Apa Sih Bitcoin Itu? (1)

Beberapa dari Anda mungkin pernah dengar istilah "Bitcoin". Tapi, sebagian besar mungkin belum pernah mendengar tentang ini. Benarkah Bitcoin akan mengubah ekonomi di masa depan? Atau, sekadar wacana saja?

  1. satoshi nakamoto siapa
  2. sistem berjalan secara otomatis
  3. menggunakan sistim open-source software
  4. desentralisasi
  5. keamanan dan tidak stabil

Mungkin sebagian kecil dari Anda sudah pernah mendengar "Bitcoin". Tapi, sebagian besar dari Anda belum pernah mendengar tentang ini. Sebenarnya, apa sih Bitcoin itu? Sistem perekonomian yang bagaimana sih menggunakan Bitcoin itu?

Wikipedia menceritakan, sejarah Bitcoin bermula dari sebuah kertas kerja hasil studi ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2008 oleh seseorang bernama  Satoshi Nakamoto. Berdasarkan penelusuran beberapa media, nama "Satoshi Nakamoto" ini bukanlah nama sebenarnya dari orang yang menciptakan sistem Bitcoin ini. Namun seseorang yang mengatasnamakan Satoshi Nakamoto, atau paling tidak seseorang yang tidak dikenal (unknown person) yang kemudian menggunakan nama itu.

Pada awal 2009, sebuah sistem dompet internet yang bernama Bitcoin-Qt diluncurkan, dan pada sistem dompet itulah mata uang Bitcoin dipergunakan. Nah, pada tahun yang sama itulah perangkat lunak Bitcoin-Qt berkembang dan pada akhirnya mata uang Bitcoin semakin sering digunakan.

Oke, untuk lebih sederhana lagi, berikut informasi yang kami himpun dari berbagai sumber.

Apa sih Bitcoin itu?

Bitcoin adalah implementasi pertama dari konsep mata uang kripto (crypto-currency), dengan pengontrolan, penerbitan uang, dan transaksi penggunaan Bitcoin diatur oleh mekanisme kriptografi. Kriptografi itu sendiri merupakan disiplin ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan atau kerahasiaan dari informasi.

Aplikasi dasar dari teknik kriptografi ini digunakan untuk menjamin proses transaksi dan pencatatan berjalan sesuai aturan dan aman bagi semua pengguna Bitcoin. Kriptografi juga dipakai sebagai alat pengatur persediaan dan permintaan (supply and demand) dari nilai mata uang Bitcoin ini. Seluruh proses keuangan tersebut diatur oleh algoritma matematis dalam teknik kriptografi ini, dan itu terjadi secara otomatis sehingga tidak dibutuhkan pusat pengawasan dan pengontrolan untuk mata uang ini. Maka, tanpa dibutuhkannya pusat pengontrolan, Bitcoin bisa disebut mata uang terdesentralisasi. Artinya, tidak ada suatu orang, badan, dan/atau negara tertentu yang bertindak sebagai pengontrol mata uang ini.

Bitcoin sejak awal didesain oleh penciptanya karena untuk menghindari pengaruh politik dan monopoli bank. Oleh karena itu, jika berhubungan dengan pendirian jaringan finansial baru, atau institusi keuangan lainnya, Bitcoin tidak berpartner dengan bank yang ada atau mematuhi regulasi yang cukup kompleks tersebut.

Karena Bitcoin tidak memiliki keterbatasan sepert jaringan keuangan lain, para pengguna/pemilik Bitcoin tidak perlu meminta izin/bantuan untuk menciptakan layanan finansial berdasar Bitcoin. Ada banyak pro dan kontra yang diulas di berbagai media dari sejak diluncurkannya sistem ini. Namun, sebagai mata uang digital, Bitcoin memiliki fitur seperti berikut;

1. Keamanan

Secara prinsip, Bitcoin sama dengan uang. Bedanya, ini di dunia maya. Sama halnya ketika Anda memastikan rekening dan dompet Anda aman, pengguna Bitcoin perlu memastikan dompet Bitcoin (Bitcoin Wallet), tempat menyimpan bitcoin, juga aman. Anda disarankan untuk menggunakan cara-cara yang baik dan benar untuk melindungi Bitcoin Anda.

2. Tidak Stabil

Harga tiap satu Bitcoin bisa naik atau bisa turun secara tiba-tiba. Tidak dapat diprediksi. Hal itu disebabkan spekulasi pengguna Bitcoin itu sendiri. Seperti aset berisiko tinggi lainnya, Anda tidak direkomendasikan menyimpan dana cadangan untuk kondisi darurat dalam bentuk Bitcoin.

Baiklah sobat GoGo, ulasan berikutnya kita akan bahas fleksibilitas pembayaran dan identitas jika kita menggunakan Bitcoin ini. Stay tuned ya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama