Gratis, Begini Syarat Tukar Uang Rusak ke BI

Saat Lebaran gak cuma baju saja yang baru, uang pun juga baru. Ganti uang lama Anda yang sudah lusuh dan rusak dengan uang baru dari Bank Indonesia, gratis Loh!

Bank Indonesia membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang tak layak edar. Bank Indonesia (BI) akan mengganti penuh uang rusak tersebut alias gratis. Jadi Lebaran tidak hanya baju baru, uang juga harus baru.

Asisten Direktur Divisi Pengelolaan Uang Keluar Departemen Peredaran Uang BI yakni R Sugeng mengatakan bahwa BI akan mengganti penuh uang rusak tersebut berdasarkan kriteria kerusakan fisiknya.

Apabila Anda hendak menukarkan uang rusak yang ada di rumah.  Berikut ini KreditGoGo jabarkan Syarat dan ketentuannya.

1. Kondisi Fisik Uang

pecahan uang 100 ribu Rupiah

Untuk menukarkan uang yang rusak ada ketentuan dan syarat dari kondisi fisik uang tersebut. BI akan mengganti penuh uang rusak tersebut dengan kriteria kerusakan fisiknya tidak sampai 1/3 bagian atau 33 persen.

Hal itu artinya kerusakan uang tidak sampai level 67 persen. Jika fisiknya di bawah 67 persen, maka uang rusak tersebut tidak bisa digantikan. Selain kondisi fisiknya uang tersebut juga harus asli.

Apabila terjadi kerusakan karena ketidaksegajaan, minimal 2/3 bagian dari bentuk uang tersebut masih utuh, dan masih terdapat nomor seri. Uang yang tadi rusak terpotong karena kecelakaan akan ditukar uang asli.

Apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, bank wajib menukar uang rusak tersebut dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.

Apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya. Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dalam kemasan yang layak ke Bank Indonesia. Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan pada kesempatan pertama.

Bank Indonesia memiliki alat khusus atau scanning untuk mengidentifikasi kerusakan tersebut. Dengan alat tersebut, BI bisa mengetahui seberapa besar kerusakan uang yang Anda tukarkan. Nah, perikasa lagi kondisi uang Anda sebelum melakukan penukaran.

2. Lokasi Penukaran

Untuk menukar uang rupiah rusak dengan uang yang berkualitas lebih baik, Anda bisa langsung ke kantor Bank Indonesia setempat ataupun pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia, serta di bank umum yang melayani penukaran uang.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang yang tak layak edar, bisa langsung mendatangi Gedung C, Kantor Pusat BI, Thamrin, Jakarta Pusat.

Anda bisa datang langsung ke Gedung C BI, dan bilang mau menukarkan uang. Operasional penukadan dibuka Senin-Jumat pada saat jam kerja. Ataupun Anda juga bisa menukarkannya di bank umum yang melayani penukaran uang, nanti bank tersebut akan menukarkannya ke BI.

3. Tanpa Biaya

Bank Indonesia Tukar Uang Gratis

Penukaran uang lusuh dan rusak ini, masyarakat tidak dipungut biaya dan juga tidak ada nilai minimum pecahan rupiah. BI melayani penukaran uang-uang yang rusak tidak ada minimal [pecahan] uang dan layanan penukaran pun gratis.

Selain membuka pelayanan penukaran uang, BI juga mengajak masyarakat bersama-sama menghargai rupiah. Pihak BI memberikan pemahaman dan sosialisasi sanksi hukum tentang perusakan uang yang ada di Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011, soal mata uang.

“Setiap orang yang dengan sengaja merusak rupiah dengan maksud merendahkan [seperti merobek, menggunting] rupiah, dikenakan pidana 5 tahun denda paling banyak Rp1 miliar,” jelas Suhaedi.

Hari raya lebaran nanti uang lama Anda yang sudah rusak bisa diganti dengan yang baru di Bank Indonesia. Selain itu Anda juga membantu pemerintah untuk menggalakkan kualitas uang yang beredar. Yang pasti menukarkan uang ke BI uang Anda terjamin asli.

Baca juga: 
Yuk, Tukar Uang Lusuh dan Rusak ke Bank Indonesia!
Waspada Peredaran Uang Palsu Saat Ramadan, Ikuti Tips Ini

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama