4 Tahapan Penting dalam Membeli Tanah

Mengingat dana besar yang harus dikeluarkan ketika hendak membeli tanah mengetahui tahapan prosesnya sangat penting untuk terhindar dari kerugian. Untuk itu simaklah tahapannya berikut ini.

aset properti

Tanah merupakan salah satu aset properti yang menarik untuk Anda miliki. Tanah dinilai sebagai salah satu produk properti yang sifatnya fleksibel. Harga tak terpengaruh inflasi, minim perawatan,dan pilihan untuk mendirikan bangunan tertentu.

Ketika Anda ingin membeli tanah proses yang harus dilalui memang lebih rumit dari pada membeli rumah baru. Mengetahui informasi mengenai tahapan dalam membeli tanah sangat penting agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemahaman proses pembelian tanah berguna agar prosesnya berjalan mudah, sah secara hukum, aman, dan nyaman. Nah, agar transaksi jual beli tanah berjalan lancar, baiknya pembeli dan penjual memahami tahapan prosesnya. Khusus untuk tanah, setidaknya Anda akan melewati sejumlah tahapan berikut ini:

1. Perhatikan Kondisi Tanah

Tahapan pertama yang harus dilakukan sebelum Anda memastikan untuk membeli tanah di kawasan tersebut adalah perhatikan kondisi tanahnya. Perhatikanlah jenis tanahnya terlebih dahulu.

Tidak hanya kontur dan jenis tanah saja, namun juga prospek ke depannya. Apakah lokasi tersebut strategis dalam beberapa tahun ke depan, baik infrastruktur ataupun proyek properti lainnya.

2. Periksalah Surat-Surat

PPAT

PPAT

Setelah mengetahui kondisi tanah, merupakan hal utama untuk Anda memeriksa kelengkapan surat-surat tanahnya, termasuk juga nama pemilik dan keabsahannya. Apabila suratnya sudah bersertifikat, maka periksa apakah sertifikat tersebut sudah berpindah tangan.

Jika belum, maka Anda dapat meminta Surat Keterangan Pendaftaran Tanah di kantor kelurahan setempat. Cek keabsahan sertifikat tanah sebelum melakukan akad dengan menggunakan jasa PPAT untuk memeriksanya.

PPAT akan memeriksa keaslian sertifikat tanah tersebut ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Dengan mempercayakan proses ini kepada PPAT maka Anda dapat mengetahui secara terperinci status tanah tersebut misalnya asli sedang dijaminkan, dalam sengketa atau tidak.

3. Membuat Akta Jual Beli (AJB)

Akta Jual Beli (AJB)

AJB (Akta Jual Beli) perlu dibuat guna mengukuhkan bahwa ke depannya, tanah tersebut telah dipindahtangankan. Nah, setelah memastikan surat tanah tersebut tidak bermasalah, maka langkah selanjutnya ialah membuat surat AJB (Akad Jual Beli) oleh PPAT.

Beberapa persyaratan yang wajib dibawa oleh penjual dan pembeli antara lain:

Pihak Penjual

  • Sertifikat tanah asli
  • KTP penjual suami/istri
  • Jika penjual suami/istri meninggal, maka perlu membawa serta akta kematian
  • Bukti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) 10 tahun terakhir
  • Surat persetujuan suami/istri
  • KK (Kartu Keluarga)

Baca juga: 6 Hal Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli Tanah

Pihak Pembeli

  • KTP
  • KK (Kartu Keluarga)
  • Keduanya lalu mengunjungi kantor PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk pengajuan AJB.

Selain kantor PPAT, pihak pembeli dan penjual juga bisa melakukan di kantor notaris ataupun kantor kecamatan yang umumnya ditunjuk sebagai kantor PPAT sementara. Beberapa proses yang bakal dilakukan antara lain;

a. Persiapan

Langkah pertama adalah dilakukan pemeriksaan terhadap keaslian surat tanah yang dibawa untuk mengetahui bahwa tanah tersebut sedang tidak dalam sengketa ataupun digadaikan.

Penjual juga perlu menyertakan surat keterangan bahwa tanah tersebut tidak sedang dalam sengketa. Sementara pihak pembeli, membuat surat pernyataan tentang ketidakberhakannya atas tanah yang melebihi batas luas maksimal.

Penjual membayar Pajak Penghasilan (PPh) dengan rumusan, PPh = NJOP/harga jual x 5%. Sementara pihak pembeli, membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan perhitungan, BPHTB = NJOP/(harga beli – nilai tidak kena pajak) x 5%.

b. Pembuatan

Dihadiri oleh pihak penjual dan pembeli. Jika salah satunya tidak dapat hadir, maka bisa dikuasakan dengan dengan surat kuasa tertulis dan dihadiri oleh minimal 2 orang saksi. Umumnya adalah karyawan di kantor notaris ataupun PPAT yang ditunjuk.

AJB akan terdiri dari 2 lembar. Lembar pertama akan disimpan di kantor PPAT atau notaris yang ditunjuk, sementara lembar lainnya diserahkan ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk keperluan balik nama. Penjual maupun pembeli hanya berhak menyimpan salinannya.

4. Menyerahkan Berkas ke BPN

Berkas ke BPN

Kemudian langkah terakhir setelah AJB selesai dibuat Anda menyerahkan berkas ke BPN. Tahap ini dilakukan untuk mengurus balik nama sertifikat dan menjadi tanggung jawab PPAT. Penyerahan berkas AJB yang asli tersebut harus dilakukan selambat-lambatnya selama tujuh hari setelah penandatanganan.

Penyerahan AJB juga turut menyertakan surat permohonan balik nama dengan tanda tangan pembeli, sertifikat hak atas tanah, KTP penjual dan pembeli, bukti lunas Pph, serta bukti lunas BPHTB. Setelah penyerahan berkas, petugas akan membuatkan surat tanda bukti penerimaan proses balik nama.

Selanjutnya nama penjual dalam buku tanah dan sertifikat akan dicoret dengan tanda tangan dari kepala kantor pertanahan. Nah, sudah selesai tahapan membeli tanah ini, semoga Anda dapat memahaminya sehingga terhindar dari kerugian.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Surat Jual Beli Tanah

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama