Apa Saja Sih Film yang Mengajarkan Anda tentang Finansial?

Film Hollywood biasanya diangkat dari sebuah riset. Riset apa pun. Nah, bagi kamu yang belum nonton, film-film terbaik ini akan mendidik watakmu dalam hal keuangan.

Pernah dengar Hollywood? Sobat GoGo pasti sering dong menonton film-film produksi sana? Bagi orang Indonesia, menonton film Hollywood pasti rasanya seperti baca buku pelajaran hidup yang rasanya berbeda dari baca novel. Orang Indonesia kalau disuruh baca buku pasti malas. Benar kan? Tapi kalau cerita dalam buku difilmkan oleh Hollywood, pasti rasa penyampaiannya berbeda dari buku, walau isinya sama. Misalnya seperti serial Harry Potter. Bagi kamu yang sudah pernah baca bukunya, pasti rasanya ‘beda’ dengan versi visualnya. Ya, memang begitulah film. Kadang orang baru merasa ngeh kalau sudah lihat filmnya.

Sama halnya dalam hal keuangan. Baca buku tentang keuangan tentunya akan sangat membosankan dibanding menonton filmnya. Bagaimana orang Indonesia bisa melek tentang finansial/keuangan kalau cara pandangnya belum tercerahkan. Betul enggak?

Nah, dari film-film ini, kita bisa memetik suatu pelajaran tentang keuangan. Suatu pelajaran berharga yang dapat mencerahkan cara pandang kita terhadap bidang ini. Berikut adalah film yang mengangkat aspek keuangan/ekonomi/finansial dalam intrinsik cerita.


Confession of A Shopaholic, Bijak Mengelola Kartu Kredit

Film ini bercerita tentang seorang wanita yang gila belanja. Sang wanita begitu sering berbelanja dengan kartu kredit hingga utang kartu kredit menggunung, dan membuat dirinya sampai dikejar-kejar debt collector. Film ini mengajarkan kepada kita agar bijak menggunakan kartu kredit. Misalnya, membayar tagihan bulanan sesuai tagihan, tepat waktu, dan membatasi penggunaan kartu kredit agar tidak di luar batas limit (overlimit).


Knocked Up

Knocked Up, Antisipasi Biaya Tak Terduga

Ben Rogan (Seth Rogan) hidup hanya dari jaminan sosial dengan kerja tidak tetap. Suatu hari, ia mendapati dirinya punya anak dari seorang perempuan. Ia pun dituntut harus bertanggung jawab atas anak dan ibu dari anaknya itu. Hikmah yang bisa dipetik dari film ini adalah bahwa dalam hidup, pasti akan ada kejadian tak terduga. Kejadian yang tak terduga itu kadang membutuhkan biaya yang cukup besar. Kejadian itu misalnya, sakit, kecelakaan, laptop rusak, atau ponsel hilang di bus. Karena itu, kamu membutuhkan dana cadangan yang siap digunakan kapan saja ketika hal itu terjadi.

Film ini mendidik kita agar menyisihkan sebagian penghasilan bulanan kita untuk digunakan sebagai dana cadangan. Dana cadangan itu bisa diinvestasikan dalam bentuk deposito berjangka pendek. Atau, bisa juga dalam bentuk emas. Rencana keuangan jangka panjang untuk hal ini adalah bisa juga memiliki asuransi. Dari berbagai instrumen investasi yang disebutkan, intinya adalah kamu harus siap untuk kejadian tak terduga, dan tahu bagaimana cara menanganinya.


Trading Places, Bankir yang Tak Pernah Puas.

Film ini adalah film komedi yang dikemas cerdas namun ringan. Dibintangi Dan Aykroyd dan komedian kawakan Eddie Murphy, film ini bercerita tentang seorang bankir kaya, yang kemudian bertukar tempat dengan seorang pengemis dan menjadi miskin.

Film ini juga menjelaskan bagaimana jalannya permainan dalam perdagangan komoditas saham. Film ini menjelaskan bahwa dalam bisnis komoditas, waktu yang tepat (timing) akan memberi keuntungan dalam berbisnis.


The Net, Waspada terhadap Fraud

Siapa yang tidak kenal Sandra Bullock? Si cewek dengan bibir seksi ini berperan sebagai seorang analis sistem. Pada suatu pagi, ia terbangun dan menemukan semua data dirinya telah dihapus atau hilang. Nomor Jaminan Sosial (Social Security Number) miliknya pun hilang, dan diganti dengan nama seseorang dengan catatan kriminal banyak.

Film ini mendidik agar kita sangat menjaga kerahasiaan identitas keuangan kita, misalnya kartu ATM, kartu asuransi, kartu kredit, atau kartu BPJS Kesehatan. Film ini mengajarkan agar kita mencatat semua nomor identitas keuangan kita, termasuk menyimpan surat tagihan. Ini penting sebab apabila jatuh ke tangan yang salah, bisa digunakan oleh pencuri. Jika kamu pernah mengalami kehilangan kartu ATM, segera lapor ke polisi saat itu juga. Lalu buatkan surat keterangan kehilangan.

Bila kamu sering berbelanja melalui internet (online shopping), hati-hatilah dalam berbelanja. Banyak sekali spam dan phising untuk mencuri identitas kamu. Carilah situs belanja yang dapat dipercaya. Jangan pernah berbelanja di internet di laman yang tak jelas. Melalui situs-situs berbahaya itu, pencuri dengan mudah mencuri identitas dan kata kunci kartu debit/kredit kamu.


The Counterfeiters, Pemalsu Uang dalam Industri Keuangan

Film ini mengambil sudut pandang kesejarahan. Diangkat dari kisah nyata semasa Perang Dunia II, film ini menggambarkan konflik psikologis yang dialami seorang tahanan Nazi bernama Salomon Sorowitsch (diperankan Karl Markovics). Sorowitsch adalah seorang pemalsu uang yang dipekerjakan di industri uang palsu milik Nazi.

Film ini bercerita tentang bagaimana penguasa menciptakan sistem ekonomi untuk dapat mendukung kebutuhan perang pada saat itu. Tentu saja, kamu akan tahu bagaimana kondisi ekonomi pada masa Perang Dunia II itu, dan bagaimana pemerintah menyembunyikan kebangkrutan. Untuk prestasi, film ini berhasil memenangkan Academy Awards tahun 2007 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.


Uptown Girls, Melatih Membuat Rencana Keuangan

Seorang perempuan bernama Molly Gun tak pernah memikirkan soal masa depannya, termasuk keuangannya sendiri. Suatu hari, ayahnya meninggal. Ia pun baru tahu dirinya tak punya uang sama sekali. Dan pada akhirnya, ia bekerja sebagai pengasuh anak untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari.

Film ini menceritakan pentingnya rencana keuangan, baik itu rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam rencana keuangan itu, kamu bisa mengatur apa saja yang harus dilakukan terhadap keuangan. Film ini menguraikan secara spesifik rencana keuangan yang dapat kamu terapkan, seperti SMART; Spesific (Jelas), Measurable (Bisa Diukur), Attainable (Bisa Dicapai), Realistic (Realistis), Time-Bound (Ada Jangka Waktu).

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama