Bahkan, Kecoa Pun Bisa Menghasilkan Uang?!

Pernahkah Anda terpikir bahwa kecoa bisa menghasilkan uang? Bisa, ternyata penghasilan yang didapat juga lumayan besar dan menguntungkan lho!

Siapa sangka Kecoa! binatang yang identik dengan sesuatu yang kotor dan bau ini ternyata bisa memberikan penghasilan juga lho!

Jinan, Cina

Siapa sangka, berangkat dari hobinya yang gemar beternak serangga, Wang Fuming menjadi perusahaan kecoa sukses di Cina. Ide menjadi peternak kecoa berawal saat telur kumbang yang hendak diteteskan banyak yang mati gara-gara terkontaminasi telur kecoa.

Saat itulah Wang terpikir untuk mengembangbiakkan makhluk warna cokelat dengan antena di kepala ini yang ternyata sangat mudah dikembangbiakkan. Memberi pakannya juga tergolong mudah, cukup diberikan limbah sayuran yang ada disekitar tempat tinggalnya.

Modal Awal Yang Dikeluarkan Wang Fuming

Pada tahun 2010, dengan bermodalkan telur kecoa Jerman dan Amerika, serta bekas kandang ayam dan genteng, pria berkacamata ini memulai ternak kecoanya. Wang hanya mengeluarkan USD 3,25 atau Rp 37 ribu untuk modal awal dengan keuntungan yang didapat USD 11 atau setara dengan Rp 127 ribu.

Pada saat itu, harga kecoa kering per pound hanya USD 2 atau tak lebih dari 23 ribu. Kini harganya sudah 10 kali lipat USD 20 atau lebih dari Rp 230 ribu per pound.

Jumlah Peternakan Kecoa Yang Dimiliki Wang

Wang sudah memiliki 6 peternakan kecoa dengan populasi kecoa mencapai 10 juta ekor di Jinan, Cina. Bahkan, saat ini Wang tercatat sebagai peternak kecoa terbesar di China, bahkan sedunia. Yaw, bayangkan ada kecoa sebanyak itu.

Ternyata Kecoa Banyak Dicari Konsumen!

Selain restoran atau tabib, tercatat lima perusahaan farmasi menjadi konsumen tetap para peternak kecoa yang mengolah kecoa menjadi obat tradisional mulai dari mengatasi kebotakan, obat AIDS, kanker, dan bahan baku vitamin serta suplemen.

Pabrik kosmetik besar Asia juga menggunakan sayap kecoa untuk mendapatkan protein atau selulosa murah bagi produk mereka. Bahkan, keluarga Wang sendiri mengkonsumsi kecoa, cukup dengan menambahkan garam, rasa kecoa goreng ini tidak kalah lezat dengan makanan renyah lainnya.

Di atas adalah sepenggal cerita sukses beternak kecoa di Cina. Bagaimana dengan di Indonesia?

Surabaya, Jawa Timur

Namanya Mifta Alfian Rizki, seorang yang juga sukses dengan bisnis kecoa, yaitu kecoa Madagaskar. Berawal dari tiga pasang kecoa pemberian temannya, dia membudidayakan kecoa Madagaskar pada tahun 2009. Menurutnya, kecoa ini sangat unik, menarik dan eksotis.

Ukurannya juga jauh lebih besar dibandingkan dengan kecoa biasa. Pada usia enam sampai delapan bulan, panjangnya bisa mencapai 9 cm. Sedangkan saat usianya lebih dari setahun panjangnya bisa mencapai 13 cm. Wow!

Kecoa yang tidak memiliki sayap ini tidak berbau dan dapat mengeluarkan bunyi desis saat tubuhnya ditekan yang merupakan senjata andalan yang digunakannya untuk mengejutkan pemangsa.

Bagaimana Cara Membudidayakannya?

Walaupun bukan binatang asli Indonesia, membudidayakan kecoa Madagaskar yang dikenal dengan bahasa latin Gromphadorhina portentosa ini tidak sulit. Kecoa asal Amerika Serikat ini memiliki gerakan yang lebih lambat dari kecoa yang sering ditemui di rumah, sehingga gampang ditangani.

Kandang kecoa bisa terbuat dari terrarium, akuarium khusus untuk reptil, atau menggunakan kontainer plastik. Sebaiknya, kandang didesain menyerupai habitat aslinya di hutan. Kecoa Madagaskar dapat hidup dengan baik dalam suhu ruangan, kelembapan indoor, dan jangan sampai tempatnya berjamur.

Kecoa Madagaskar merupakan jenis hewan omnivora atau pemakan segala. Pakannya cukup diberikan sayuran, buah-buahan, atau pelet satu mangkuk sekali dalam seminggu. Dalam sebulan, Mifta hanya menghabiskan biaya Rp 20.000–Rp 50.000 untuk pakan.

Usia Produktif Untuk Indukan

Kecoa ini sudah mulai produktif ketika berusia enam sampai delapan bulan. Dalam sekali beranak dapat menghasilkan sekitar 20–60 ekor anakan kecoa. TOP!

Perbedaan jantan dengan betina adalah kecoa jantan memiliki ukuran tubuh lebih besar dari betina. Selain itu, pejantan juga memiliki tanduk kecil dengan rambut-rambut halus di dekat kepalanya.

Pasaran Untuk Kecoa Madagaskar

Untuk kecoa dewasa produktif dibanderol dengan harga Rp 50 ribu-Rp 75 ribu per pasang. Sedangkan untuk kecoa yang sudah tua dijual seharga Rp 10 ribu-Rp 20 ribu per pasang.

Selain buat hewan peliharaan, kecoa berwarna hitam dan cokelat ini juga bisa dijadikan pakan untuk hewan peliharaan lain seperti reptil, tarantula, ikan dan lain-lain. Kecoa jenis ini memiliki kandungan protein tiga kali lebih tinggi dibandingkan jangkrik.

Ada-ada saja yah bisnis yang satu ini. Akhir-akhir ini memang banyak sekali bisnis-bisnis aneh bermunculan. Jadi, apakah Anda terinspirasi untuk beternak kecoa?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • fitry

    boleh tau alamat / dan no hp sdr miftah surabaya

    Reply