6 Fakta Menarik Mudik Lebaran 2016

Sebagian besar penduduk Jakarta, yang memang berasal dari daerah melakukan mudik. Jakarta akan lengang dan sepi, tetapi tidak hanya itu ternyata ada 5 fakta lain menarik seputar mudik.

Tradisi mudik Lebaran di Indonesia merupakan tradisi sejak dahulu. Berikut ini 6 fakta menarik seputar mudik.

1.Separuh Penduduk Jakarta Mudik

Ketika Lebaran tiba, dipastikan Jakarta akan terlihat lengang disbandinghari lainnya yang selalu macet dan riuh. Ternyata hampir setiap Lebaran faktanya tercatat separuh (50%) jumlah penduduk Jakarta mudik. Tahun ini dari data Kementerian Perhubungan terdapat jumlah pemudik pada Lebaran 2016, mencapai 26 juta jiwa.

2. Mudik Alirkan Dana hingga Rp120 Triliun ke Daerah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memperkirakan dana yang mengalir ke desa 2016 mencapai Rp200 triliun yang dibawa oleh pemudik dalam perayaan Idul Fitri 2016.

Diperkirakan akan ada lebih dari Rp120 triliun dana yang mudik ke daerah dan desa-desa. Dana tersebut datang dari kota-kota besar dan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. iduga sebanyak lebih dari 26 juta pemudik tahun ini. Kalau rata-rata membawa pulang sekitar Rp3 sampai 4 juta kalikan dengan 26 juta ditambah dengan dana remitansi TKI kita bisa mencapai lebih dari Rp120 triliun yang mengalir ke desa.

3. Jumlah Sampah Jakarta Berkurang

Dengan banyaknya penduduk Jakarta pulang kampung, menurut pihak Dinas Kebersihan DKI Jakara membawa pengaruhpengurangan jumlah sampah sekitar 25%. Dalam sehari jumlah sampah di Jakarta mencapai 7.000 ton, saat Lebaran bisa turun menjadi sekitar 5.000 hingga 3.000 ton per hari.

4. Mudik Tidak Hanya dilakukan di Indonesia saja

Perjalanan mudik Lebaran tidak hanya dilakukan warga Indonesia. Ada juga negara lain yang melakukannya yaitu China. Negara dengan penduduk terbesar di dunia ini juga melakukan tradisi pulang kampung saat Imlek. Dengan jumlah penduduk 1.3 miliar lebih Cina menghadapi migrasi warga besar-besaran. China merupakan negara yang memunyai jumlah perpindahan orang terbesar di dunia setiap tahunnya.

5. Angka Kematian Lalu Lintas saat Mudik Lebaran Meningkat

Korlantas Polri berharap angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas saat mudik 2016 menurun. Saat mudik tahun lalu, angka kematian saat mudik sudah menurun dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2014 ada sekitar 3.337 kecelakaan lalu lintas saat mudik. Pada 2015 angka tersebut turun sekitar sembilan persen. "Yang meninggal pada 2014 ada 772 orang dan pada 2015 menurun jadi 646 orang. Kami harap angka ini terus menurun," ujar Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri Komisaris Besar Pol Benyamin di Kakorlantas.

Angka kecelakaan tertinggi saat mudik tahun-tahun lalu yakni sepeda motor. Pada 2014 ada 3.624 kecelakaan dan 2015 ada 3.633. Benyamin mengatakan sejak awal 2016, Korlantas Polri telah melakukan persiapan pengaturan mudik yang diberi nama Operasi Ramadniya (pengganti Operasi Ketupat). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga hari ini (6/7) mendapat laporan jumlah korban jiwa selama arus mudik Lebaran 2016. Diketahui, ada 17 orang yang meninggal selama arus mudik.

6. Bus Tetap Menjadi Favorit

Kasubdit Direktorat Angkutan dan Multi Moda Perhubungan Darat Kemenhub Toto Wicaksana mengatakan, moda transportasi angkutan yang digunakan warga untuk pulang kampung adalah angkutan jalan, penyeberangan, kereta api, laut, dan udara. Jumah pemudik yang menggunakan semua jenis moda transportasi umum mengalami peningkatan, kecuali moda transportasi angkutan jalan.

"Diprediksi sebanyak 4.570.911 pemudik menggunakan transportasi angkutan jalan seperti bus. Angkanya turun 2,7% dibanding Lebaran 2015 yang mencapai 4.697.945 pemudik. Namun masih menjadi favorit,” katanya.

Menurut pengamatan pada tahun 2015 lalu, dari sekian banyaknya alat transportasi, ternyata bus  memiliki peminat paling banyak, yakni mencapai 3.535.700 jiwa, disusul kereta api mencapai 2.785.679 jiwa. Lalu  ketiga angkutan penyeberangan laut yang mencapai 655.895 jiwa, sementara transportasi udara mencapai 461.804 jiwa.

Baca juga:

Apa Sih Asuransi Kecelakaan Diri Itu?

Ini 5 Tempat Tradisi Lebaran Unik dan Berbeda

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama