4 Kebohongan yang Membuat Bank Ragu Memberikan Pinjaman

Tak jarang, calon nasabah memberikan data tidak valid saat ingin mengajukan pinjaman ke bank. Inilah 4 kebohongan yang membuat bank ragu memberikan pinjaman.

Credit Declined

Setiap terkendala kebutuhan finansial, pinjaman ke bank menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan dana tunai. Dana yang diberikan bank bisa berupa kredit tanpa agunan (KTA), kartu kredit, ataupun kredit multiguna.

Berdasarkan jenis kredit, kartu kredit dan KTA merupakan kredit konsumtif. Sedangkan kredit multiguna tergolong dalam kredit modal kerja. Dari semua jenis kredit tersebut, verifikasi data saat memproses aplikasi tentu membutuhkan waktu 7-14 hari kerja.

Saat berlangsungnya proses verifikasi, di situlah bank bisa menilai kelayakan calon nasabah hingga akhirnya bank dapat mencairkan dana. Verifikasi yang valid merupakan salah satu hal paling penting dalam mengajukan proses pinjaman.

Untuk mendapatkan pinjaman, tentu bank memberikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon nasabah.

Dokumen-dokumen yang dilampirkan oleh calon nasabah merupakan data otentik yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apabila ada keterangan data diri yang tidak sebenarnya, maka bank akan ragu untuk memberikan pinjaman.

Inilah 4 Kebohongan yang Membuat Bank Ragu Memberikan Pinjaman

Saat mengajukan pinjaman ke bank, setiap calon nasabah wajib mengisi formulir sebagai bukti dokumen sah sekaligus sumber informasi bagi pihak bank. Namun tak jarang, calon nasabah memberikan data tidak valid.

Dengan kata lain, data yang diberikan kepada bank tidak sesuai dengan kenyataan. Inilah yang membuat bank ragu untuk memberikan pinjaman. Karena pihak bank menganggap calon nasabah tersebut berbohong.

Lantas, kebohongan-kebohongan seperti apa sajakah? Berikut adalah pemaparannya.

1. Saat Verifikasi Data Tidak Sesuai

4 Kebohongan yang Membuat Bank Ragu

Hal ini berkaitan dengan data aplikasi calon nasabah, antara lain lama menetap di tempat tinggal/rumah, status rumah (milik keluarga, sewa/kontrak, pribadi), serta keluarga dekat tidak serumah (misal teman dijadikan status sodara).

Bila data aplikasi yang dicantumkan berbeda pada saat diverifikasi via telepon oleh analis bank, maka pihak bank otomatis akan ragu memberikan pinjaman.

Selain itu, ada beberapa bank yang melakukan survei langsung ke rumah calon nasabah KTA.

Pada saat disurvei, ternyata pihak surveyor bank menemukan data-data yang tidak sesuai dengan aplikasi. Misalnya status rumah masih kontrak, sedangkan data dalam aplikasi tercantumnya milik pribadi.

2. Status Karyawan Kontrak Tapi Mengaku Karyawan Tetap

 Status Karyawan Kontrak

Kebohongan selanjutnya adalah mengenai status karyawan. Rata-rata bank memilih calon nasabah yang sudah menjadi karyawan tetap selama 1-2 tahun.

Pada saat verifikasi misalnya, calon nasabah mengaku adalah karyawan tetap. Akan tetapi ketika dikonfirmasi ke bagian HRD, nyatanya status masih kontrak. Ini tentu membuat ragu pihak bank untuk memberikan pinjaman.

3. Surat Keterangan Penghasilan Diragukan

Surat Keterangan Penghasilan

Ketika mengajukan pinjaman ke bank, calon nasabah akan diminta untuk melampirkan slip gaji sebagai bukti bahwa ia berpenghasilan sesuai dengan syarat dan ketentuan dari bank pemberi pinjaman. Dan apabila ada manipulasi terkait jumlah penghasilan, maka aplikasi bisa ditolak.

Misalnya, demi mendapatkan pinjaman, calon nasabah melampirkan slip gaji yang tidak sesuai kenyataannya. Sebab, tidak menutup kemungkinan bank memiliki daftar standarisasi penghasilan karyawan sesuai jabatan dan lama kerja.

4. Menutupi Historis Kredit

Historis Kredit

Pada saat proses verifikasi, calon nasabah akan dimintai keterangan seperti, “Apakah memiliki pinjaman di tempat lain?” Jika calon nasabah tersebut mengatakan tidak memiliki pinjaman di manapun, tapi kenyataannya tidak sesuai, maka proses verifikasi tersebut masih dipertanyakan.

Perlu diingat bahwa semua historis kredit nasabah, telah terdaftar dalam Sistem Informasi Debitur (SID). Ini merupakan bukti kuat untuk menilai karakteristik calon nasabah dalam kondisi keuangan. Karena semua rekam jejak kredit seseorang pada lembaga pembiayaan akan terdaftar di SID.

Itulah kebohongan-kebohongan yang membuat bank ragu memberikan pinjaman. Agar segala proses verifikasi lancar, sebaiknya setiap calon nasabah memberikan data sebenar-sebenarnya tanpa adanya manipulasi.

Baca juga: Hitung dan Ketahui Debt Ratio Anda Sebelum Mengajukan Kredit

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama