Dari Mana sih Sebenarnya Dana Menjalankan WWF?

Anda sudah tentu tahu bahwa WWF sering mengadakan konservasi, pelestarian alam, dan perlindungan fauna secara berkala. Tapi, sebenarnya dari mana uang tersebut berasal? Jika ingin mengetahuinya, simak artikel berikut.

  • orangutan warrior
  • tiger warrior
  • harimau sumatra
  • sahabat satwa
  • orangutan
  • penyu
  • gurano binatang

Anda sudah pasti sering mendengar tentang WWF (World Wildlife Fund) for Nature. Ini adalah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian, dan restorasi lingkungan yang menyangkut hewan dan tumbuhan. Tapi, hati-hati jangan sampai tertukar dengan WWF (World Wrestling Federation) lho. Untuk membedakannya Anda hanya perlu mengingat bahwa WWF for Nature memiliki Panda sebagai logo. 

WWF sebagai organsisasi independen terbesar di dunia

WWF sendiri adalah organisasi konservasi independen terbesar di dunia dengan lebih dari 5 juta pendukung di seluruh dunia yang bekerja di lebih dari 100 negara, mendukung sekitar 1.300 proyek konservasi dan lingkungan. Terbentuk sebagai sebuah yayasan yang pada tahun 2010 mendapatkan 57% pendanaannya dari pihak perorangan dan warisan, 17% dari sumber-sumber internasional (seperti Bank Dunia, DFID, USAID) dan 11% dari berbagai perusahaan.

Jika Anda ingin turut berpartisipasi dalam menyelamatkan flora dan fauna di Indonesia, bisa kok, karena sebenarnya WWF diperuntukkan bagi Anda yang peduli, dan agar semua manusia bisa ikut peduli terhadap lingkungan. Grup ini memiliki misi "menghalangi dan memutarbalikkan penghancuran lingkungan hidup". 

Saat ini, sebagian besar tugas mereka terfokus pada konservasi tiga biota yang berisikan sebagian besar keragaman hayati dunia, yaitu hutan, ekosistem air tawar, dan samudera dan pantai. Selain itu, WWF juga menangani masalah spesies yang terancam punah, polusi, dan perubahan iklim.

WWF Indonesia

Hutan di Negara Indonesia yang sering disebut sebagai paru-paru dunia pun turut ambil bagian. Ya, tepatnya pada tahun 1998, WWF Indonesia resmi menjadi lembaga nasional berbadan hukum Yayasan. Dengan demikian WWF Indonesia memiliki entitas legal, independen, berbadan hukum sesuai ketentuan di Indonesia. Dengan status yayasan yang disandangnya, maka itu memiliki struktur organisasi sendiri, kemandirian dan fleksibilitas dalam menggalang dana dan mengembangkan program.

Setelah mengetahui detail dari WWF tentu Anda akan bertanya, dari mana mereka mendapatkan uang untuk melakukan itu semua? Ya, pertanyaan itu seketika juga timbul dalam benak saya, yang akhirnya berujung untuk menulis tentang hal ini, agar rasa penasaran saya hilang.

Dana WWF bukan berasal dari Negara

Ternyata, WWF Indonesia tidak menerima dana dari APBN atau APBD, meski sebenarnya seharusnya pemerintah concern terhadap masalah ini, tetapi WWF memperoleh dukungan dana lebih dari 40 lembaga donor, aid agencies, serta dukungan lebih dari total 64.000 suporter dari seluruh Indonesia. Di tahun 2013 saja, WWF Indonesia memiliki kas sebesar Rp. 113,071,556,359. 

Nantinya, uang itu dapat digunakan untuk biaya konservasi, evakuasi, hingga biaya kerusakan alam. Sumber dana dan laporan keuangan WWF Indonesia diaudit oleh auditor terpercaya, dan dipublikasikan secara terbuka setiap tahunnya. Nah, Anda sudah tahu kan bahwa uang tersebut merupakan hasil sumbangan dari rakyat yang peduli terhadap keadaan lingkungan yang mulai "panas" ini. Apa Anda ingin melakukan hal yang serupa? Mari baca petunjuknya di bawah ini.

Suporter adalah donatur untuk WWF

Bagi Anda yang ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi kita tercinta ini, ayo jangan ragu untuk mendaftar. Dilansir dari laman resminya, www.supporterwwf.org, Anda dapat memilih berbagai macam pilihan donatur. Jika Anda melakukan ini, berarti Anda telah ikut menyelamatkan lingkungan beserta isinya. Memang itu terlihat sulit, namun apa salahnya memulai dulu dari sesuatu hal yang kecil. Bumi ini sudah rusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kalau bukan kita yang melakukannya, lantas siapa lagi? Ini ada beberapa aturan/spesifikasi Anda untuk menjadi suporter. 

1. Orangutan Warrior

Lindungi spesies yang terancam punah beserta habitatnya dengan menjadi WWF Warrior. Bergabunglah dengan berdonasi mulai dari Rp. 100.000/bulan. Setiap donasi, Anda akan mendapatkan T-Shirt edisi khusus WWF Warrior, kartu Supporter, E-Newsletter, Living Planet (setiap 4 bulan sekali). Di dalamnya pun masih terdapat pilihan, di antaranya, Elephant Warrior, yaitu, Gajah Sumatera terancam oleh perburuan, hutan yang semakin sempit serta konflik dengan manusia. Orangutan Warrior, sang pemelihara hutan adalah satwa asli Indonesia yang hanya ada di hutan Sumatra dan Borneo. Mereka terancam akibat perburuan dan hutan yang semakin sempit. 

2. Tiger Warrior

Tiger Warrior, Harimau Sumatera adalah harimau terakhir Indonesia dengan populasi yang tersisa hanya sekitar 400 ekor di habitat alaminya. Turtle Warrior, bayangkan hanya 1 dari 1000 telur penyu yang ditetaskan yang bisa tumbuh hingga dewasa.Mereka mengalami berbagai ancaman di laut maupun di darat.

3. Sahabat Satwa

Lalu ada Sahabat Satwa. Anda dapat membantu keberlangsungan hidup satwa-satwa Indonesia ini serta hutan tempat tinggalnya, dan bergabunglah dengan berdonasi mulai dari Rp. 100.000/bulan. Setiap donasi program ini Anda akan mendapatkan boneka satwa yang dipilih, kartu Supporter, E-newsletter, Living Planet Magazine. Di dalamnya pun masih terdapat pilihan, di antaranya ada Sahabat Gajah. Gajah Sumatera adalah species Gajah dengan ukuran terkecil. Dengan tinggi badan antara 1,7 hingga 2,6 meter, Gajah Sumatera lebih kecil daripada spesies Gajah lainnya.Saat ini hanya tersisa 2.400 hingga 2.800 individu Gajah Sumatera yang tersisa di alam. 

4. Harimau Sumatra

Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) adalah harimau terakhir Indonesia setelah harimau Bali pada dekade 40-an dan harimau Jawa pada dekade 80-an dinyatakan punah. Diperkirakan populasi yang tersisa di habitat alaminya hanya 300 - 400 ekor dan jumlahnya akan terus berkurang apabila kerusakan hutan Sumatera terus berlanjut. 

Jumlah ini tidak jauh berbeda dengan Harimau yang berada di Malaysia, negara tetangga kita, yang hanya mempunyai 320-an harimau. Bagaimana dengan nasib anak-cucu kita apabila hewan pemakan daging ini sampai punah?

5. Orangutan

Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang ada di Asia dan hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Kera besar lainnya yaitu gorilla, simpanse, dan bonobo hidup di Afrika. Orangutan sendiri dibagi menjadi 2 (dua) spesies yaitu Pongo Pygmaeus yang hidup di Kalimantan dan Pongo Abelii yang ada di Sumatra. 

Makhluk primata yang merupakan hewan asli Indonesia ini bisa hidup hingga berumur 45 tahun. Bahkan, orangutan dan manusia memiliki kesamaan DNA hingga 97%. Mereka senang tinggal di hutan tropis dan rawa-rawa. Makanan yang dikonsumsi adalah buah, daun-daunan, kulit, bunga, madu, dan serangga. Secara umum, orangutan mulai berkembang biak pada umur 7 hingga 10 tahun. Selain merupakan hewan yang terancam punah, ia juga dilarang ditangkap dan diperjualbelikan karena jumlahnya yang semakin sedikit. Di habitat aslinya, jumlah orangutan di Borneo hanyalah sekitar 23.000, sedangkan orangutan Sumatra sekitar 12.000.

6. Penyu 

Indonesia merupakan rumah bagi 6 dari 7 spesies Penyu yang ada di dunia. Ketujuh spesies Penyu tersebut adalah Penyu Belimbing, Penyu Hijau, Penyu Tempayan, Penyu Pipih, Penyu Sisik, dan Penyu Lekang. Penyu Laut masuk dalam daftar IUCN (International Union for Conservation of Nature) sebagai spesies dengan kategori terancam punah. Indonesia pun menciptakan program konservasi penyu laut yang merupakan program konservasi spesies laut pertama yang dilakukan oleh WWF Indonesia. Kegiatannya sendiri melakukan pemantauan penyu, dan menargetkan konservasi di Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur, dan Pantai Jamursba Medi di Papua.

7. Gurano Binatang

Untuk yang terakhir ada Gurano Binatang. Mari bantu Kapal Gurano Bintang dan para sukarelawan dalam memberikan pendidikan lingkungan dan bantuan nutrisi bagi anak-anak di desa sekitar Teluk Cendrawasih, Papua, dengan berdonasi mulai dari Rp. 150.000. Setiap donasi program ini, Anda akan mendapatkan totebag dan kartu pos unik bergambar binatang khas versi WWF Indonesia.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama