tempat dan alat operasional, saat Anda membuka sebuah gerai.

Jumlahnya tentu berbeda, tergantung franchisor yang Anda pilih sebagai mitra. Kisarannya mulai dari Rp3 juta – Rp5 juta untuk usaha minuman model bubble drink dan Rp40 juta untuk dana waralaba kuliner lokal.

Dalam skala usaha yang lebih besar seperti laundry atau minimarket modal yang harus Anda siapkan berkisar Rp200 juta – Rp400 juta. Biaya tersebut tentunya diluar biaya sewa tempat yang harus Anda siapkan juga nantinya.

Baca juga: Pilih Pinjaman Pribadi yang Sesuai Gaji

Untuk modal usaha ini sebaiknya Anda memang menggunakan dana pribadi. Namun, Anda bisa mengajak teman atau kerabat sebagai partner jika tabungan Anda belum cukup.

Cara lain untuk mendapatkan modal bisa lewat kredit usaha yang berbunga ringan. Tetapi, harus ingat bahwa risiko berbisnis ini sangat besar terutama di masa awal usaha.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda memilih pendanaan yang bersifat aman selama satu tahun ke depan.

Lokasi, Lokasi, Lokasi

Setelah tentukan jenis bisnis dan menghitung modal, saatnya cari tempat dagang. Yang perlu Anda ketahui, setiap franchisor memiliki kebijakan berbeda tentang pemilihan lokasi.

Ada yang memiliki kriteria khusus hingga menyediakan langsung tempat usahanya. Ada juga yang menyerahkannya langsung kepada pengelola usaha.

Jika pilihan Anda adalah yang terakhir, carilah lokasi yang memang strategis dan dapat mudah dijangkau oleh konsumen. Pilihlah tempat yang mudah dilihat oleh calon konsumen Anda seperti menghadap jalan agar konsumen lebih mudah menemukannya.

Bila usaha yang dijalankan masih dalam skala kecil, Anda bisa bekerja sama dengan minimarket atau ruko. Cara ini akan lebih mudah dan hemat dibandingkan menyewa gedung atau membangun tempat sendiri secara terpisah.

Operasional Usaha

Untuk kegiatan operasional usaha biasanya sudah ditentukan mana saja yang menjadi kewajiban dari franchisor dan juga pemegang usaha melalui perjanjian khusus. Pastikan Anda mengetahui kegiatan operasional mana saja yang menjadi kewajiban Anda.

Baca juga: Tingkatkan Laba Bisnis Franchise dengan 8 Cara Ini

Tidak sedikit franchisor yang membebankan untuk biaya operasional khususnya untuk penggajian karyawan dibebankan kepada pengelola secara langsung. Hal ini akan berpengaruh kepada pendapatan usaha Anda setiap bulannya.

Pertimbangkan baik-baik ketika Anda akan melakukan proses rekrutmen karena sudah dipastikan Anda tidak akan mendapat laba di masa awal usaha ini berjalan.

Dilarang Dalam Bisnis Franchise

Perjanjian antara franchisor dan Anda sebagai pemilik lisensi menjadi dasar atas semua kegiatan usaha. Dalam perjanjian tersebut tentunya diberikan hak dan kewajiban antara dua belah pihak.

Ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan saat mengambil usaha waralaba. Salah satunya, membuat kebijakan operasional secara sepihak selama menjalankan usaha.

Selain itu, Anda tentu tak diizinkan menjual produk lain yang berada di luar kategori kerjasama antara Anda dengan franchisor. Walaupun dengan menjual produk tersebut Anda bisa mendapat keuntungan lebih, tetapi ini tentunya akan berpengaruh kepada merek dagang dari franchisor.

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah Anda harus menjaga kualitas layanan dan juga produk yang Anda jual. Franchisor biasanya akan melakukan quality control terhadap para mitra usaha mereka untuk memastikan para mitra memenuhi standar kualitas mereka. Bila tidak sesuai, tentunya bisa berakibat fatal hingga pemutusan kerjasama.

Baca juga: Pilih Bisnis yang Cocok dengan Kepribadian

Keempat hal diatas tentunya tidak bersifat mutlak dan kembali kepada kesepakatan dan perjanjian antara frachisor dan juga pengelola usaha. Anda bisa memilih dan memilah mana kira-kira usaha franchise yang akan sesuai dengan kemampuan Anda.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama