Wajib Tahu Update Aturan BPJS Kesehatan!

Layanan kesehatan dari BPJS memiliki beberapa ketentuan yang belum diketahui banyak orang. Ketahui lebih dalam peraturannya di sini agar Anda tidak salah menggunakannya.

Kasus bayi Debora yang meninggal karena terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan mengundang simpati dari banyak pihak. Pasalnya, keterlambatan dikarenakan pihak keluarga kekurangan dana untuk membayar uang muka perawatan rumah sakit sehingga tidak mendapat tindakan medis yang cepat. Padahal, keluarga bayi Debora memiliki kartu BPJS Kesehatan.

Persoalan ini pun mendorong pemerintah menggodok aturan baru untuk meningkatkan pelayanan BPJS.

Berlaku Hanya di Rumah Sakit Rekanan

BPJS Kesehatan jadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan dengan dana yang sangat terjangkau. Sistem subsidi silang yang diberlakukan dinilai sangat menguntungkan banyak pihak.

Meski begitu, penerapan program BPJS Kesehatan belum merata di seluruh rumah sakit di Indonesia. Banyak rumah sakit swasta yang belum bekerja sama dalam program kesehatan pemerintah ini.

Dari data BPJS Watch, secara nasional ada sekitar 2.738 rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah dan swasta. Tetapi yang telah bermitra dengan BPJS Kesehatan baru 2.156 rumah sakit. Di Provinsi DKI Jakarta sendiri hanya 189 rumah sakit milik pemerintah dan 91 rumah sakit swasta yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Ada beberapa alasan yang membuat rumah sakit swasta mempertimbangkan kemitraan dengan BPJS kesehatan. Bukan dari segi kemanusian yang rendah, tetapi karena kebijakan finansial rumah sakitnya yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah.

Salah satunya, sistem pembayaran klaim dari pihak rumah sakit kepada BPJS Kesehatan membutuhkan waktu maksimal 15 hari kerja. Hal ini bisa mengganggu cash flow rumah sakit.

Dalam kasus Debora, RS Mitra Keluarga Kalideres masih belum bekerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan sehingga kartu BPJS Kesehatannya tidak berlaku. Kenyataan yang cukup miris memang.

Oleh karena itu, pihak Pemprov DKI Jakarta mengupayakan agar pada tahun 2019 seluruh rumah sakit swasta juga bermitra dengan BPJS Kesehatan. Salah satu usahanya dengan menerapkan Universal Health Coverage (UHC). UHC adalah sistem yang memastikan setiap warganya dapat memiliki akses yang adil terhadap pelayanan rumah sakitberkualitas dengan biaya terjangkau.

Masa Berlaku Kartu

Setelah mendaftar keanggotaan BPJS Kesehatan, kartu Anda tidak bisa langsung digunakan. Adawaktu tunggu untuk mengaktifkannya.

Hal ini terkait peraturan No.1 2015 BPJS Kesehatan yang menyatakan bahwa pembayaran iuran pertama paling cepat dapat dilakukan setelah 14 hari kalender virtual account diterima.

Artinya, kartu BPJS Kesehatan Anda baru berlaku setelah 14 hari dari waktu pendaftaran.

Aturan Baru Keanggotaan BPJS

Kini, pembayaran iuran BPJS Kesehatan menerapkan sistem baru dengan menyertakan keluarga sekaligus. Hal ini berlaku bagi peserta BPJS Kesehatan yang mendaftarkan diri secara perorangan, bukan melalui perusahaan).

Tujuannya adalah untuk memaksimalkan perlindungan bagi keluarga Anda. Jadi saat mendaftar BPJS Kesehatan, Anda akan diminta NIK (Nomer Induk Keluarga) yang otomatis menyertakan seluruh anggota keluarga dalam sistem pendaftaran.Nantinya, biaya yang ditagihkan adalah total keseluruhan dari jumlah anggota keluarga yang tercantum dalam KK.

Pembayaran iuran satu keluarga sekaligus ini tak hanya berlaku pada anggota baru BPJS Kesehatan, tapi juga anggota lama. Bagi anggota lama,Anda tak perlu repot mengurus ke kantor BPJS karena sistem ini berlaku otomatissaat Anda membayar iuran BPJS Kesehatan melalui ATM.

Bayi Belum Lahir Bisa Daftar

Bayi yang masih dalam kandungan juga sudah bisa disertakan dalam keanggotaan BPJS. Aturan ini belum banyak yang mengetahui perihal ini karena sosialiasinya belum maksimal.

Pendaftarannya bisa dilakukan dengan beberapa ketentuan,yakni bayi sudah terdeteksi denyut jantungnya dalam kandungan. Anda bisa menyertakan bukti dengan melampirkan surat keterangan dokter atau bidan yang bekerja pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes I) yang memiliki kerjasama dengan BPJS kesehatan.

Iuran pertama harus dibayarkan paling cepat setelah bayi dilahirkan dalam keadaan hidup, dan paling lambat 30 hari sejak Hari Perkiraan Lahir (HPL). Jaminan kesehatan ini hanya berlaku bagi bayi peserta BPJS Kesehatan jika iuran pertama sudah dibayarkan oleh orangtua.

Kenaikan Berkala Tarif BPJS

Selalu ada wacana mengenai iuran BPJS yang akan dinaikkan oleh pemerintah. Iuran BPJS Kesehatan sendiri sudah pernah dinaikkan pada tanggal 1 September 2016 yang lalu.

Meski demikian, pihak pemerintah ke depannya akan mengkaji perihal kenaikan iuran BPJS Kesehatan demi meningkatkan fasilitas pelayanan agar tidak terjadi lagi seperti kasus Debora.

Jadi jangan kaget kalau sewaktu-waktu pemerintah mengumumkan kenaikan harga iuran BPJS Kesehatan.

Besaran kenaikan iuran BPJS Kesehatan dibagi sesuai dengan kelasnya, sebagai berikut:

  • Kelas I: Rp80.000 dengan kenaikan Rp20.500 dari iuran sebelumnya Rp59.500.
  • Kelas II: Rp51 ribu, dari sebelumnya Rp42.500 (naik Rp8.500).
  • Kelas III: Rp25.500, tidak mengalami perubahan dari tarif iuran sebelumnya.

Jaminan Perlindungan Kesehatan Ekstra

Banyak masyarakat Indonesia yang menganggap kalau BPJS Kesehatan sudah cukup untuk memberikan proteksi kesehatan bagi mereka. Padahal asuransi kesehatan bisa melengkapi manfaat yang tidak dimiliki oleh BPJS Kesehatan seperti adanya santunan kematian, sistem double klaim, serta perawatan di luar negeri seperti yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan Simasnet Sehat Gold.

Simasnet Sehat Gold memberikan layanan perawatan darurat di luar negeri mulai dari Asia hingga Eropa. Metode klaim yang ditawarkan bisa cashless dan reimburse. Anda pun tak usah repot-repot melakukan medical check up saat mendaftar. Ditambah lagi, Anda akan mendapatkan perlindungan gratis asuransi kecelakaan diri senilai Rp100 juta.

Dengan memanfaatkan layanan dari asuransi kesehatan dan BPJS Kesehatan tersebut, maka Anda akan mendapatkan proteksi kesehatan yang maksimal.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama