6 Daftar Pemberi Utang Terbanyak ke Indonesia

Beberapa negara luar dan bank masuk dalam daftar paling rajin berikan utang ke Pemerintah Indonesia. Siapa sajakah? Berikut kami hadirkan daftar lengkapnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, piutang negara adalah jumlah uang yang wajib dibayar kepada Pemerintah Pusat dan/atau hak Pemerintah Pusat yang dapat dinilai dengan uang, sebagai akibat perjanjian atau akibat lain berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau akibat lainnya yang sah.

Dalam lingkup nasional, utang kerap menjadi permasalahan pelik. Karena dalam benak mayoritas masyarakat telah tertanam tentang buruknya utang, khususnya utang negara.

Namun, ternyata utang merupakan salah satu bagian penting dalam menetapkan kebijakan fiskal (APBN). Dimana, utang juga merupakan bagian dari suatu sistem besar yang disebut pengelolaan ekonomi. Tujuan dari pengelolaan ekonomi tersebut antara lain:

  • menciptakan kemakmuran rakyat dalam bentuk seperti penciptaan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan menguatkan pertumbuhan ekonomi;
  • menciptakan keamanan.

Selain itu, adapun fungsi utang negara antara lain:

  • menutupi defisit anggaran;
  • menutupi kekurangan kas atas kebutuhan kas jangka pendek dalam pelaksanaan belanja yang tidak dapat ditunda;
  • solusi dalam penataan portofolio utang pemerintah yang tentu dimaksud mengurangi beban belanja untuk membiayai utang dalam APBN di tahun-tahun berikutnya.

Dari fungsi-fungsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa utang merupakan cara untuk menyelesaikan masalah tanpa menyebabkan permasalahan baru. Namun, pendefinisian ini baru bisa dibenarkan bila utang dapat dikelola dengan baik sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

6 Daftar Pemberi Utang Terbanyak ke Indonesia

Hingga saat ini, Indonesia masih memiliki pinjaman luar negeri. Tercatat per Desember 2015, utang luar negeri pemerintah Indonesia, baik bilateral maupun multilateral adalah Rp 748,06 triliun. Angka tersebut naik dari tahun sebelumnya yakni Rp 674,33 triliun.

Secara bilateral, daftar negara yang masih menjadi kreditur terbesar utang Indonesia antara lain Jepang, Prancis, dan Jerman. Sementara secara multilateral, Indonesia masih meminjam kepada Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Bank Pembangunan Islam (IDB).

Seperti dikutip dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, berikut adalah pemberi pinjaman bilateral dan multilateral terbesar untuk Indonesia.

1. Bank Dunia

Bank Dunia (World Bank) merupakan lembaga internasional yang memberikan bantuan pembiayaan dan nasihat keuangan kepada negara yang membutuhkan.

Tujuan Bank Dunia adalah membantu negara-negara berkembang dalam menyusun rencana untuk membangun infrastruktur dan ekonomi sebagai cara mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup.

Saat ini, Bank Dunia menjadi pemberi utang luar negeri terbesar ke pemerintah Indonesia. Jumlah utang Indonesia ke Bank Dunia per Desember 2015 mencapai Rp 221,51 triliun. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yakni Rp 175,03 triliun.

Utang Indonesia ke Bank Dunia mencapai 29,6% dari total utang luar negeri pemerintah.

2. Jepang

Jepang berada di posisi kedua sebagai kreditur terbesar untuk Indonesia. Per Desember 2015, utang pemerintah Indonesia ke Negara Matahari Terbit mencapai Rp 213,31 triliun. Angka tersebut naik dari tahun sebelumnya Rp 212,78 triliun. Utang tersebut mencapai 28,5% dari total pinjaman.

3. Asian Development Bank

Asian Development Bank (ADB) adalah sebuah institusi finansial pembangunan bilateral yang didedikasikan untuk membantu pertumbuhan sosial dan ekonomi di Asia dengan cara memberikan pinjaman. ADB didirikan tahun 1966 dan memiliki kantor pusat di Manila, Filipina.

Per Desember 2015, utang dari ADB untuk pemerintah Indonesia adalah Rp 126,83 triliun. Angka tersebut naik dari tahun sebelumnya Rp 107,35 triliun. Jumlah ini adalah 16,9% dari total utang luar negeri Pemerintah Pusat.

4. Perancis

Perancis masuk dalam daftar negara yang rajin memberikan utang ke Indonesia. Pada 2012, negara ini sempat menawarkan utang hingga 30 miliar USD kepada pemerintah Indonesia untuk pembangunan beberapa proyek infrastruktur di Indonesia.

Per Desember 2015, utang Indonesia ke Perancis mencapai Rp 26,22 triliun. Angka ini naik dari tahun sebelumnya Rp 24,63 triliun. Jumlah tersebut adalah 3,5% dari total utang luar negeri Pemerintah Pusat.

5. Jerman

Pada 2014, Pemerintah Pusat pernah membantu mengajukan pinjaman ke Jerman sebesar 118 juta Euro. Pinjaman tersebut dilakukan Pemerintah Pusat terkait usulan Gubernur Aceh mengenai rencana pembangunan rumah sakit di Aceh.

Hingga Desember 2015, utang pemerintah Indonesia ke Jerman mencapai Rp 22,1 triliun. Angka tersebut naik dari tahun sebelumnya Rp 21,34 triliun. Ini adalah 2,9% dari total utang luar negeri Pemerintah Pusat.

6. Islamic Development Bank (IDB)

Islamic Development Bank (IDB) adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan sejak tahun 1975. Fungsi IDBadalah memberikan pinjaman untuk proyek-proyek produktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

Selain itu, IDB juga mendirikan dan mengoperasikan dana khusus untuk tujuan tertentu seperti dana bantuan bagi masyarakat Muslim di negara-negara non-anggota IDB. Keanggotaan IDB terdiri dari 56 negara dan Indonesia menjadi salah satu anggotanya.

Per Desember 2015, utang pemerintah Indonesia ke IDB mencapai Rp 8,88 triliun, naik dari tahun sebelumnya yakni Rp 7,35 triliun. Persentasenya adalah 1,1% dari total utang luar negeri Indonesia.

Dibalik peliknya masalah utang negara, nyatanya utang negara memberikan begitu banyak manfaat bagi pembangunan negara Indonesia. Semoga segala masalah mengenai utang negara dapat terselesaikan, ya!

Baca juga: Bagaimana Sih Cara Pinjam Uang Tapi Nggak Berutang Banyak?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama