Wow, Potensi Keuangan Pemudik Pulang Kampung 15 Triliun!

Tahu tidak, jumlah uang yang dibelanjakan pemudik tersebut diperkirakan mencapai 15 triliun pada masa Lebaran. Angka yang fantastis ya! Adakah hubungannya dengan keuangan kita pribadi?

Ada yang berbeda tahun ini. Sebagian besar orang yang sudah bekerja berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun di kota besar, punya kesempatan sekali seumur hidup? Terlihat lebay ya! Tapi seperti itulah kenyataannya. Menurut survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, akan ada sebanyak 27,9 juta penduduk Indonesia akan mudik pada lebaran 2014. 

Menurut penjelasan dari survei tersebut, diperkirakan akan ada peningkatan jumlah pemudik sebesar 6,99% dibandingkan mudik tahun lalu, yaitu mencapai angka 25,6 juta orang. Penyebab utama mengapa orang Indonesia sangat suka mudik pada lebaran 2014 adalah karena 12 wilayah yang menjadi sampel survei mengalami peningkatan jumlah penduduk. Jadi, wilayah sampel survei (12 provinsi) yang dilakukan lembaga ini melakukan mudik lebaran.

profesi pemudik

Wow, 15 triliun?

Potensi perputaran uang yang terjadi pada musim Lebaran tahun 2014 diperkirakan akan mencapai triliunan. Bahkan, masih menurut hasil survei Kementerian Perhubungan, potensi perputaran pada musim Lebaran tahun 2014 ini bisa mencapai 15 triliun.

Dari mana bisa dapat angka segitu? Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan sebelumnya melakukan survei, yang dilakukan terhadap 15.000 kepala keluarga di 12 daerah yang jumlah pemudiknya paling besar di Indonesia. Survei tersebut dilakukan pada periode 7 Maret sampai 31 Maret 214.

Perkiraan perputaran uang tersebut dihitung berdasarkan pengakuan jumlah uang yang bakal dibawa oleh pemudik-pemudik tersebut ketika mudik nanti. Para pemudik yang disurvei rata-rata mengatakan akan membawa uang Rp 800.000 sampai Rp 1 juta ke kampung halaman mereka. Dari situlah angka perkiraan didapat.

Dari profesi mana saja sih?

Dilihat dari profesi, para pemudik yang pulang kampung pada 2014 mencapai angka 28% untuk karyawan swasta. Lalu diikuti 27% wiraswasta, 17% PNS/TNI/Polri, 10% pelajar/mahasiswa, 9% ibu rumah tangga, dan 9% profesi lainnya. Jika diperinci berdasarkan pendapatan pemudik, 44% berpendapatan 3-5 juta rupiah, 42% memiliki pendapatan 1-3 juta rupiah, dan 10% berpendapatan 5-10 juta rupiah, 3% berpendapatan >1 juta rupiah, dan 1% di atas 10 juta rupiah.

Jika teman-teman penasaran, sebanyak 12 provinsi dilakukan survei. Wilayah itu adalah Sumatera Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara rumah tangga (household interview) dengan jumlah responden 15.000 kepala keluarga yang terdiri atas 12.000 responden pada tahun 2013 dan sebanyak 3.000 responden baru selama hampir satu bulan, 7-31 Maret 2014.

Mudik pantasnya bawa uang berapa sih?

Pertama, hitung dulu keuangan Anda kalau berencana mau mudik. Hitung-hitungannya dimulai dari biaya transportasi dan biaya makan selama di jalan. Tentu saja kebutuhan uang tunai bagi Anda yang bepergian dengan bus akan sedikit berbeda bila Anda mudik dengan kereta api atau pesawat terbang. Selama mudik, Anda harus keluar uang untuk makan. Itu jika menggunakan bus. Ini akan berbeda jika Anda mudik pakai pesawat, yang biasanya biaya makan sudah termasuk harga tiket.

Lalu bagaimana dengan di kampung halaman? Perlukah kita kasih uang ke saudara-saudara kita di kampung? Nah, inilah yang membedakan kebiasaan orang Indonesia dengan orang bule. Biasanya, dan mungkin masih diterapkan sampai sekarang, kebutuhan uang tunai mungkin akan banyak disalurkan kepada sanak famili. Untuk hal ini, rencanakan siapa saja sanak saudara yang bisa Anda kasih uang Lebaran. Mirip-mirip uang angpau ya! Jumlahnya ya sesuaikan dengan kondisi keuangan. Jangan paksakan memberi uang Lebaran banyak jika nanti memberatkan kantong.

Biasakan tanpa tunai

Harus diingat, biasakan jangan semua kebutuhan selama di kampung harus bawa uang tunai. Di zaman modern ini, ATM sudah masuk ke kabupaten/kota lho! Jadi kalau di kota kampung halaman Anda sudah terdapat mesin ATM, bisa langsung saja mengambil kebutuhan uang tunai dari mesin yang sudah tersedia tersebut. Tentu, kemungkinan kerusakan mesin ATM di kota yang satu tetap harus diantisipasi. Nah, itu gunanya kalau punya beberapa rekening tabungan, sehingga kalau mesin ATM satu bank rusak, Anda bisa memanfaatkan mesin ATM bank lain.

Alternatif lain yang bisa digunakan adalah menggunakan cek perjalanan. Cek perjalanan (traveler's cheque) adalah sebuah surat berharga yang bisa Anda tukarkan dengan uang tunai di bank atau agen yang ditunjuk di kota kampung halaman Anda.

dompet keuangan lebaran

Jaga-jaga dompet

Lihat kondisi keuangan. Bila memang memungkinkan untuk memberi hadiah kepada sepupu, lihat apakah Anda memang perlu memberikan hadiah tersebut. Apakah dengan memberi hadiah pada masa Lebaran jadi lebih termotivasi untuk belajar, atau tidak? Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Setelah sebulan puasa, hadiah yang diberikan pada masa Lebaran tentunya menjadi prestasi tersendiri bagi anak dan/atau sepupu. Hadiah tidak harus selalu berbentuk baju. Cobalah memberikan hadiah yang bisa membangkitkan minat berpikir, misalnya mainan kreativitas atau buku bacaan.

Tapi bukan itu saja. Sebagai orang Indonesia, pasti ada rasa ingin menyenangkan anggota keluarga di kampung halaman, bukan? Misalnya ajak ke kebun binatang atau ke pusat wisata yang terkenal di daerah itu. Nah, ini namanya bujet tak terduga. Sediakan beberapa lembar rupiah dengan nominal 100.000 di dompet. Mengapa? Ini karena biaya selama menyenangkan anggota keluarga di kampung halaman memang cukup banyak menyedot keuangan.

Tapi bukan itu saja. Sebagai orang Indonesia, pasti ada rasa ingin menyenangkan anggota keluarga di kampung halaman, bukan? Misalnya ajak ke kebun binatang atau ke pusat wisata yang terkenal di daerah itu. Nah, ini namanya bujet tak terduga. Sediakan beberapa lembar rupiah dengan nominal 100.000 di dompet kamu. Mengapa? Ini karena biaya selama menyenangkan anggota keluarga di kampung halaman memang cukup banyak menyedot keuangan.

Oke. Sudah tahu kan bagaimana menjaga-jaga dompet kamu selama libur Lebaran? Selamat mudik ya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama