Ini Dia, Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah!

Ketika melakukan IPO, perusahaan akan mendapat dana untuk modal. Beberapa diantaranya bahkan mampu menjaring dana dalam jumlah yang tidak terkira.

Bagi yang sudah akrab dengan dunia pasar modal, pasti mengetahui apa itu IPO (Initial Public Offering) atau pencatatan saham perdana. Bagi yang belum mengetahuinya, IPO adalah penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum. Perusahaan tersebut akan menerbitkan hanya saham-saham pertama, namun bisa juga menawarkan saham kedua.

Untuk melakukan pencatatan saham, biasanya perusahaan akan merekrut seorang bankir investasi untuk menjamin penawaran dan seorang pengacara korporat untuk membantu menulis prospektus.

Biasanya menjadi sebuah persyaratan untuk mengungkapkan kondisi keuangan dan prospek sebuah perusahaan kepada para investor. Dalam satu kali IPO, sebuah perusahaan bisa meraup dana dalam jumlah tertentu. Bisa jeblok, atau bahkan untung besar, yang pasti kalau berhasil ada kemungkinan perusahaan itu akan semakin berkembang.

Apa hubungannya IPO dengan perkembangan perusahaan? Salah satu jawabannya adalah karena hasil dari aksi keuangan ini biasanya digunakan untuk tambahan modal. Karena itu, bila arus pembelian saham tinggi, maka modal yang didapat bisa semakin besar sehingga perusahaan bisa mendapat banyak dana untuk membesarkan bisnisnya.

Ngomong-ngomong masalah hasil dari pencatatan saham perdana, ternyata ada banyak perusahaan yang mendapat dana luar biasa banyak dari kegiatan ini. Bahkan, untuk beberapa perusahaan, kata besar saja mungkin tidak cukup untuk menggambarkan luar biasanya dana yang masuk, karena jumlahnya sangat mencengangkan! Siapa saja mereka? Ini dia.

1. Telstra

Telstra adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Australia dengan pendapatan rutin mencapai miliaran Dollar AS setiap tahun. Seperti yang dapat Anda bayangkan, menjadi pemimpin pasar di bidang telekomunikasi di negara maju seperti Australia tentu sangat menarik bagi investor. Hingga akhirnya perusahaan memutuskan untuk melakukan IPO pada tahun 1997. Hasilnya, Telstra bisa meraup dana sampai USD 5,6 miliar atau sekitar Rp 67,2 triliun! (Kurs USD 1 = Rp 12.000).

2. France Telecom

France Telecom, yang sekarang dikenal sebagai Orange SA merupakan perusahaan telekomunikasi milik pemerintah Prancis. Pada tahun 1997, pemerintah Prancis memutuskan untuk membuat “BUMN”-nya ini untuk IPO hingga mampu meraup dana modal USD 7,3 miliar (sekitar Rp 87,6 triliun). Sayangnya, akibat keputusan yang dianggap salah saat mengakuisisi perusahaan telekomunikasi asal Inggris, Orange membuat France Telecom dalam masa sulit. Hingga akhirnya diambil alih secara penuh oleh Orange dan berganti nama menjadi Orange SA.

3. Kraft Food

Perusahaan yang terkenal sebagai produsen makanan, khususnya olahan susu ini juga patut untuk diperhitungkan. Bagaimana tidak, saat melakukan IPO di tahun 2001, perusahaan ini sudah berhasil meraup dana besar. Sampai pada tahun 2007, saat sudah menggunakan nama baru yaitu Altria, Kraft mampu meraup dana sampai USD 8,7 miliar atau sekitar Rp 104,4 triliun! Sebuah nilai yang dianggap sangat mencengangkan untuk ukuran perusahaan produsen makanan.

4. AT&T

Satu lagi perusahaan telekomunikasi yang mampu meraup pemasukan besar dari IPO adalah AT&T. Di Amerika Serikat, perusahaan ini mungkin dianggap sangat menyebalkan oleh para konsumen, tapi untuk urusan bisnis, jangan ditanya. Pada tahun 2000, saat memutuskan untuk go public dengan anak perusahaannya, AT&T Wireless, mereka mampu menjarin uang senilai USD 10,6 miliar atau sekitar Rp 127,2 triliun lho! Hingga saat ini, AT&T merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di AS.

5. Deutsche Telecom

Nama Deutsche Telekom mungkin terdengar asing bagi Anda, dia lebih terkenal dengan pemmilik produk T-Mobile. Pada tahun 1996, Deutsche Telekom termasuk 3 perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia. Saat melakukan IPO, dana yang mampu dijaring mencapai USD 13 miliar atau sekitar Rp 156 triliun! Luar biasa bukan?

6. General Motors

General Motors atau yang lebih dikenal sebagai GM adalah produsen mobil multinasional di bidang otomotif yang berbasis di Detroit, AS. Pada tahun 2008, saat perusahaan ini genap berusia 100 tahun. GM mendapat pukulan keras akibat krisis keuangan global yang berlangsung saat itu. Untungnya, berkat bailout dari Pemerintah AS sebesar USD 50 miliar (Rp 600 triliun), GM berhasil kembali ke jalurnya sebagai salah satu perusahaan produsen mobil terbesar di dunia.

Bahkan saat melakukan IPO beberapa tahun lalu, General Motors mampu meraup dana sebesar USD 15,8 miliar atau sekitar Rp 189,6 triliun. Hal ini membuat GM tercatat sebagai salah satu perusahaan yang berhasil memperbaiki bisnis tercepat dalam sejarah.

7. Facebook

Saat akan melakukan IPO pada tahun 2012, saham milik Facebook sangat diburu oleh investor. Unik karena Facebook bukanlah perusahaan biasa, melainkan sebuah situs jejaring sosial yang sedang ngetrend di zamannya. Meskipun sempat mendapat masalah saat penjualan saham perdana, tapi itu tidak menghentikan perusahaan ini untuk mendapat pemasukan senilai USD 16 miliar atau sekitar Rp 192 triliun. Hebat!

8. Enel S.p.A

Enel adalah sebuah perusahaan listrik asal Italia dan merupakan salah satu yang terbesar di Eropa dan dunia. Beberapa tahun lalu, Enel memutuskan untuk melakukan IPO setelah mereka memiliki utang yang sangat besar.Meskipun mampu meraup dana sampai USD 16,5 miliar atau sekitar Rp 198 triliun di NYSE melalui IPO mereka. Hal itu tidak cukup memperbaiki kinerja perusahaan hingga pada tahun 2007, Enel memutuskan untuk delisting dari NYSE untuk selamanya. Kasihan..

9. Visa

Krisis global tahun 2008 adalah waktu yang mengerikan berada di industri keuangan. Bahkan, para ekonom menyebutnya sebagai datangnya malapetaka dan tibanya masa suram bagi industri ini. Seperti di Amerika Serikat, banyak investor dan orang-orang yang khawatir akan masa depannya. Selain itu, sangat sedikit perusahaan yang bisa melakukan IPO dan sukses di masa itu.

Untungnya, di tengah masa sulit, Visa berhasil menjadi perusahaan keuangan yang berhasil selamat dari ancaman kegagalan. Pada saat melakukan IPO pada akhir tahun 2008, Visa berhasil meraup dana sampai USD 17,9 miliar atau sekitar Rp 214,8 miliar. Hasil dari keberhasilan IPO itu pun langsung dirasakan manfaatnya, karena saham mereka kenaikan 219% setelah tahun pertama.

10. Alibaba

Inilah perusahaan yang mencatat hasil IPO terbesar sepanjang masa. Bagaimana tidak, perusahaan e-commerce asal Cina ini mampu meraup uang sampai USD 25 miliar atau sekitar Rp 300 triliun! Jauh melewati peringkat kedua Visa, dan setara dengan hasil gabungan IPO pesaingnya seperti eBay, Amazon, dan Paypal.

Namun, tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Singkat cerita, awalnya sang pendiri, Jack Ma, ingin Alibaba melakukan pencatatan saham pertama di bursa saham Hong Kong, namun gagal. Hingga akhirnya, dicapailah kesepakatan untuk melakukan go public pertama di Bursa Saham New York. Hasilnya? Seperti yang sudah disebutkan di awal, sangat luar biasa! Selain itu, dari listing ini, nama Jack Ma sekarang tercatat sebagai orang terkaya di Cina lho.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama