Mengulik Sejarah Mobile Banking

Kini layanan Mobile Banking semakin menjadi tren. Ini karena memberikan kemudahan bagi para nasabah. Tapi bagaimana sih awal sejarah kehadiran Mobile Banking?

Saat ini, dunia perbankan berusaha mempermudah akses nasabahnya dalam melakukan transaksi. Salah satunya adalah dengan hadirnya Mobile Banking atau M-Banking. Layanan perbankan melalui alat komunikasi (handphone) ini cukup praktis penggunaannya. 

Sesuai namanya ini benar-benar mobile dan bisa digunakan di mana saja dan kapan saja, sepanjang tersambung dengan jaringan operator. Jadi, nasabah tidak perlu lagi pergi ke ATM untuk melakukan transaksi.

Memudahkan Nasabah

Mobile Banking menjadi sangat terkenal karena kemudahan yang diberikan kepada nasabah. Nasabah dapat mengakses informasi debit/kredit, melakukan pembayaran rekening, mengecek jumlah tabungan, histori transaksi dan lain sebagainya. 

Nasabah juga bisa mendapatkan konektivitas mobile, meskipun ketika berada di daerah terpencil atau pada saat bermasalah dengan jaringan internet. Berbeda dengan layanan Online Banking yang membutuhkan jaringan internet yang kuat. 

Layanan ini juga sangat mudah dimengerti karena tampilannya yang sangat mudah. Nasabah hanya perlu mengikuti instruksi untuk melakukan transaksi. Selain itu, layanan ini dapat mengurangi risiko tindak fraud, karena nasabah akan mendapatkan pemberitahuan melalui SMS ketika terdapat aktivitas pada rekeningnya. Pemberitahuan tersebut meliputi setoran, penarikan uang, transfer antar rekening, dan lain sebagainya.

Nah, setelah mendapatkan berbagai manfaat dari layanan Mobile Banking, sebetulnya, bagaimana sih sejarah dari Mobile Banking? Kapan kira-kira layanan ini mulai diluncurkan?

Pemanfaatan Teknologi

Mobile Banking diluncurkan pertama kali oleh Excelcom pada akhir 1995. Peluncuran tersebut mendapatkan respons yang beragam dari masyarakat. Kemunculan Mobile Banking ini dilatarbelakangi oleh keinginan bank-bank untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari para nasabahnya. Salah satu caranya adalah memanfaatkan teknologi.

Saat itu, teknologi yang tumbuh dengan pesat harus dimanfaatkan dengan cermat dan tepat. Berbagai macam teknologi memberikan terobosan-terobosan baru yang dapat digunakan oleh bank untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya. Dari hal tersebut, bank-bank yang ada di seluruh dunia membuat suatu inovasi baru dengan meluncurkan Mobile Banking.

Keuntungan dan Kerugian

Munculnya Mobile Banking itu sendiri tidak hanya berhubungan dengan bank saja, tetapi juga bekerja sama dengan operator selular. Sehingga dapat dilihat bahwa keberadaan Mobile Banking memberikan keuntungan kepada semua kalangan seperti bank, operator selular dan nasabah bank pengguna Mobile Banking

Untuk nasabah, jelas mereka tidak perlu repot pergi ke ATM untuk melakukan transaksi. Bahkan, nasabah juga bisa melakukan pengisian pulsa melalui layanan ini

Namun, tak ada gading yang tak retak. Pemanfaatan teknologi Mobile Banking pun memiliki kekurangan. Dari sisi bank, tentu menjadi sepi pengunjung, karena nasabah lebih memilih untuk bertransaksi mobile. 

Untuk nasabah, layanan ini lebih rentan terkena 'smishing'. Hal ini terjadi ketika pengguna Mobile Banking menerima SMS palsu yang menanyakan detail rekening bank dari seorang hacker. Tak sedikit nasabah yang terjebak dan dikuras uangnya. Selain itu, dari sisi biaya, nasabah juga tetap harus membayar biaya SMS untuk setiap melakukan transaksi.

BCA yang Pertama Meluncurkan Mobile Banking

Di Indonesia, baik bank pemerintah maupun bank swasta, berlomba-lomba untuk meluncurkan teknologi Mobile Banking. Bank Central Asia (BCA) misalnya, sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Bank Central Asia merupakan bank pertama yang meluncurkan sistem Mobile Banking di Indonesia. Layanan Mobile Banking BCA dikenal dengan nama m-BCA. 

Selanjutnya, Bank Mandiri, BRI,  BII, CIMB Niaga juga turut meluncurkan layanan ini. Hingga kini Mobile Banking menjadi favorit bagi nasabah dalam melakukan transaksi. Ditambah sekarang Mobile Banking tak hanya dapat diakses di web, namun juga app mobile, seperti Google Store dan Apple Store.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama