Yuk, Coba Investasi di Deposito!

Bagi sebagian orang, deposito adalah hal asing. Padahal, deposito bisa memberikan bunga lebih. Risikonya pun tergolong kecil. Bagaimana sih sebenarnya berinvestasi di deposito? Mari kita lihat.

  1. Yuk coba investasi di deposito
  2. Grafik kentungan investasi deposito
  3. Grafik resiko investasi deposito
  4. Prosedur dalam berdeposito

Belakangan, deposito dilirik sebagai investasi yang menjanjikan. Selain memberikan bunga lebih, instrumen investasi ini memiliki risiko kecil. Malah, dengan tabungan deposito berjangka, Anda dapat menjaga nilai pokok uang yang Anda investasikan.

Mengapa? Imbal hasil deposito berbeda dengan saham dan obligasi. Ada kemungkinan nilai pokok dari kedua investasi tersebut berkurang. Nilai pokok obligasi bergantung dari pergerakan suku bunga. Ketika suku bunga bergerak naik, harga obligasi bergerak turun. Begitu juga dengan saham, yang bergantung pada kondisi pasar. Ketidakstabilan politik pun turut mempengaruhi harga saham: naik atau turun.

Berbeda halnya jika Anda memiliki deposito berjangka. Investasi Anda malah akan aman dari penurunan nilai pokok, walau suku bunga naik. Fluktuasi suku bunga bank hanya berpengaruh terhadap pendapatan bunga yang Anda terima, bukan pada penurunan atau kenaikan nilai pokok uang Anda. Membingungkan? Tidak usah bingung. Berikut adalah cara yang dapat Anda ikuti tentang untung-rugi berinvestasi di deposito.

1. Setoran Minimal

Jumlah minimal penyimpanan deposito akan lebih besar daripada setoran awal ketika Anda membuka rekening tabungan, yang dalam jumlah kecil (antara Rp. 50.000 - Rp. 500.000). Maka, sebaiknya Anda harus memiliki jumlah uang lebih besar. Masing-masing bank berbeda dalam praktiknya. Namun, untuk berdeposito, rata-rata Anda harus memberikan setoran minimal Rp. 5.000.000).

2. Jangka Waktu

Deposito memiliki jangka waktu. Ada yang 1 (satu), 3 (tiga), 6 (enam), atau 12 (dua belas) bulan. Bahkan, ada juga deposito dengan jangka waktu lebih cepat, yaitu 1-2 pekan. Nah, dengan jangka waktu tersebut, Anda tak bisa menambah jumlah deposito sesuka hati. Sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu ke pegawai bank yang bersangkutan.

3. Pencairan Dana

Dana deposito Anda ingin dicairkan? Ini hanya bisa dilakukan sebelum jatuh tempo. Dana deposito hanya bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Namun bila Anda berkeras ingin mencairkan deposito, Anda akan dikenakan penalti. Atau, bunga tak dibayarkan selama sebulan ke depan.

4. Bunga Deposito

Nah, ingin mencairkan imbal hasil? Bunga deposito lebih besar daripada bunga tabungan biasa, sehingga mumpuni dijadikan sarana investasi. Suku bunganya pun berbeda pada tiap bank. Semakin pendek jatuh temponya, bunga semakin rendah. Sebaliknya, semakin panjang jatuh temponya, suku bunganya pun semakin tinggi.

5. Risiko Rendah

Seperti kita tahu, bunga deposito cenderung lebih tinggi dari tabungan biasa. Namun bagaimana dengan risikonya? Deposito termasuk produk simpanan yang berisiko rendah kok.

Setelah Anda ketahui manajemen risiko dari investasi ini, deposito akan memberikan hasil terbaik bagi pilihan investasi Anda. Apa Anda sudah berani bermain dalam bisnis yang menguntungkan ini? Coba saja!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • zalfa

    masih ragu sih investasi di deposito, apalagi sejak kejadian bank yang ngga ganti rugi uang nasabahnya itu.
    mungkin Bank Indonesia perlu melindungi tiap nasabah bank agar terhindar kerugian seperti yang lalu

    Reply