RUU Perlindungan Data Peribadi Ditargetkan Selesai 2019

Kementrian Komunikasi dan Informatika menargetkan rancangan undang-undang Perlindungan Data Peribadi selesai tahun 2019.

Pembahasan mengenai rancangan undang-undang (RUU) Perlindungan Data Peribadi telah berlangsung selama dua tahun, namun hingga sekarang masih belum selesai. Padahal, kasus pencurian dan penyalahgunaan data peribadi semakin menarik perhatian masyarakat, seperti kasus kebocoran data pengguna Facebook.

Itulah mengapa Direktur Jenderal Aptika Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, menargetkan RUU Perlindungan Data Peribadi selesai dan disahkan pada 2019.

"Saya optimistis selesai tahun depan. Paling tidak sebelum pelantikan (presiden) yang baru," ujar Semuel di Jakarta, Kamis (20/12/2018). "Tahun ini segera kita selesaikan draft-nya. Tahun depan sudah di meja presiden dan dikirim ke DPR. Mudah-mudahan 2019 diundangkan, 2020 sudah bisa dilaksanakan," lanjutnya.

Saat ini, pembahasan mengenai RUU Perlindungan Data Peribadi telah berada di pasal terakhir mengenai ketentuan pidana. Menurut Semuel, Kemenkominfo ingin memperkuat ketentuan pidana seperti denda dan kurungan penjara. Misalnya, hukuman untuk kasus pencurian data akan diperberat menjadi hukuman penjara 5-6 tahun.

Setelah selesai, RUU Perlindungan Data Peribadi akan mendorong perkembangan industri teknologi, informasi dan komunikasi serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Misalnya, RUU Perlindungan Data Peribadi dapat melindungi pengusaha UMKM yang mengajukan pinjaman dari perusahaan fintech agar data-data peribadi mereka tidak disalahgunakan.

Jika Anda ragu untuk pinjam uang seperti KTA dan kredit multiguna, dapat mengajukan pinjaman dari bank karena terjamin keamanannya. Bandingkan dulu pinjaman yang Anda inginkan secara online dan baca baik-baik persyaratannya sebelum membuat keputusan.

Beberapa pilihan KTA dan kredit multiguna yang bisa Anda temukan adalah HSBC Personal LoanCitibank Ready CreditBFI Finance Kredit Multiguna Motor dan Bank DBS Pinjaman dengan Jaminan.

(Sumber: KompasKontan

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama