APPI, Menjembatani Perusahaan Pembiayaan dengan Pemerintah

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Pemerintah (APPI), sebuah organisasi profesi yang menjembatani antara perusahaan pembiayaan dengan pemerintah Indonesia.

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) didirikan untuk menjadi wadah komunikasi bagi perusahaan-perusahaan pembiayaan, seperti membicarakan dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi. Asosiasi ini juga hadir untuk memperjuangkan kepentingan anggotanya ke pemerintah, jadi secara tidak langsung ini sebagai jembatan untuk meneruskan dan bimbingan pemerintah kepada para perusahaan yang bergabung dengan APPI.

Sejarah Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), awalnya bernama Asosiasi Leasing Indonesia (ALI) yang berdiri di Jakarta pada 2 Juli 1982. Sederet sasaran ideal menjadi tujuan didirikannya organisasi profesi ini, salah satunya untuk memajukan dan mengembangkan peranan lembaga pembiayaan di Indonesia serta memberikan sumbangsih bagi kemajuan perekonomian nasional.

ALI tercatat sudah 12 kali melakukan pergantian kepengurusan, semuanya dilakukan hanya untuk mencari dan memberikan yang terbaik guna pemecahan, kemajuan, dan perkembangannya.

Pada tanggal 20 Juli 2000, seiring dengan pertumbuhan sektor usaha jasa pembiayaan dan guna menampung aspirasi seluruh anggota, ALI memutuskan merubah nama menjadi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Keputusan ini sejalan dengan keberadaan usaha para anggota asosiasi ini sebagai perusahaan pembiayaan yang dapat melakukan aktivitas usaha, seperti sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), pembiayaan konsumen (consumer finance), dan kartu kredit (credit card).

Untuk kedepannya, APPI bersama pemerintah akan terus berupaya untuk memberikan andil dan peran lebih berarti dalam peningkatan perekonomian nasional, khusunsya pada sektor usaha jasa pembiayaan, seperti mobil, motor, alat berat, mesin, elektronik, dan lainnya.

Saat ini, Kantor Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) terletak di Kota Kasablanka Tower A Lt 7 Unit D, Jl. Casablanca Kav. 88, Jakarta Selatan 12870. Telp: (021) 29820180, Fax: (021) 29820191, Email: secretariat@ifsa.or.id, dan Website: www.ifsa.or.id

Dipimpin Seorang yang Berpengalaman Dibidang Pembiayaan

APPI yang saat ini diketuai oleh Suwandi Wiratno, periode 2013-2016, memiliki banyak pengalaman di industri keuangan dan perusahaan pembiayaan, seperti direktur di PT. Pricewaterhouse Coopers FAS tahun 1999-2005, Presiden Komisaris PT. Wahan Ottomitra Multiartha (WOM Finance) tahun 2005-2007, dan sebagai Direktur Utama WOM Finance tahun 2007-2011. Beliau yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance), menyandang gelar Bachelor of Science (B.Sc) dibidang Manajemen dari University of San Fransisco serta Master of Business Administration (MBA) dibidang Keuangan dari Golden Gate University.

Peranan APPI di Indonesia

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kehadiran APPI sebagai wadah komunikasi bagi perusahaan-perusahaan pembiayaan Indonesia. Untuk lebih detailnya, semua peranan APPI telah terlampir jelas di Visi dan Misi organisasi profesi ini, yaitu:

 Visi APPI

  • Mempersatukan, membina dan memberikan pelayanan kepada anggota untuk memajukan/mengembangkan usaha jasa pembiayaan sesuai dengan wewenang yang dimiliki dan ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia.
  • Meningkatkan kerjasama, pertukaran informasi dan menumbuhkan sikap kebersamaan diantara para anggota Asosiasi maupun dengan pemerintah atau pihak ketiga lainnya, sehingga tercipta hubungan yang baik dan harmonis.
  • Memajukan/meningkatkan peranan Lembaga Pembiayaan sebagai salah satu alternatif pembiayaan di Indonesia serta memberikan sumbangsih bagi kemajuan perekonomian nasional.
  • Memberikan pendapat maupun saran kepada Pemerintah dalam rangka menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif bagi industri usaha jasa pembiayaan di Indonesia dan memperjuangkan kepentingan bersama para anggotanya.
  • Mewakili perusahaan-perusahaan pembiayaan di Indonesia dalam kepentingan pembahasan perkembangan industri pembiayaan baik di dalam maupun di luar negeri.

Misi APPI

  • Menjadikan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia sebagai wadah utama untuk bertukar pikiran dan informasi, serta mengumpulkan, mengadakan penelitian dan mengolah bahan-bahan keterangan yang berhubungan dengan masalah-masalah mengenai Lembaga Pembiayaan dalam arti seluas-luasnya.
  • Menampung dan membahas masalah-masalah yang dihadapi para anggota dalam bidang pembiayaan dan bilamana perlu menyampaikan pendapatnya kepada Instansi Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dan/atau lembaga-lembaga lain yang berwenang.
  • Memberikan penerangan, saran, pendidikan, latihan, dan bimbingan serta pelayanan kepada para anggota, guna meningkatkan kemampuan dan ketrampilan sumber daya manusia para anggota untuk memenuhi tenaga profesional yang dibutuhkan.
  • Membentuk komite-komite yang dianggap perlu baik ditingkat pusat maupun daerah dalam rangka melancarkan kegiatan/ aktivitas Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia.
  • Menggalang kerjasama dan hubungan baik dengan Instansi/ Badan/ Lembaga Pemerintah dan Swasta, baik di dalam maupun di luar negeri sepanjang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, serta dengan cara yang tidak bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku.
  • Melakukan usaha-usaha lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia.

Perusahaan Anggota APPI

Saat ini, ada sekitar 185 perusahaan yang telah tergabung di APPI dengan berbagai tipe pembiayaan dengan berbagai status kepemilikan dan jenis produk yang dibiayai, diantaranya Adira Dinamika Multi Finance, AB Sinar mas Multifinance, AEON Credit Service Indonesia, Astra Sedaya Finance, BCA Finance, BFI Finance Indonesia, Caterpilar Finance Indonesia, Finansia Multi Finance, Indomobil Finance Indonesia, Mandiri Tunas Finance, Wahana Ottomitra Multiartha, Sinar Mitra Sepadan Finance, dan lain-lain.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama