Isi Ulang Kartu E-Money, Gratis Pakai Cara Ini!

Kini semua serba cepat lewat transaksi non tunai. Jangan sampai saldo dalam e-money kosong. Ketahui cara pengisiannya yang efisien dan tanpa tambahan biaya top up.

Mulai 31 Oktober 2017, jalur tol tidak lagi melayani pembayaran tunai. Kini, transaksinya akan dilakukan secara otomatis menggunakan kartu uang elektonik (e-money).

Tol GTO

E-money sebenarnya sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2009. Kartu ini menggantikan uang tunai sebagai alat bayar untuk transportasi umum (TransJakarta dan KRL), pengisian BBM,belanja di toko tertentu, hingga bayar tarif jalan tol.

Menurut data Bank Indonesia tercatat ada 20 penerbit e-money di Indonesia yang terdiri dari 9 bank dan 11 lembaga selain bank. Contoh, kartu e-money seperti Tap Cash dari BNI, Flazz dari BCA, Brizzi dari BRI, e-Toll dan e-Money dari Bank Mandiri, serta masih banyak lagi.

Opsi Cerdas isi E-Money

Walaupun sudah banyak masyarakat yang familiar dengan e-money, tapi masih banyak juga yang belum paham cara mengisinya.

Bentuk e-money ini mirip kartu debit ATM, hanya saja memiliki limit saldo lebih sedikit dibandingkan dengan kartu debit ATM yang terkoneksi langsung dengan rekening tabungan.

Dengan kata lain,Anda harus melakukan top up saldo uang dengan nominal tertentu. Uang Anda akan disimpan secara elektronik ke dalam chip, sehingga Anda tak perlu lagi repot membawa uang tunai.

1. Praktis Lewat ATM

Anda perlu mencari mesin ATM yang berlogo e-money. Saat ini, beberapa bank sudah melengkapi perangkat ATM nya dengan reader yang mampu membaca chip kartu e-money. Caranya sangat mudah! Cukup tempelkan kartu e-money Anda pada logo reader.

Baca juga: Jenis Uang Elektronik Buat Pengaturan Finansial

Lalu, masukkan kartu debit ke ATM dan pilih menu pembayaran e-money. Masukkan nominal jumlah saldo yang ingin Anda tambahkan. Tunggu beberapa detik agar mesin bisa membaca data kartu. Setelah data terbaca, maka kartu akan secara otomatis terisi.

Ingat, kartu e-money diisi dengan cara ditempelkan, bukan dimasukkan dalam mesin ATM. Jika Anda masukkan dalam mesin ATM, kartu e-money Anda justru akan tertelan dan tidak bisa keluar lagi.

2. Dibantu di Minimarket

top up e-money

Sulit menemukan ATM? Tidak perlu repot, Anda bisa datangi minimarket terdekat untuk mengisi saldo e-money.

Berikan kartu e-money Anda pada kasir dan katakan jumlah nominal saldo yang ingin diisi. Nanti pembayaran bisa dilakukan lewat kartu kredit, kartu debit, dan tunai.

Pilihan minimarket yang bisa Anda gunakan untuk mengisi ulang adalah Alfamart, Alfamidi, Indomart, Lawson, dan Circle K.

3. Loket Transportasi Umum

Tempat-tempat seperti loket stasiun KRL dan halte Transjakarta juga menyediakan pengisian saldo e-money.

Jadi, tidak perlu khawatir saat ternyata saldo habis tapi sudah berada di loket. Anda bisa minta tolong petugas untuk melakukan pengisiane-money. Pembayaran bisa dilakukan dengan cara tunai maupun gesek kartu kredit atau kartu debit melalui mesin EDC.

Baca juga: Suku Bunga 7 Day Repo Rate Turun, Pengaruh Pada Investasi

Untuk isi ulang kartu e-money di gardu toll, Anda harus perhatikan gardu yang terdapat logo isi ulang e-money (top-up) dan bukan gardu bertanda GTO.

Setelah itu berikan kartu e-money Anda pada petugas dan lalukan pembayaran dengan uang tunai karena gardu toll tidak dilengkapi fasilitas mesin EDC. Setelah isi ulang berhasil, maka kartu e-money Anda akan langsung terpotong harga tol yang harus dibayarkan.

4. Ekstra Cepat Melalui Online

Jika Anda terburu-buru dan ingin menghemat waktu, Anda bisa mengisi ulang kartu e-money melalui i-banking (internet banking), m-banking (mobile banking), atau aplikasi. Hanya saja, tak semua kartu e-money bisa diisi ulang melalui i-banking, m-banking, dan aplikasi.

Misalnya saja, untuk jenis kartu Tap Cash dari BNI hanya bisa dilakukan lewat aplikasi Tap Cash Go. Untuk kartu Brizzi dari BRI bisa melakukan pengisian lewat BRI Mobile Banking dan i-banking BRI.

Sementara kartu e-money Mandiri bisa melakukan pengisian dari ketiga jenis pengisian online yakni aplikasi android, i-banking, dan m-banking. Lain halnya dengan kartu Flazz dari BCA yang masih dalam pengembangan untuk bisa melakukan isi ulang secara online.

Cara Agar Isi Ulang E-Money Bisa Gratis

isi ulang emoney

BI telah memberitahu Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No.19/10/PDAG/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway). Dalam peraturan tersebut dikemukakan bahwa biaya yang dikenakan untuk pengisian uang elektronik tidak boleh melebihi Rp1.500.

Untuk pengisian di bawah Rp200 ribu dan dilakukan melalui kanal penerbit kartu (top on us) tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Tetapi, pengisian di atas saldo Rp200 ribu dikenakan biaya Rp750.

Jika Anda mengisi lewat kanal pembayaran milik kartu penerbit yang berbeda (top up off us), ada biaya tambahannya. Nilainya pun berbeda-beda hinggamaksimal biaya yang dikenakan hanya Rp1.500. Hal ini berlaku untuk berapapun jumlah nominal isi ulangnya.

Baca juga: Modus Double Swipe Mesin EDC dan Cara Menghindarinya

Misalnya, Anda pengguna BRI Brizzi dan ingin melakukan top-up sebanyak Rp100 ribu. Jika Anda melakukan top-up di ATM BRI, maka tidak akan ada biaya yang dikenakan.Namun, jika Anda mengisinya melalui melalui ATM BCA, loket halte Trans Jakarta, loket Commuter Line, dan gerbang toll akan dikenakan biaya Rp1.500. Tapi jika isi ulangnya di minimarket hanya dikenakan biaya Rp1.000.

Sudah tidak bingung lagi cara mengisinya? Manfaatkan e-money dengan menggunakannya secara tepat agar Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama