Bisnis Batu Akik, Apakah Masih Menguntungkan?

Dulu demam batu akik menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, tetapi sekarang trennya perlahan mulai meredup. Dari segi bisnis apakah masih menguntungkan?

Batu Akik

Beberapa bulan silam ini gelombang tren batu akik menyerang hampir diseluruh daerah di Indonesia. Seperti di Jakarta, kawasan Rawa Bening di Jakarta Timur dikenal sebagai sentral penjualan batu akik. 

Di pasar batu akik Rawa Bening terdapat bermacam-macam jenis batu dari penjuru Indonesia. Semua jenis batu digelar oleh pedagang di atas baskom kecil. Ada yang berbentuk bongkahan, ada juga yang sudah dipotong atau dipoles, pelanggan tinggal pilih saja. 

Tidak hanya di Rawa Bening yang ramai penjual baru akik, di setiap sudut ada penjual batu dengan mesin-mesin gerinda, mereka menerima poles batu ataupun pesanan lainnya. Tren batu akik memicu terjadinya pergantian sektor usaha dalam waktu cepat. 

Beberapa orang dengan cepat beralih menjadi pengrajin batu akik. Mungkin ini terjadi terhadap tetangga-tetangga Anda. Mereka yang tadinya menjual pulsa atau tukang ojek, namun alhi profesi menjadi tukang batu akik.

Keuntungan yang Menggiurkan

Keuntungan jual batu akik

Mereka yang beralih profesi seakan tegiur dengan keuntungan yang didapatkan. Memang bisnis batu akik menawarkan keuntungan yang menggiurkan.

Beragam jenis batu dijual dengan harga yang bervariasi dari yang murah sampai yang mahal hingga ratusan juta. Beberapa jenis batu memang dihargai sangat mahal, salah satu contohnya adalah jenis batu bacan. Dalam seharinya omset minimal yang bisa diraup oleh pedagang batu adalah Rp 4 juta. Sedangkan rata-rata pendapatan kotor dalam sebulan bisa mencapai Rp 15 juta – Rp 100 juta.

Bahkan, ada pedagang di Rawa Bening menjual batu bacan seberat 5 kg dengan harga mencapai Rp 500 juta.

Dengan keuntungan seperti itu siapa yang tidak tergiur. Tren batu akik memang telah menumbuhkan pemain baru dalam jual beli batu akik. Banyak pedagang baru bermunculan, baik kecil maupun besar.

Apakah Sekarang Tren Tersebut Tetap Menjanjikan?

Lantas bagaimana dengan sekarang? Apakah tren batu akik tetap bersinar atau mulai meredup? Lalu bagaimana dengan perkembangan bisnis batu akik saat ini?

Sekarang tren batu akik memang mengalami penurunan. Beberapa pedagang mengaku lesunya permintaan pasar mengakibatkan menurunnya omset penjualan. Contohnya, di pasar Rawa Bening,  penjualan batu akik pun tampak sepi pembeli.

Hal tersebut disebabkan lantaran batu akik bukan termasuk barang mulia. Seperti emas dan sejenisnya. Untuk itu jika batu akik dipilih sebagai barang investasi sangat rawan sebab nilainya yang bisa menurun. 

Batu akik sama halnya seperti barang fesyen yang mengikuti tren. Jika tren itu meningkat, maka permintaan pun akan cepat naik. Harganya juga menjadi ikut naik karena permintaan pasar yang cukup banyak.

pasar batu akik

Namun, karena sudah banyak batu akik yang beredar, kondisi tersebut perlahan-lahan membuat batu jenis perhiasan turun drastis. Penjualan batu akik yang semula naik sekarang turun hingga 70 %.

Pedagang yang biasanya bisa mencapai omset Rp90 juta per bulannya, kini hanya Rp20 jutaan per bulannya. Penyebab lainnya yang membuat harga batu akik menurun adalah karena terlalu banyaknya penjual batu akik.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama