Tarik Tunai E-Money, Manfaatkan Lebih Cerdas!

Saldo e-Money bisa dicairkan kembali menjadi uang tunai. Hati-hati, jangan sampai malah bikin jadi boros. Yuk, bijak dalam mengaturnya!

Sebagaimana telah diatur oleh Bank Indonesia, sekarangsaldo uang elektronikbisa ditarik menjadi tunai. Saat ini ada 5 penerbit kartu e-money, di antaranya Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, dan BTN Persero.

Namun, pelayanan ini baru terdapat di beberapa kota besar dan hanya disediakan oleh lembaga keuangan digital yang khusus mengeluarkan kartu e-money.

uang elektronik jadi tunai

Cara Mencairkan Saldo E-Money

Menurut Gurbernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, pencairan tunai bisa dilakukan melalui bank, supermarket, kantor pos, dan agen layanan keuangan digital (LKD) milik Bank Indonesia (BI).

Saat ini, BI memiliki agen LKD yang tersebar di kota-kota besar sebanyak 60 ribu dan dapat membantu Anda mengeluarkan dana bantuan.

Jika Anda pemilik kartu e-Money yang diterbitkan oleh bank Mandiri, Anda cukup datang saja langsung ke kantor cabang bank Mandiri terdekat. Anda bisa meminta bantuan teller untuk redeem sisa saldo dalam e-Money jadi tunai.

Untuk pencairan dana e-Money pun tidak dibatasi oleh minimal limit. Misalkan, dana Anda hanya Rp3.000, Anda tetap dapat mencairkannya sebagai tunai.

Kelola Uang Elektronik Lebih Bijak

Uang elektronik memang bisa memudahkan Anda dalam bertransaksi. Anda bisa melakukan pembayaran kapan dan di manapun tanpa uang tunai. Bertransaksi menjadi lebih mudah dan praktis.

uang elektronik jadi tunai

Namun, kemudahan ini kerap membuat banyak orang bersikap lalai dan semakin konsumtif. Apalagi, sekarang bisa tarik tunai lewat e-money. Pengeluaran bisa jadi tak terkendali karena Anda tidak merasa debit dari ATM. Oleh karena itu, sudah saatnya Anda berpikir lebih bijak dalam mengatur penggunaan uang elektronik.

1. Isi e-money sesuai tujuan

Sebelum menggunakan e-money, coba tetapkan tujuan Anda. Untuk apa saja e-money tersebut akan Anda gunakan. Lakukan perencanaan secara tepat dan jelas.

Misalnya, Anda perlu untuk transportasi umum seperti Communter Line atau TransJakarta setiap hari, mengisi bahan bakar seminggu sekali, dan membayar tol. Atur jumlah saldo yang perlu Anda top up untuk kebutuhan tersebut selama 1 bulan.

Baca juga: Isi Ulang Kartu E-Money, Gratis Pakai Cara Ini!

Usahakan untuk tidak melakukan pengisian ulang secara berlebihan. Apabila masih ada sisa saldo di bulan berikutnya, tambahkan saja sisanya agar jumlahnya sama seperti bulan lalu. Dengan begitu, pengeluaran Anda menggunakan e-money pun menjadi lebih terkendali.

2. Jangan tergiur promosi

E-money juga menawarkan berbagai promo menarik. Namun, ingat! Jangan mudah tergiur dengan promosi yang ada. Boleh saja jika sesekali ingin memanfaatkan promosi tersebut, asal tidak terlalu sering.

uang elektronik jadi tunai

3. Jadikan e-money seolah uang tunai

Perlakukanlah e-money yang Anda miliki seolah uang tunai. Catatlah berapa pengeluaran yang sudah Anda keluarkan. Sebab, bentuk e-money yang praktis kerap membuat orang tak sadar jika sebetulnya jumlah uang yang ada di dalamnya tak sedikit. Kadang, tanpa sadar Anda menggunakannya hingga melampaui batas.

4. Gunakan kartu debit untuk transaksi lebih besar

Jika Anda bertujuan berbelanja kebutuhan dalam jumlah besar, lebih baik gunakan kartu debit. Simpan e-money Anda dan cukup gunakan sesuai dengan tujuan awal. Jangan sampai saldo habis sebelum waktunya.

Kartu debit dengan saldo yang lebih besar akan lebih aman karena transaksi yang dilakukan perlu menggunakan PIN ataupun nomor identitas pribadi.

5. Disiplin dalam penggunaan e-money

Apabila Anda sudah menetapkan tujuan di awal terhadap penggunaan e-money, Anda wajib konsisten dalam menggunakannya.

Berusahalah untuk selalu disiplin dengan melakukan transaksi yang direncanakan saja. Ingat, jangan melakukan pemborosan dengan e-money agar pengeluaran tetap terkendali.

Baca juga: Jenis Uang Elektronik Buat Pengaturan Finansial

Kartu uang elektronik memang memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Anda tak perlu repot membawa uang tunai dalam jumlah besar jika tidak dalam keadaan mendesak. Apabila e-money yang Anda miliki belum digunakan dalam jangka waktu yang panjang, uangkan saja sisa saldonya. Yuk, bijak dalam menggunakan uang elektronik!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama