Jenis Pinjaman dan Cara Pengajuan yang Harus Diketahui Pengusaha UKM

Bagi Anda yang memiliki Usaha Kecil dan Menengah, mengajukan pinjaman dapat membantu mengembangkan bisnis dan meningkatkan profit. Yuk, kenali jenis pinjaman dan cara pengajuannya!

Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar menimbulkan kompetisi sengit di tempat kerja. Keterbatasan lapangan pekerjaan dan gaji yang kecil mendorong sebagian masyarakat menjadi lebih kreatif sehingga menciptakan bisnis sendiri. Mulai dari bisnis kecil-kecilan seperti menjual gorengan, membuka jasa tukang gosok keliling hingga bisnis menengah seperti ritel, semua dilakukan untuk bertahan hidup.

Meskipun tidak besar, namun Usaha Kecil dan Menengah (UKM) membantu mengurangi pengangguran serta perekonomian nasional sehingga mendapat perhatian pemerintah dan beberapa lembaga keuangan. Mereka menawarkan berbagai pinjaman kepada UKM sebagai modal usaha dan investasi, disebut sebagai kredit UKM. Selain UKM, ada juga pinjaman untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Jenis pinjaman ini berbeda dengan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif karena memiliki suku bunga yang lebih rendah. Selain itu, pihak bank atau lembaga keuangan juga akan membimbing pengusaha yang mengajukan pinjaman agar bisnis mereka berjalan lancar dan mampu membayar hutang dengan lancar. Sebelumnya, termasuk dalam kategori apakah bisnis yang Anda miliki?

Berdasarkan UU No.20 Tahun 2008, ada tiga kategori bisnis yaitu mikro, kecil dan menengah.

  • Mikro memiliki laba bersih maksimal sebesar Rp50 juta atau penghasilan maksimal Rp300 juta/tahun
  • Kecil memiliki laba bersih antara Rp50-500 juta atau penjualan tahunan antara Rp300 juta – Rp2,5 miliar
  • Menengah memiliki laba bersih antara Rp500 juta – Rp10 miliar atau penjualan tahunan antara Rp2,5 miliar – Rp50 miliar

Pinjaman untuk UKM terbagi atas dua kategori, yaitu berdasarkan kegunaan dan jaminan.

Pinjaman Modal Usaha Berdasarkan Kegunaan

Berdasarkan kegunaannya, pinjaman ini terbagi atas Kredit Modal Kerja (KMK) dan investasi.

KMK

Pinjaman ini bisa Anda manfaatkan sebagai modal awal atau tambahan dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis Anda. Misalnya, memanfaatkan pinjaman ini untuk membeli barang dagangan, kulkas, meja dan mesin kasir. Pada umumnya, KMK harus dilunasi dalam tempo satu tahun dan bisa diperpanjang.

Investasi

Pinjaman UKM ini cocok untuk pengusaha yang ingin memanfaatkan pinjaman untuk mengembangkan usaha. Idealnya, usaha Anda telah berjalan selama beberapa tahun (tergantung dari ketentuan masing-masing bank) dan memiliki jangka waktu yang lebih fleksibel. Misalnya, Anda adalah pengusaha gado-gado dan ingin membuka cabang di beberapa mal. Pada umumnya, pinjaman ini sudah harus lunas dalam masa lima tahun.

Lihat Pinjaman Bank Megaguna

Lihat Pinjaman Standard Chartered Bank Kredit Multiguna

Pinjaman Modal Usaha Berdasarkan Agunan

Pengusaha UKM dapat mengajukan pinjaman dengan agunan (jaminan) atau tanpa agunan.

Kredit dengan Agunan

Kredit dengan agunan mengharuskan Anda memberikan aset sebagai jaminan. Aset yang dapat Anda gunakan adalah rumah, apartment, tanah, mobil dan lain-lain. Suku bunga untuk pinjaman ini biasanya rendah dan memiliki jangka waktu yang panjang. Sayangnya, pengusaha UKM harus bersabar karena pinjaman dana butuh beberapa waktu untuk cair karena pihak bank harus memverifikasi data-data Anda dan melakukan survei pada benda yang dijadikan agunan. Kelemahan lainnya dari pinjaman ini adalah Anda harus memiliki agunan serta nilai agunan yang ditafsir bank bisa lebih rendah daripada pinjaman yang Anda inginkan.

Kredit Tanpa Agunan (KTA)

KTA adalah pinjaman uang cepat yang sangat populer di Indonesia. Persyaratan pinjaman ini mudah dan prosesnya cepat karena tidak membutuhkan agunan. Pengusaha UKM yang ingin segera pinjam uang dapat mempertimbangkan KTA, namun perhatikan juga kelemahan pinjaman modal usaha ini. KTA memiliki suku bunga yang lebih tinggi karena pihak bank menanggung resiko yang tinggi (ketiadaan agunan). Jika Anda tidak mampu mengembalikan pinjaman tepat waktu, pihak bank atau lembaga keuangan bisa membawa masalah ini ke jalur hukum dan menyita aset Anda. Kelemahan lainnya pinjaman ini adalah nominal pinjaman yang kecil dan jangka waktu pinjaman yang pendek.

Baca juga: Ketahui 5 Biaya Pengajuan Pinjaman Tunai KTA

Syarat-syarat Mengajukan Pinjaman UKM

Ada beberapa syarat umum yang harus Anda penuhi untuk mengajukan pinjaman, seperti merupakan Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia minimal 21 tahun atau telah menikah dan berusia maksimal 60-65 tahun saat melunasi utang. Syarat lainnya adalah belum pernah memperoleh pinjaman rumah (KPR) atau telah memperoleh dan status pembayaran berjalan lancar. Lama operasional UKM tergantung dari masing-masing bank, ada yang mengharuskan bisnis telah berjalan selama 6 bulan, 1 tahun atau 2 tahun.

Selain itu, Anda juga harus menyediakan dokumen-dokumen berikut untuk mengajukan pinjaman UKM:

  • KTP
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Rekening tiga bulan terakhir
  • NPWP / SPT
  • Dokumen surat usaha lainnya
  • Slip gaji (untuk pegawai)
  • Laporan transaksi keuangan (untuk pinjaman investasi)
  • Dokumen rencana investasi (untuk pinjaman investasi)

Setelah memenuhi persyaratan dan menyerahkan dokumen, pihak bank atau lembaga keuangan juga akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum meluluskan pinjaman modal usaha Anda. Ada 5C yang dipertimbangkan bank, yaitu character (personality), capacity (kapasitas), capital (modal), collateral (jaminan) dan condition of economy (kondisi keuangan).

Baca juga: Lima Langkah C yang Muluskan Kredit UKM

Dengan pertimbangan yang baik, mengajukan pinjaman untuk mengembangkan UKM dapat membantu perkembangan bisnis. Bagi Anda yang ingin mengajukan KTA, dapat melihat-lihat CTBC Bank KTA Dana Cinta dan Standard Chartered Bank KTA serta melakukan pengajuan di KreditGoGo secara langsung.

(Sumber: infoperbankan.comwedsitescotland.comzonkeu.comkoinworks.comliputan6.com)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama