Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Menukar Uang di Money Changer

Sebelum berpergian ke luar negeri dan menukarkan mata uang rupiah Anda di money changer sebaiknya perhatikan dahulu hal-hal berikut ini.

Apa itu “Money Changer”? Tentu istilah ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Anda mungkin baru mendapat kiriman dari keluarga di luar negeri, atau mungkin Anda berniat ingin jalan-jalan ke luar negeri, tetapi bertanya-tanya, kemana tempat menukar mata uang tersebut? Selain bank, money changer adalah tempatnya.

Pengertian Money Changer

Money Changer pada dasarnya berasal dari kata “Money Exchange” yang berarti pertukaran mata uang, sementara “Money Changer” berarti pedagang valuta asing atau sebuah usaha (bisnis) yang bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan mata uang asing.

Saat ini, jasa penukaran mata uang asing dapat dengan mudah Anda temukan, terutama di daerah pariwisata seperti bandar udara internasional dan area perbatasan dua negara. Jadi menukar mata uang di money changer menjadi opsi utama bagi para travelers selain di bank.

Namun tidak semua jenis mata uang Negara di dunia tersedia di money changer. Mata uang Negara ASEAN seperti Kamboja, Laos, Myanmar dan Filipina masih sulit ditemukan di Indonesia. Jika begitu yang paling aman dilakukan adalah membawa mata uang yang sudah “umum” digunakan seperti dollar Amerika Serikat dan Euro.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Nah sebelum Anda berpergian dan berencana untuk menukar uang di money changer, beberapa hal ini harus diperhatikan:

1. Mengecek Nilai Mata Uang

Sebelum Anda berpergian ke suatu negara periksa dahulu nilai mata uang Negara tersebut. Biasanya, kita bisa melihat kurs mata uang asing melalui internet atau bisa juga menanyakan ke agen travel atau money changer terdekat. Sehingga Anda dapat memperbandingkan nilai tukar yang akan Anda dapatkan.

2. Pilih Money Changer Berizin

Hati-hati dalam memilih money changer, pastikan money changer tersebut termasuk kedalam Authorized Money Changer atau money changer berizin. Hal ini sangat penting untuk Anda, karena jika dibandingkan dengan money changer tanpa izin authorized money changer biasanya menawarkan nilai tukar tertinggi. 

Memilih money changer berizin juga akan mengurangi risiko pembohongan atau mendapatkan uang rusak bahkan palsu. jadi pilihlah yang memiliki izin.

3. Hindari Menukar di Bandara atau Hotel

Hindari menukar di money changer bandara kedatangan atau hotel, sebab nilai tukar di money changer di bandara kedatangan atau hotel lebih rendah atau dengan kata lain harganya lebih mahal dibandingkan di luar tempat tersebut.

4. Jangan Tergiur Dengan Nilai Jual Tinggi

Biasanya di pintu depan money changer terpampang papan nilai jual mata uang. Jangan tergiur dulu dengan nilai jual yang tinggi, pasalnya tidak sedikit money changer yang mengenakan komisi sebesar 3% sampai 7% setiap Anda menukar uang.

Ada baiknya menanyakan dulu apakah money changer tersebut mengenakan komisi atau tidak, jadi Anda bisa memperhitungkan dengan cermat harga mata uang tersebut.

5. Perhatikan Waktunya

Kapan waktu yang tepat untuk menukar uang? JIka ingin berpergian Anda bisa menukarkan uang satu minggu sebelum keberangkatan. Hindari menukar di waktu-waktu yang mepet dengan keberangkatan Anda, sehingga Anda bisa mendapatkan nilai terbaik untuk penukarah tersebut.

Beberapa orang menyarankan untuk menukarkan rupiah ke mata uang asing ataupun dollar AS pada hari Senin atau Selasa, saat pasar baru dibuka.

Perbedaan Money Changer dan Bank

Selain di money changer bank juga menyediakan jasa penukaran mata uang. Ada beberapa hal yang membedakan pertukaran uang asing di bank dan di money changer, yaitu sebagai berikut:

1. Proses penukaran di bank jauh lebih lama. Nasabah harus memiliki tabungan dalam bentuk mata uang asing tersebut. Rata-rata tabungan yang dipakai adalah tabungan dollar dan valas. Sedangkan di money changer lebih fleksibel Anda hanya perlu membawa mata uang rupiah dan tukarkan dengan mata uang asing yang dikehendaki.

2. Jika di bank penukaran mata uang akan diperhitungkan kondisi fisik uang tersebut. Bank jarang mau menerima mata uang asing yang sudah dalam kondisi kurang baik. Sedangkan di money changer meskipun fisiknya sudah tidak baik mata uang asing tersebut masih diterima dengan konsekuensi nilainya berkurang.

Jadi sebelum Anda berpergian ke luar negeri sebaiknya perhatikan hal-hal di atas terlebih dahulu yah.

Baca juga: Pinjaman yang Bisa Berikan Modal Tanpa Proses Ribet
Ingin Terhindar dari Bea Cukai Indonesia? Ini Tipsnya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama