Panduan Terlengkap untuk Mengajukan Pinjaman

Bagi Anda yang ingin pinjam uang, kenali dulu jenis-jenis pinjaman peribadi (personal loan), syarat dan tipsnya dalam artikel ini agar membuat keputusan yang tepat.

Ada banyak alasan mengapa orang ingin pinjam uang seperti investasi, memulai bisnis online, mengembangkan usaha yang telah berjalan, membiayai pendidikan anak, pernikahan dan lain-lain. Pinjam uang kepada keluarga atau teman tentu menimbulkan rasa sungkan, apalagi jika ternyata permintaan tersebut ditolak atau Anda telat membayar. Jika ingin mengajukan pinjamancari yang pasti-pasti saja, seperti melalui bank!

Pinjaman uang cepat melalui bank memang lebih rumit karena Anda harus menyiapkan berbagai dokumen, namun bunga yang dikenakan adalah kesepakatan bersama dan sesuai standar. Sebelum membahas lebih lanjut, mari telusuri jenis-jenis pinjamanuntuk mengetahui mana yang cocok untuk Anda.

(Sumber foto: VeneLova)

Jenis-jenis Pinjaman di Indonesia

Ada dua jenis pinjaman,yaitu kredit dengan agunan dan kredit tanpa agunan (KTA). Kredit dengan agunan adalah pinjamandimana peminjam harus memberikan jaminan aset, seperti rumah atau mobil kepada bank. Resiko pinjam uang dengan cara ini adalah kehilangan aset saat gagal mengembalikan pinjaman sesuai dengan jumlah dan waktu yang disepakati. Meskipun begitu, bunga pinjaman kredit dengan agunan lebih rendah sehingga biaya pinjamanAnda menjadi lebih ringan dibanding KTA. Sebelum Anda mengambil pinjaman ini, pastikan kemampuan finansial Anda baik dan stabil setiap bulannya.

Nah, jenis pinjamanyang kedua adalah yang terpopuler di Indonesia. Dengan KTA, Anda dapat pinjam uang dengan persyaratan yang mudah dan tanpa jaminan aset apa pun. Syarat utama pinjaman uang tanpa jaminan adalah membuktikan kemampuan finansial atau kelayakan kredit Anda baik sehingga mampu membayar kembali pinjaman. Pinjaman uang tanpa jaminan terdengar sangat mudah, tapi bunga KTA cukup tinggi karena resiko yang dihadapi bank juga tinggi. Jika gagal membayar, bank dapat melayangkan tindakan hukum atau menyita aset-aset Anda.

Jenis-jenis Suku Bunga Pinjaman

Seperti pinjaman, suku bunga juga dibedakan menjadi dua, yaitu tetap (fixed) dan variabel/mengambang (floating). Pinjam uang dengan bunga tetap memberikan perasaan aman karena suku bunga yang harus Anda bayar tidak akan terpengaruh fluktuasi pasar. Jumlah pinjaman yang harus Anda kembalikan sesuai dengan jumlah yang Anda terima dari bank ditambah bunga tetap. Pinjaman ini harus Anda lunasi sesuai dengan tenggang waktu yang ditetapkan, jika lunas sebelum waktunya maka akan dikenakan biaya tambahan.

Pinjam uang dengan bunga mengambang memberikan rasa deg-degan karena Anda tidak tahu apakah suku bunga di pasaran sedang naik atau turun. Jika suku bunga di pasaran turun, bunga yang harus Anda bayar rendah namun jika suku bunga di pasaran naik, Anda juga harus membayar lebih mahal. Ada untung dan rugi jika memilih pinjaman dengan jenis suku bunga ini. Jika Anda sanggup menerima tantangan dan menerima kenyataan, mengapa tidak?

Pinjam Uang dengan Agunan, Ini Aset yang Bisa Digunakan

Jika Anda lebih tertarik untuk pinjam uang dengan agunan, selain rumah dan mobil ada banyak aset lainnya yang dapat Anda gunakan.

Properti

Anda dapat menyerahkan sertifikat rumah, tanah, ruko, gedung atau gudang kepada pihak bank. Bank akan melakukan survei kelayakan dan nilai properti tersebut. Biasanya, kredit dengan aset properti sekitar Rp100 juta atau di atas Rp2 miliar, dengan batas waktu sekitar 2-10 tahun.

Kendaraan

Mobil dan motor adalah kendaraan paling umum yang dijadikan agunan kredit multiguna. Untuk mobil, harus berusia di bawah 10 tahun dan rata-rata nilai taksir tertinggi sekitar Rp100 juta dengan batas waktu maksimal 5 tahun. Anda harus menyerahkan jaminan BPKB asli, STNK dan kunci kendaraan.

Logam Mulia

Logam mulia yang biasa dijadikan agunan adalah emas, dapat Anda lakukan di pegadaian pemerintah. Agunan emas sangat populer karena suku bunganya ringan dan mudah diuangkan. Yang masuk dalam tafsiran di pegadaian adalah berat logam mulia tersebut, sementara desain, desainer dan lainnya tidak memiliki pengaruh.

Hasil Kebun & Ternak

Agunan yang satu ini hanya berlaku bagi petani dan peternak. Jika Anda ingin menjaminkan perkebunan, kopi berkualitas tinggi seperti Arabika Gayo biasanya diterima oleh bank. Untuk peternakan, sapi betina produktif, sapi hamil dan sapi siap hamil sering menjadi jaminan.

Baca juga: Jangan Ajukan KTA Jika Masih Memelihara 5 Mentalitas Ini!

Pinjam Uang dengan KTA Lebih Populer, untuk Apa Saja?

KTA menjadi idola masyarakat Indonesia karena dana cair dengan cepat, apalagi saat keadaan finansial sedang mendesak. Selain dipakai untuk bisnis online, modal usaha dan investasi, mudahnya mengajukan KTA membuat sebagian orang memanfaatkan pinjaman ini untuk kebutuhan yang konsumtif. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan dengan KTA adalah:

Peluang Usaha

Pinjam uang untuk menghasilkan uang sudah menjadi hal umum. Bagi Anda yang ingin memulai usaha atau mengembangkan usaha yang telah ada, pinjaman uang tanpa jaminan akan memberikan modal tambahan. Banyak orang melewatkan peluang usaha karena tidak memiliki uang yang cukup, di sinilah KTA dapat membantu. Sebagai catatan tambahan, manfaatkanlah pinjaman uang cepat ini sebagai modal tambahan, bukan sebagai modal seutuhnya agar beban hutang Anda lebih ringan.

Beli Kendaraan dan Barang Elektronik

Dengan KTA, semua orang dapat memiliki mobil atau motor baru tanpa uang muka! Anda juga dapat memanfaatkan KTA untuk membeli gadget seperti HP, laptop atau barang elektronik lainnya. Sebelum memilih pinjaman ini, perlu diingat kalau bunga pinjaman uang cepat ini jauh lebih tinggi sehingga Anda beresiko membayar lebih mahal daripada harga asli.

Renovasi Rumah

Merenovasi atap yang bocor atau kerusakan parah pada rumah adalah hal yang harus segera dilakukan, tapi apa jadinya jika tidak punya uang? KTA adalah jalan pintas untuk menyelesaikan masalah ini. Dengan persyaratan yang mudah dan proses yang cepat, tak heran banyak orang Indonesia memilih KTA untuk renovasi rumah.

Kebutuhan Lainnya

Alasan lainnya orang Indonesia memilih jenis pinjaman ini adalah sebagai modal untuk menikah, membiayai pendidikan, membayar hutang yang telah dekat jatuh tempo hingga dana untuk liburan. Hal-hal ini sebenarnya tidak disarankan karena justru akan membebani Anda di kemudian hari.

Baca juga: 5 Alasan Wajib Pertimbangkan KTA Dibanding Gadai Barang Tak Resmi

Tips Agar KTA Disetujui Bank

(Sumber foto: Info Keuangan dan Bisnis)

Tidak semua orang dapat mengajukan pinjaman uang tanpa jaminan. Syarat utama untuk mengajukan KTA adalah berusia 25-60 tahun, penghasilan minimal Rp8 juta/bulan, memiliki kratu kredit selama minimal 1 tahun dengan batas minimal RP10 juta dan status pembayaran lancar, merupakan karyawan tetap selama 1 tahun atau pengusaha dengan SIUP 2 tahun serta berdomisili di Jabodetabek, Surabaya, Bandung dan Semarang.

Siapkan Dokumen dan Isi Sejujurnya

Dokumen yang harus Anda siapkan adalah fotokopi KTP/paspor, fotokopi NPWP, fotokopi kartu kredit dari bank lain, fotokopi SIUP & Akta Pendirian Perusahaan (untuk pengusaha), slip gaji atau rekening koran selama 3 bulan terakhir dan fotokopi sampul buku tabungan. Formulir KTA harus Anda isi dengan cermat dan sejujur-jujurnya karena jika ketahuan ada pemalsuan data, pengajuan KTA Anda akan ditolak. Pastikan juga semua nomor telepon, alamat dan email yang Anda isi dapat dihubungi untuk keperluan verifikasi bank.

Jumlah Pinjaman Realistis

Setiap bank memiliki batas pinjaman KTA yang berbeda, ketahui dulu batasnya sebelum mengajukan pinjaman Jumlah pinjaman Anda juga harus realistis, sesuai dengan penghasilan sehingga bank menilai Anda mampu membayar kembali pinjaman tersebut.

Pertimbangkan Kantor dan Pekerjaan

Sebelum meluluskan KTA, hal lainnya yang menjadi pertimbangan bank adalah perusahaan tempat Anda bekerja dan jenis pekerjaan Anda. Misalnya Anda bekerja di industri pertambangan yang beresiko tinggi, hal ini akan mempengaruhi aplikasi pinjaman Anda. Penghasilan bulanan Anda juga menjadi bahan pertimbangan bank, apakah Anda mampu membayar kembali pinjaman beserta bunganya.

Sebelum mengajukan pinjaman,pertimbangkan dulu kondisi finansial Anda dan untung-ruginya. Semoga artikel ini membantu!

(Sumber: marketing.co.idsuara.comkoinworks.comfinansialku.comkompas.com

liputan6.com)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama