Begini Nih Cara Bijak Gunakan e-Money

Tahu tidak, per 1 November 2014 naik bus Transjakarta sudah tidak lagi menggunakan uang tunai, tapi e-money. Bagaimana ya cara bijak menggunakannya?

Di 2014, Bank Indonesia sebagai bank sentral tengah gencar mendorong penggunaan e-money alias uang elektronik untuk mengurangi peredaran uang tunai. Penggunaan e-money ini diharapkan bisa mengurangi biaya cetak uang yang mahal serta meningkatkan efisiensi transaksi. Seperti kita tahu, penggunaan uang elektronik ini meningkat pesat. Penggunaannya mulai dari pembelian tiket bus Transjakarta, belanja menggunakan payment gateway, hingga pembelian tiket kereta KRL Commuter Line.

Menurut data dari Bank Indonesia, pada tahun 2003, volume transaksi dari penggunaan uang elektronik mencapai 137,9 juta transaksi melalui 36,2 juta kartu, dengan nominal uang yang beredar adalah Rp 2,9 triliun. Padahal jika dilihat pada tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2007, volume transaksi yang berhasil dicatat baru mencapai 586.000 transaksi melalui 165.000 kartu, dengan nilai nominal Rp. 5,26 miliar.

Menurut Kontan Online, tahun 2014 ini hingga Juli lalu, jumlah transaksi e-money mencapai 96,2 juta transaksi melalui 32,4 juta kartu dengan nominal Rp 1,94 triliun.

Apa Sih e-Money Itu?

Bagi Anda yang belum tahu (hari ini masih ada ya yang belum tahu?!?! Hehehe...), e-money adalah uang elektronik yang tidak memiliki batas waktu berlaku. Menurut Wikipedia, Uang elektronik, atau uang digital, adalah uang yang digunakan dalam transaksi Internet dengan cara elektronik. Biasanya, transaksi ini melibatkan penggunaan jaringan komputer (seperti internet dan sistem penyimpanan harga digital). Electronic Funds Transfer (EFT) adalah sebuah contoh uang elektronik.

Uang elektronik memiliki nilai tersimpan (stored-value) atau prabayar (prepaid) dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam suatu media elektronis yang dimiliki seseorang. Nilai uang dalam e-money akan berkurang pada saat konsumen menggunakannya untuk pembayaran. E-money dapat digunakan untuk berbagai macam jenis pembayaran (multi purpose) dan berbeda dengan instrumen single purpose seperti kartu telepon.

Apa Beda e-Money dan Uang Fisik?

Pertama, alat pembayaran uang fisik dan e-money memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di dunia modern, apalagi ketika masyarakat mencari kemudahan pembayaran untuk transaksi dalam skala retail, kecil, dan tidak terlalu menggunakan uang banyak, maka e-money memiliki kelebihan. Pertama, Anda bisa melakukan berbagai transaksi tanpa membawa banyak uang fisik. 

Kedua, transaksi menjadi lebih cepat. Mengapa? itu karena Anda tinggal mengurangi nilai di e-money sesuai dengan nilai transaksi. Anda tidak perlu menghitung berlembar-lembar uang fisik. Ketiga, secara perencanaan keuangan, slip transaksi yang keluar dari mesin EDC bisa menjadi bukti pengawasan kita terhadap pengeluaran yang telah dilakukan. Ini bicara pengelolaan keuangan pribadi secara realistis.

Namun demikian, tidak sedikit juga kelebihan dari uang elektronik ini. Menurut Risza Bambang, seorang Chairman One-Shildt Financial Planning, uang elektronik ini bisa dianggap versi digital dari sistem anggaran amplop. Jadi ketika Anda menerima gaji bulanan, bisa langsung membaginya ke dalam pos-pos yang berwujud e-money, yang sesuai dengan keperluan. Misalnya e-money untuk bayar tol, biaya transportasi umum, ataupun e-money untuk pembayaran berbagai tagihan rumah tangga.

E-Money Apa yang Cocok untuk Saya?

Nah, seperti kita tahu. Di pasaran ada banyak uang elektronik yang beredar. Menurut data Bank Indonesia, ada 19 (sembilan belas) penerbit kartu uang elektronik yang saat ini terdaftar. Hal termudah dari menentukan e-money adalah mana yang paling mudah jika Anda mengisi ulang e-money tersebut misalnya satu bank dengan pembayaran gaji Anda. Cara lain untuk menentukan uang elektronik mana yang cocok bisa juga seperti di bawah ini.

1) Sesuai kebutuhan

Seiring dengan berjalanannya waktu, fitur yang ada dalam e-money juga mengalami perkembangan. Awalnya, e-money hanya digunakan sebagai pembayaran tiket transportasi publik, pembayaran tagihan, dan tiket masuk tol dan parkir. Selanjutnya, layanan ini bisa digunakan untuk bertransaksi di beberapa merchant dan tempat hiburan.

Kemudian, setelah menentukan produk e-money yang sesuai, disiplinlah menggunakan e-money tersebut hanya untuk transaksi yang telah Anda tetapkan. Untuk melakukan transaksi yang lebih besar, sebaiknya tetap pergunakan kartu debet yang mempunyai saldo lebih banyak. Kartu ini lebih aman karena memakai nomor identitas pribadi (PIN).

Sebagian besar perencana keuangan tidak menyarankan untuk menggunakan layanan e-money dalam hal pembayaran tagihan. Hal ini karena untuk pembayaran tagihan biasanya berbiaya besar dan lebih cocok memakai kartu debit. Pembayaran tagihan dengan menggunakan layanan e-money akan menimbulkan risiko keamanan yang tinggi. Hal ini karena uang yang harus kita isi ulang akan banyak.

2) Pilih yang jangkauan luas, layanan baik

Jika Anda sudah memiliki e-money yang sesuai dengan kebutuhan, hal kedua yang kadang menyusahkan adalah pengisian ulang. Kenapa bisa begitu? Seringkali pengisian ulang ini hanya bisa dilakukan melalui ATM bank-bank tertentu atau merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan si penerbit.

Sebaiknya Anda cermat ketika memilih tempat untuk melakukan pengisian ulang atau pencairan dana di e-money. Jangan sampai Anda kesal karena sudah mencoba mengisi di suatu ATM atau merchant, yang Anda kira bisa, tapi ternyata tidak bisa dilakukan.

3) Bentuk e-money

Jika kita memperhatikan beberapa iklan di televisi, e-money tidak saja dalam bentuk kartu. Tapi ada juga yang menggunakan telepon seluler sebagai medianya. Konsumen diharapkan untuk lebih cermat untuk memiliih mana bentuk e-money yang paling cocok dengan kebutuhan. Jika Anda merasa kebutuhan e-money lebih mudah menggunakan rekening ponsel, mungkin saja itu lebih cocok dengan profil dan kebiasaan pengelolaan keuangan. Pilihlah e-money yang diterbitkan operator seluler yang Anda percayai.

Sebagai penutup, dua bank yang saya pakai untuk penggunaan e-money mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda: BCA dan Mandiri. Pengisian ulang e-money pun bisa dari Internet Banking, ATM, atau bahkan melalui minimarket. Nah kita sebagai orang muda harus bisa cerdas secara finansial dan berkarya di bidang apa pun. Hidup itu indah, bukan!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama