7 Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Negara

Ketika Ramadan datang ada banyak tradisi menarik dilakukan di Indonesia. Ternyata hal serupa terjadi di berbagai negara lain, ada banyak hal unik yang dilakukan di sana ketika bulan puasa tiba.

Adu Bedug

Ramadan telah tiba! Indonesia sebagai salah satu negara mayoritas umat muslim, saat bulan puasa memiliki beragam tradisi unik di berbagai daerah. Misalnya, berbagai program televisi menayangkan acara spesial Ramadan bahkan sejak dini hari.

Di berbagai daerah warga berkeliling menabuh kentongan untuk membangunkan warga untuk sahur, spanduk besar untuk memberi ucapan selamat beribadah juga terlihat di tepi jalan, dan beragam lainnya.

Sudah pasti, kemeriahan Ramadan tidak hanya terjadi di Indonesia. Ternyata banyak keunikan tradisi yang ditemui di negara lain.

1. Austria

kampanye pengumpulan paket Lebaran

Menjelang bulan suci Ramadan, umat muslim di Austria biasanya menggelar kampanye pengumpulan paket Lebaran untuk keluarga miskin dan hadiah Lebaran untuk anak-anak yatim piatu di Palestina.

Kampanye ini dikoordinir oleh organisasi kemanusiaan Palestina yang ada di Austria. Kampanye yang diberi nama Feeding Fasting Palestinians ini mendapat sambutan positif dari Muslim Austria.

2. Swedia

Ada satu perbedaan besar antara cara merayakan Ramadan di negara-negara Skandinavia dan negara-negara Eropa yang lainnya terkait dengan jumlah umat Islam. Walau mereka minoritas di Swedia, tetapi Ramadan membentuk suasana spiritual berbeda yang dinanti-nanti kehadirannya dari tahun ke tahun.

Begitu mengetahui munculnya hilal, umat Islam Swedia akan saling memberi selamat satu dengan lainnya. Mereka melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid-masjid terdekat. Apabila tidak ada masjid, mereka salat di tempat-tempat yang mereka sewa sementara.

3. Mesir

Bulan Ramadan di Mesir

Bulan Ramadan di Mesir memiliki ciri khas dari cara mereka melakukan penanda bulan puasa. Tiap waktu imsak dan buka puasa, ada meriam yang disulut hingga mengeluarkan bunyi dentuman keras.

Di dataran tinggi Moqattam dekat Citadel terdapat sebuah meriam tua yang digunakan sebagai penanda bulan puasa. Meriam itu diberi nama Hajjah Fatimah, walau meriamnya telah diganti, namanya tetap tak berubah.

Di Mesir juga terdapat tradisi Ramadan yang disebut Maidah Rahman atau hidangan kasih-sayang. Maidah Rahman adalah hidangan makanan gratis bagi orang yang berpuasa. Menunya pun bermacam-macam bahkan ada yang sekelas hotel berbintang.

4. Liberia

Selama bulan Ramadan, umat Islam di Liberia berhenti mendengarkan musik. Bagi mereka, orang yang mendengarkan musik selama Ramadan dianggap berdosa dan menyimpang. Namun ketika pertama menyambut datangnya bulan Ramadan orang-orang Liberia mulai memainkan alat-alat musik dari kayu selama beberapa jam dan disiarkan oleh radio lokal.

Di Liberia, orang yang biasanya membangunkan kaum muslimin untuk makan sahur disebut Papali. Papali bertugas tiga jam sebelum fajar dan berhenti sebentar di tiap rumah, dengan menyanyikan lagu-lagu relijius lokal (sejenis nasyid) dan kalimahyahadat.

5. Yordania

Selama bulan Puasa, warga muslim di Yordania biasa menghias jalan dengan berbagai lampu warna-warni. Selain itu, mereka juga mempunyai peraturan untuk makan dalam satu meja saat berbuka puasa, entah mereka kenal atau tidak.

Untuk hidangan, warga Yordania biasa mengkonsumsi Mansaf danQatayef.Mansaf merupakan olahan daging domba dengan rempah-rempah. Sedangkan Qatayef merupakan kudapan sejenis pancake dengan kayu manis diisi dengan kenari atau gula.

6. USA

Budaya warga muslim di USA

Budaya warga muslim di USA saat Ramadan tidak kalah menarik. Mereka terbiasa untuk berbuka puasa dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan datang ke masjid untuk potluck, anjuran untuk membawa makanan bagi siapapun yang datang dan mereka menikmatinya bersama-sama.

Cara kedua lebih mirip dengan makan bersama tetangga. Baik  tetangga mereka muslim atau non muslim, mereka kerap berkumpul di satu rumah untuk makan besar saat waktu berbuka tiba.

7. China

Beragam aktivitas keislaman diselenggarakan di masjid-masjid China seperti kajian tafsir Alquran sebelum tarawih dan memburu malam Lailatul Qadar. Begitu menjelang hari raya Idul Fitri, kaum Muslimin China juga diselimuti kebahagiaan dan saling mengucapkan selamat satu sama lain.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. 

Setiap negara mempunyai caranya masing-masing untuk menyambut bulan suci. Tidak ada paling benar dan tidak ada yang salah. Bersama dalam perbedaan menjadi hal utama dan tetap menjadi harmoni indah

Baca juga: Idul Fitri ke Bandung? Ke Sini Nih Enaknya

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama