6 Layanan Publik yang Diharapkan Menjadi Gratis

Siapa yang tidak mau pendidikan atau pengobatan gratis? Tentu semua orang menginginkannya. Apa saja sih layanan publik yang diharapkan gratis?

Bila ditawari barang bagus secara gratis, siapa yang bisa menolaknya? Tentu hampir tidak ada. Bila mendapat sesuatu secara cuma-cuma, tentu keuntungan utama yang bisa didapatkan adalah isi dompet yang akan terus terjaga.

Nah, bagaimana kalau barang gratis yang ditawarkan itu merupakan bagian dari hajat hidup orang banyak? Tentu lebih menarik lagi. Sebagai contoh, tentu Anda sudah mendengar program pemerintah mengenai pendidikan gratis selama 9 tahun atau sampai kursi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hampir setiap orang tua ingin anaknya mendapat fasilitas tersebut.

Saat ini, klasifikasi untuk sebuah negara maju cukup bervariasi. Di mana UNDP, Bank Dunia, dan IMF memiliki standar yang berbeda-beda dalam menentukannya. Indonesia sendiri saat ini masih dianggap sebagai negara berkembang, meski dalam beberapa tahun terakhir terus mencatat pertumbuhan ekonomi yang lumayan bagus di saat banyak negara sedang mengalami krisis.

Dengan kondisi ini, pemerintah pun sudah mulai mencanangkan beberapa program khusus yang diklaim pro rakyat kecil seperti untuk pengobatan dan pendidikan. Lantas, apa cuma itu saja? Rasanya masih banyak lagi keinginan gratis lain. Apa itu? Berikut ulasannya:

Pendidikan

Pendidikan adalah salah satu faktor penting yang akan menentukan masa depan seseorang, terutama sekolah. Banyak yang mengatakan, sekolah adalah tempat belajar urutan kedua setelah rumah. Masalahnya, menuntut ilmu di sana tidaklah gratis. Memang, sekarang sudah ada program belajar gratis selama 9 tahun dari pemerintah. Namun, itu cuma berlaku di sekolah-sekolah negeri.

Pendidikan gratis sendiri sering kali diucapkan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Namun, masyarakat miskin di Indonesia kerap berpendapat bahwa pendidikan hanyalah untuk orang-orang yang mampu atau elite saja. Karena, masih banyak yang harus putus sekolah karena beberapa faktor, salah satunya faktor perkonomian.

Ke depannya, tentu kita berharap program pendidikan gratis ini bisa berjalan lebih panjang hingga ke bangku SMA atau bahkan ke pendidikan tinggi.

Pengobatan

Pernah mendengar pepatah, “menjaga lebih baik daripada mengobati”? Hampir tiap orang pasti pernah mendengar ini. Bila melihat dari realitas yang ada sekarang, rasanya ungkapan itu sangat benar adanya. Sebab, biaya kesehatan di masa sekarang tidaklah murah, bahkan sangat mahal. Karena itu, lebih baik menjaga kesehatan daripada menghabiskan uang untuk berobat ke rumah sakit.

Sekarang, siapa yang tidak memimpikan bisa mendapat layanan kesehatan gratis di negara sendiri? Rasanya tidak ada bukan. Memang, saat ini sudah ada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Itu adalah proses peralihan penertiban administrasi identitas peserta Jamkesmas, Askes, Jamsostek dan JKA dalam satu wadah. Namun dalam perjalanannya, masih belum maksimal karena belum bisa dirasakan oleh masyarakat luas, terutama yang berekonomi menengah ke bawah.

Harapannya, tentu kita berharap program ini bisa berjalan lebih baik. Tidak cuma mendapat perawatan gratis, tapi juga pelayanan yang prima.

Internet

Saat ini kita sudah bisa menikmati penggunaan wifi gratis di taman-taman kota karena sudah disediakan oleh pemerintah. Namun, dengan kekuatan koneksi yang terbatas, rasanya penggunaannya juga hanya bisa terbatas untuk membuka situs-situs yang sifatnya ringan seperti sosial media.

Padahal, dibalik itu semua, internet memiliki fungsi yang jauh lebih penting. Seperti untuk sarana sumber pengetahuan dan pembelajaran. Bahkan, di masa sekarang, internet juga dapat menjadi sumber daya yang luar biasa bagi orang untuk belajar keterampilan baru, menjalankan bisnis, berkomunikasi, dan menyebarkan informasi.

Saat ini, untuk bisa mendapatkan koneksi internet yang bagus, mungkin kita harus membayar sejumlah uang pada perusahaan penyedia layanan atau makan serta minum di restoran serta ritel lain untuk bisa menikmati layanan wifi yang lumayan kencang. Namun, apakah harus seperti ini terus? Tentu kita ingin ke depannya semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan akses internet. Apalagi, barang ini sebenarnya bukan lagi sesuatu yang mewah, karena semua orang bisa menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Air

Air adalah salah satu faktor penting dalam kehidupan. Tidak Cuma untuk minum, air juga penting untuk kebutuhan sanitasi yang sangat membantu pencegahan penyakit, serta menjadi salah satu penentu kemajuan industri termasuk pertanian, pertambangan dan manufaktur di sebuah negara.

Di beberapa wilayah dengan kondisi air tanah yang sudah mulai mengering atau tidak bersih. Tentu orang-orang di sana terpaksa membeli air dari pihak penyedia seperti PALYJA di Indonesia. Meskipun masih harus mengeluarkan sejumlah uang, tentu kita berharap suatu saat nanti air akan menjadi fasilitas yang bisa didapat secara cuma-cuma oleh semua lapisan masyarakat.

Listrik

Hampir sama seperti Air, listrik juga menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan. Sekarang, hampir semua kegiatan kita sangat terpengaruh dengan adanya listrik. Bila listrik mati, tentu aktivitas sehari-hari akan menjadi terhambat.

Masalahnya, layanan ini tidaklah murah. Di Indonesia, Tarif Dasar Listrik (TDL) terus naik tiap tahunnya. Selain dengan makin banyaknya pengguna, biaya pembangunan dan perawatan pembangkit listrik juga terus naik tiap tahun.

Banyak negara di dunia saat ini sedang melakukan riset untuk menemukan energi baru yang dapat menjadi sumber tenaga listrik gratis. Tentu kita berharap, itu segera ditemukan sehingga semua orang bisa mendapatkan layanan ini secara cuma-cuma suai dengan keinginannya.

Transportasi Umum

Mobilitas dan konektivitas adalah dua hal yang sangat dibutuhkan di zaman modern ini. Kondisi yang terjadi, di mana setiap orang mesti bekerja hampir setiap hari memungkinkan mereka untuk bepergian lebih jauh.Bagi yang memiliki kendaraan pribadi, mungkin hal ini tidak akan terlalu mengganggu, namun bagaimana untuk yang tidak mempunyainya? Jawabannya mereka mesti mengandalkan kendaraan umum. Masalahnya, penggunaannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Mahalnya ongkos akibat peningkatan harga bahan bakar minyak, jalanan yang macet, kredit mobil yang tinggi, sering membuat masyarakat ogah menggunakan transportasi publik. Namun, bagaimana kalau Anda tidak perlu membayar ongkos? Tentu ceritanya mungkin akan lain.

Bisa saja orang yang tadinya menggunakan kendaraan pribadi menjadi mau memakai transportasi publik. Efek ke depannya, tentu kemacetan akan semakin berkurang. Meskipun terdengar agak sulit terealisasi, tapi tentu kita berharap hal ini bisa menjadi kenyataan bukan?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama