10 Hal Cerdas dengan Perbankan

Di zaman modern, perbankan sudah jadi bagian dari hidup. Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui dari perbankan di keseharian kita. Yuk simak!

Di Indonesia, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terhubung ke perbankan. Coba dipikir-pikir deh. Misalnya BPJS Kesehatan. Dari persyaratannya saja sudah mewajibkan bahwa pembayaran iuran untuk asuransi kesehatan tersebut harus lewat bank, sehingga memudahkan konsumen. Coba bayangkan hari gini tanpa bank? Semakin susah atau semakin mudah ya? Hehehe...

Kalau kita lihat dari sudut pandang nasabah, baik itu konsumer, usaha kecil dan menengah (UKM), bahkan hingga korporasi pun, dunia perbankan masih akan tumbuh. Misalnya dari sisi banyaknya bank di Indonesia yang lahir. Bisa juga dari makin banyaknya produk perbankan yang semakin bervariatif.

Perbankan yang tumbuh itu juga mendukung perkembangan kelas menengah Indonesia yang semakin subur. Contoh kecilnya lagi adalah semakin padatnya masyarakat Indonesia yang menggunakan jasa transportasi udara. Tingkat keterisian pesawat di sejumlah rute semakin tinggi. Semakin banyak pula orang yang bepergian dengan transportasi udara, entah itu penerbangan domestik atau internasional.

token internet banking

Tulisan kali ini membahas bagaimana menyimpan uang Anda di bank, tapi melihat bunga yang kiranya tidak menggerus uang kita di bank itu. Dengan begitu, kita benar-benar menggunakan layanan perbankan untuk keperluan yang baik dan benar. Bahkan, layanan perbankan pun bisa dipakai untuk sistem pembayaran untuk bisnis yang sedang kita kembangkan, walau usaha kecil-kecilan, misalnya bisnis jual-beli pulsa dengan modal kurang dari 1 juta.

Bahkan, untuk bisa mengadakan kerja sama bisnis pun kita diharuskan memiliki rekening di bank. Dengan begitu klien, atau mitra kerja sama kita, bisa sungguh-sungguh percaya dengan kerja sama yang kita buat.

1). Pertama, uang di bank itu aman

Di masa sekarang, bank adalah salah satu tempat teraman untuk menyimpan uang. Kalau saya bilang "salah satu", berarti ada juga tempat lain yang paling aman. Ya benar? Itu adalah di bawah kasur. Hahahaa.. Tetap aja akan dicuri maling. 

Nah perihal penyimpanan uang di bank, memang akan jadi masalah kita kecurian uang kalau bank tersebut tidak memperbaharui sistem keamanannya. Misalnya audit, sistem kendali, dan peningkatan teknologi keamanan perbankan tersebut.

Kedua, yang dimaksud "aman" yang dimaksud penulis adalah bahwa uang tersebut aman sepanjang tidak tercuri oleh pencuri konvensional. Kalau Anda berpikir bahwa ada juga pencuri bank white collar crime, ya tentu pencuri semacam itu akan dihukum berat. Sebagai pengganti uang nasabah yang hilang, LPS akan mengganti maksimal 2 miliar per nasabah per bank.

2). Cari layanan bank yang tidak perlu bayar lagi

Di Indonesia, ada berbagai macam penawaran bank yang diinformasikan kepada masyarakat. Jika Anda sering menggunakan layanan perbankan hampir tiap hari, bahkan untuk bisnis kecil Anda, pastikan pilih layanan perbankan yang benar-benar sesuai dengan yang dibutuhkan. 

Misalnya layanan internet banking yang aktivasinya tidak perlu membayar biaya tambahan. Hanya tinggal registrasi, dan selanjutnya langsung gunakan. Pilah-pilih layanan perbankan yang benar-benar cocok untuk keperluan keuangan Anda.

3). Inflasi, Sang Pemakan Uang

Seperti kita tahu, menyimpan uang di bank kadang bisa tidak 'aman'. Tidak aman di sini adalah kenaikan inflasi yang terus naik. Inflasi inilah yang terus membuat harga di berbagai bidang, terutama kebutuhan sembilan bahan pokok. 

Jika kebutuhan bahan pangan pokok saja bisa merangsek naik karena inflasi, apalagi simpanan uang di bank. Bunga bank kalah jauh dibanding tingkat inflasi. Itu makanya kalau simpan uang di bank, bahkan biaya administrasi pun bisa naik karena inflasi itu. Baru tahu?

4). Suku Bunga Berbeda-beda tergantung Produk Perbankan

Harus diingat pula, dalam tingkat inflasi yang paling rendah pun, kadang tingkat suku bunga produk perbankan bisa berbeda. "Berbeda" dalam hal ini bisa sedikit lebih tinggi dari bunga inflasi. 

Itu kenapa kita perlu banyak tanya kepada pihak perbankan mengenai produk yang mereka jual. Semakin banyak tanya si konsumen, maka adalah kewajiban perbankan untuk memberikan informasi setransparan mungkin.

Bank juga memiliki sistem perhitungan tersendiri untuk produk perbankan yang mereka jual. Jadi, kalau ingin mengambil produk KPR, pastikan Anda mencoba terlebih dahulu simulasi perhitungan KPR yang ada. Atau, coba minta simulasi perhitungan KPR dari bank yang Anda ajukan.

5). Ingat, Anda Punya Kesempatan untuk Dapat Bunga yang Lebih Baik (Rendah)

Ada berbagai macam kebutuhan keuangan masyarakat Indonesia. Mulai dari Kredit Tanpa Agunan, Kredit Mobil, Kredit Motor, KPR dan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), hingga Kredit Multiguna

Adalah hak Anda untuk bertanya semua produk perbankan tersebut, termasuk mengetahui tentang informasi suku bunga produk yang bersangkutan. Tanyalah ke bagian marketing bank yang Anda tuju. Atau, cari sebuah situs perbandingan yang menyajikan cukup singkat informasi produk perbankan, mulai dari kartu kredit hingga kredit multiguna.

6). Bijaksana jika Menarik Uang Tunai dari ATM

Bingung dengan subjudul ini? Nggak usah bingung. Anda cuma perlu cermat jika ingin menarik uang tunai dari ATM yang berbeda dengan bank tempat penerbitan uang plastik Anda. Misalnya begini, jika Anda memiliki kartu kredit dari UOB dan ingin menarik uang tunai dari ATM dari bank yang berbeda, itu ada biayanya. Biasanya namanya "Biaya Penarikan Tunai".

Jika uang tunai di rekening Anda tidak terlalu banyak, biaya penarikan uang tunai ini bisa menggerus isi saldo itu jika Anda sering-sering menarik uang tunai dari bank yang berbeda. Usahakan tarik tunai dari ATM yang sama. Atau, jika memang kepepet, pastikan Anda hanya melakukan satu kali saja untuk seumur hidup. Hehehee..

7). Perlu Usaha untuk Dapat Deal Terbaik

Kalau mau cicil mobil dengan harga terbaik, ya datangi gerai mobil terdekat. Tanya pihak marketingnya, dan cari tahu informasi mobil tipe apa yang cocok untuk Anda dan keluarga. Ketahui juga berapa DP dan cicilan yang Anda mampu untuk ke depannya.

Begitu juga dengan bank. Kalau tertarik dengan salah satu produk perbankan yang Anda inginkan, ya datangi banknya. Tanya suku bunganya. Dan berapa DP berikut cicilan yang mampu kita bayar. Cari tahu semua informasi tersebut di internet, misalnya mengunjungi situs perbandingan KPR.

8). Sering-sering Lihat Internet untuk Cari Tahu

Hari gini masih nggak bisa akses internet? Buset deh! Langsung saja deh buka laptop Anda dan koneksikan internet. Laman internet yang menjadi peringkat nomor satu untuk kata kunci "pinjaman pribadi" bisa menjadi rekomendasi Anda untuk mencari tahu informasi produk perbankan. Situs itu bisa menjadi pusat pinjaman pribadi terpercaya Anda.

Cari tahu pula kartu kredit mana yang cocok untuk Anda gunakan dalam keperluan profesi Anda. Misalnya untuk urusan bisnis, Anda sering bepergian ke luar negeri. Cari tahu juga mana uang plastik yang lebih cocok untuk keperluan belanja di sebuah minimarket atau sebagainya.

9). Internet Banking Bisa Mudahkan Pembayaran Tagihan Bulanan

Satu hal cerdas yang terkait dengan perbankan di kehidupan kita sehari-hari adalah penggunaan internet banking untuk pembayaran tagihan bulanan. Misalkan Anda seorang Pegawai Negeri Sipil yang memiliki pendapatan rutin. Langsung saja integrasikan gaji Anda untuk pembayaran tagihan bulanan, misalnya pembayaran televisi berlangganan. Atau bisa juga untuk pembayaran tagihan air bersih atau listrik. Lebih mudah kan?

10). Terhubung ke Bank Tanpa Harus ke Bank

Maksudnya apa ya? Begini. Salah satu kegiatan utama suatu perbankan adalah peminjaman dana. Dana tersebut dipinjamkan kepada anggota dan/atau nasabah, dengan diberi tingkat suku bunga tertentu. Dengan mengambil suatu produktivitas tertentu dari perbankan, Anda menjadi bagian dari bank itu sendiri. Contoh kecil dari pernyataan ini adalah koperasi.

Di Indonesia, koperasi juga adalah bentuk terkecil dari aktivitas perbankan, walau koperasi juga memiliki batasan yang tidak bisa dilakukan seperti bank pada umumnya.

Oke, Sobat GoGo. Selamat belajar perbankan ya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama