Tingginya Gairah Penjualan Mobil di Indonesia

Perkembangan sektor otomotif di Indonesia masih terus menggeliat. Mobil-mobil "murah" masih terus diminati oleh konsumen lokal.

Industri otomotif Indonesia terus menggeliat dan menunjukan kondisi yang positif ditengah perekonomian dalam negeri yang melambat pada tahun ini. Berdasarkan informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, dalam dua tahun terakhir jumlah penjualan mobil di Indonesia telah melampaui angkat 1 juta unit. Dengan penjualan mobil terbesar masih disumbangkan oleh mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) yang mendominasi hingga 41,84% pangsa pasar nasional pada tahun lalu.

Bebarapa hal yang mendorong tingginya penjualan otomotif di Indonesia ialah besarnya potensi pasar yang didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang cukup baik seperti pendapatan per kapita rata-rata sebesar US$ 3600 dengan proporsi antara populasi dengan pemilik mobil yang sebesar 1000/43 membuat minat dan daya beli masyarakat Indonesia memberikan sebuah prospek yang baik di sektor otomotif. 

Yang kedua, makin meningkatnya jumlah kelas menengah Indonesia yang diprediksi mencapai angka 104 juta orang. Naiknya pendapatan per kapita mendorong banyak kalangan mengalami kenaikan kesejahteraan dan masuk kepada kategori golongan dengan gaya hidup yang mulai eksklusif. Ketiga, Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang banyak, sehingga memungkinan adanya sebuah peluang luas bagi industri manufaktur dalam negeri untuk semakin berkembang dalam menunjang industri otomotif di dalam negeri.

Namun, dengan positifnya hal-hal diatas, bukan berarti tidak ada tantangan di sektor otomotif dalam negeri. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang kini berkisar antara Rp 11.500 – Rp 11.800 memberikan sebuah tekanan bagi konsumen untuk dapat membeli mobil. Selain itu, hal yang juga penting untuk dicermati ialah inovasi dalam menghadapi ketatnya persaingan di sektor otomotif.

Produk Toyota Masih Mendominasi

avanza

Menurut informasi yang dikutip dari AISI dan Gaikindo, total penjualan mobil dalam negeri selama periode kuartal satu tahun 2014 menunjukan kenaikan sebesar 9,32% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu. 

Penjualan terbesar masih didominasi oleh produsen Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, Honda, Isuzu dan Nissan. Hanya dalam waktu 4 bulan pertama tahun ini, sebanyak 435.382 unit mobil telah terjual.

Berikut ini data yang kami peroleh mengenai penjualan mobil berdasarkan peringkat produsen otomotif pada periode kuartal pertama tahun 2014.

  • Toyota : 153.086 unit
  • Daihatsu : 67.142 unit
  • Suzuki : 56.020 unit
  • Mitsubishi : 54.615 unit
  • Honda : 49.104 unit
  • Nissan : 14.466 unit
  • Isuzu : 10.125 unit
  • UD Trucks : 380 unit
  • Peugeot : 22 unit
  • Lain – lain : 30.332 unit

Untuk kategori Low Multi Purpose Vehicle (LMPV), persaingan masih dimenangkan oleh Toyota Avanza, brand tersebut rupanya masih tangguh sebagai mobil sejuta umat saat ini yang paling diminati oleh masyarakat di Indonesia. Berikut ini data lima besar penjualan mobil jenis LMPV untuk periode bulan April yang lalu :

  • Toyota Avanza : 12.251 unit
  • Honda Mobilio : 9.684 unit
  • Suzuki Ertiga : 4.354 unit
  • Daihatsu Xenia : 2.466 unit
  • Suzuki APV : 795 unit.

Larisnya Toyota Avanza tidak terlepas dari beberapa hal, yaitu masih relatif terjangkaunya harga yang ditawarkan dibawah Rp 200 juta sehingga memungkinkan bagi produk tersebut untuk menguasai ceruk pasar di semua kalangan konsumen.

Sedangkan untuk kategori Multi Purposes Vehicle (MPV), kembali didominasi oleh produk pabrikan Toyota yaitu Kijang Innova. Berikut ini data mengenai 5 besar MPV terlaris untuk periode kuartal pertama tahun ini.

  • Toyota Kijang Innova : 4.964 unit
  • Nissan Grand Livina : 1.571 unit
  • Honda Freed : 839 unit
  • Isuzu Panther : 268 unit
  • Proton Exora : 63 unit

Dengan banderol sekitar Rp 220 jutaan, Kijang Innova memiliki kesesuaian harga dengan peran fungsionalnya mobil tersebut bukan hanya mobil yang diperuntukkan untuk kepentingan keluarga, namun juga dapat berguna untuk kebutuhan lain tanpa mengurangi fasilitas yang diberikan.

Kedepannya, prospek penjualan mobil jenis MPV akan dihadapkan pada makin maraknya penjualan mobil jenis LCGC (Low Cost Green Car). Relatif murahnya harga mobil tersebut memberikan segmentasi yang cukup kuat di pasar. Apalagi juga didorong oleh citra iritnya bahan bakar yang akan masih diminati oleh konsumen di perkotaan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama