Praktik Gesek Tunai Akhirnya Dilarang BI

Walaupun memberikan keuntungan gesek tunai bisa membahayakan pengguna, maupun bank. BI menegaskan akan menindak tegas semua pihak yang melakukan praktik gestun.

Praktik gesek tunai (gestun) kembali marak terjadi. Pemegang kartu kredit yang melakukan gestun akan dikenakan suku bunga tinggi hingga lebih dari 4 persen. BI akan ambil tindakan tegas dan keras terhadap oknum yang masih melakukan kegiatan gesek tunai (gestun)

Seperti diketahui, praktik ini sebetulnya sudah dilarang sejak 2009 namun hingga saat ini masih kerap dilakukan. Faktanya selama ini, banyak merchant yang memfasilitasi kartu kredit untuk menarik tunai di konter. Pada transaksi itu seolah-olah mereka belanja, padahal menerima uang tunai.

Praktik Gesek Tunai Gaya Baru Lintah Darat

Gesek tunai, atau lebih dikenal dengan istilah gestun, adalah salah satu metode untuk melakukan penarikan dana dari kartu kredit melalui merchant atau toko. Pengguna menggunakan kartu kredit di toko, seolah-olah sedang berbelanja, tapi yang diperoleh bukanlah barang melainkan uang tunai.

Ini menjadi cara baru praktek lintah darat, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan, aktifitas gestun bisa merugikan nasabah pemegang kartu kredit, juga membahayakan bisnis perbankan. Bahkan, Rohan menyebut aktifitas gestun setara dengan aktifitas lintah darat.

Pelaku gestun akan dibebani biaya berlipat ganda. Selain utang pokok pinjaman, pelaku gestun juga akan dikenakan beban bunga pinjaman serta biaya tidak resmi. Beban biaya itu akan memberatkan pelaku gestun untuk melunasi utangnya.

Hal ini akan berimbas pada meningkatnya potensi kredit bermasalah perbankan atau non performing loan (NPL). Selain itu tidak hanya merugikan pengguna kartu kredit saja, bank juga akan dirugikan. Apabila bank tidak tegas menindak merchant yang melakukan gestun kartu kredit, BI akan segera memberikan sanksi administratif.

Bahaya Transaksi Gesek Tunai

Walaupun memberikan keuntungan transaksi gesek tunai bisa membahayakan pengguna, maupun bank penerbit kartunya. Berikut empat hal berbahaya yang akan membawa Anda kedalam masalah jika melakukan gesek tunai kartu kredit.

1. Pemegang kartu kredit bisa terjerat pinjaman, karena dia tak punya uang tapi menarik uang tunai.

2. Non Performing Loans perbankan naik secara nasional. Kebiasaan masyarakat Indonesia, gemar melakukan penarikan tunai dari kartu kredit. Dari semuanya sebagian besar tidak langsung melunasi dan diperpanjang dan menumpuk. Ketidakmampuan bayar ini, bisa menjadi NPL perbankan.

3. Jika jumlah gesek tunai terus dibiarkan meningkat, maka ada potensi kegiatan pencucian uang. Musababnya, pemilik dana bisa meminjamkan uang ke pemegang kartu kredit. Namun jika kemampuannya tak sesuai maka berpotensi melakukan TPPU.

4. Data yang dilaporkan tidak sesuai. Karena kartu kredit biasanya untuk belanja, tapi ternyata untuk menarik uang tunai.

Ada Sanksi Tegas untuk Pelaku Gesek Tunai

Untuk menindak tegas praktek gesek tunai akan dilakukan penindakan yang ditujukan kepada bank-bank atau lembaga-lembaga keuangan (acquirer) yang memiliki merchant, yang biasa digunakan untuk praktik gesek tunai.

Tindakan tersebut diberikan untuk menyakinkan mereka agar tidak melakukan transaksi yang masuk ke dalam kategori gesek tunai. Namun jika langkah tersebut tidak membuat bank atau lembaga untuk menutup praktiknya, maka BI akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menindaklanjuti larangan gestun, pihak Bank Mandiri, memiliki sistem pengamanan untuk mencegah maraknya aktivitas gestun. Langkah pertama adalah tindakan pencegahan melalui penyaringan awal calon toko (merchant) yang akan menggunakan mesin EDC (mesin gesek kartu kredit) Bank Mandiri.

Pencegahan kedua, melalui pemantauan transaksi di masing-masing toko. Setiap transaksi akan dicocokan dengan kegiatan usahanya. Jika di toko kelontong, omzet dengan transaksi kartu kredit tidak cocok, maka merchant tersebut akan di investigasi lebih lanjut.

Setelah itu langkah terakhirnya adalah pencabutan dan penutupan hak penggunaan mesin gesek bagi merchant yang melayani gestun.

Pelarangan praktek gesek tunai kartu kredit tersebut sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI). No.11/11/PBI/2009 sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Sayangnya, masih banyak pedagang yang melanggar aturan ini. Anda sebagai pengguna kartu kredit harus bijak dan disiplin dalam mengelola setiap penggunaan. Jika tidak mendesak jagan coba-coba melakukan tarik tunai melalui merchant agar tidak merugikan bank.

Baca juga: Mengenal Gesek Tunai (Gestun) Lebih Jauh
Penyebab Kredit Macet dan Penyelesaiannya

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • Ffh he sgh

    Semenjak kapan bank rugi yg ada malah untung gmn jga bank juga butuh omzet...

    Reply