Cara Mencairkan Dana BPJS, Cuma 2 Langkah!

Saat terdesak, dana dalam BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan untuk memenuhi kebutuhan darurat. Prosesnya tidak sulit, ikuti tahapan mudahnya di sini!

BPJS merupakan program asuransi dari pemerintah yang ditujukan untuk memakmurkan rakyatnya. BPJS terdiri dari dua jenis, yakni BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan.Kedua jenis BPJS ini memiliki manfaat yang berbeda.

Dana BPJS yang sudah dibayarkan setiap bulan pun bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu. Namun, dari kedua jenis BPJS ini, hanya ada satu yang dananya bisa dicairkan, yaitu BPJS ketenagakerjaan.

BPJS ketenagakerjaan berupa jaminan sosial ekonomi pada setiap pekerja Indonesia. Sedangkan, BPJS kesehatan adalah layanan kesehatan yang diperuntukkan bagi segala jenis kalangan masyarakat.

formulir bpjs

Dana BPJS yang Bisa Cair

BPJS kesehatan adalah jenis BPJS yang tidak bisa dicairkan. Meski rutin membayar iuranBPJS kesehatan per bulan,dana yang sudah dibayarkan tidak dapat kembali. Hal ini juga berlaku apabila Anda tidak pernah menggunakan layanannya.

Sebab, pada dasarnya, BPJS kesehatan memiliki konsep subsidi silang. Jadi, jika Anda tak pernah dirawat atau menggunakan layanan BPJS, maka dana yang Anda bayarkan setiap bulan akan digunakan sebagai bantuan membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lain yang sakit.

Lain halnya dengan BPJS ketenagakerjaan yang dananya bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu. Ada empat program BPJS ketenagakerjaan yakni, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKC).

Baca juga: Kredit Rumah Bunga Rendah dengan BPJS Ketenagakerjaan

Dari keempat program ini, yang bisa Anda cairkan dananya adalah JHT dan JP. Dengan catatan, dana JP akan diterima secara bertahap setiap bulannya saat Anda sudah memasuki masa pensiun (berusia 57 tahun), meninggal, atau mengalami cacat fisik.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2015 dan Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2015, per tanggal 1 September 2015, dana JHT bisa dicairkan saat Anda terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), berhenti bekerja, atau sudah menjadi peserta minimal selama 10 tahun.

Untuk jumlah dana JHT yang bisa dicairkan adalah 30% dari total dana BPJS ketenagakerjaan dengan syarat untuk keperluan kepemilikan rumah, 10% dari total dana BPJS untuk keperluan lainnya, dan 100% dari total dana BPJS dengan syarat sudah berhenti bekerja atau terkena PHK.

Tahapan Mencairkan Dana BPJS

Dana BPJS Cair

Bagi Anda yang ingin mencairkan dana JHT BPJS ketenagakerjaan, berikut ini 2 tahapan mudahnya.

1. Datang Langsung ke Kantor BPJS

Untuk pencairan dana BPJS 10%, dokumen yang dibutuhkan adalah membawa kartu BPJS ketenagakerjaan yang masih aktif disertaifotocopy-nya, Kartu Keluarga (KK) yang asli dan fotocopynya, e-KTP asli dan fotocopy-nya, surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan, dan buku rekening tabungan.

Untuk pencairan dana 30%, persyaratan dokumennya sama saja dengan pencairan dana 10%. Tetapi Anda perlu ditambahkan dokumen perumahan.

Sementara untuk pencairan dana 100%, Anda harus menyertakan surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan ( paklaring) atau akta penetapan PHK (bagi yang terkena PHK).

Baca juga: 3 Cara Mengenali Kartu BPJS Palsu

Setelah semua dokumen lengkap, Anda tinggal datang langsung ke kantor BPJS terdekat untuk mengisi formulir pengajuan klaim JHT.

Jika Anda mengajukan klaim 100%, maka Anda harus menandatangani surat pernyataan kalau saat ini Anda sedang tidak bekerja pada perusahaan manapun. Selanjutnya, serahkan formulir yang sudah diisi lengkap disertai dokumen kepada petugas BPJS. Lalu, tunggu antrean panggil untuk wawancara dan foto.

Setelah semua langkah tersebut sudah dilakukan, pihak BPJS akan mentransfer dana sejumlah yang dicairkan ke rekening bank Anda.

2. Cair Lewat Online

BPJS Online

Bagi Anda yang tak punya waktu untuk pergi ke kantor BPJS terdekat, pencairan dana BPJS ketenagakerjaan juga bisa melalui e-klaim. Prosesnya pun jauh lebih cepat dan efisien.

Untuk persyaratan dokumennya sama dengan syarat dokumen untuk pencairan dana BPJS secara offline, hanya saja dokumen-dokumen tersebut harus Anda scan terlebih dahulu agar bisa diupload.

Kalau dokumen sudah rapi di scan, Anda tinggal mengakses situs resmi untuk klaim BPJS ketenagakerjaan lalu isi data-data yang diperlukan.

Pastikan nomor BPJS ketenagakerjaan, nomor e-KTP, nama lengkap dan tanggal lahir sesuai dengan yang tertera di KTP, sertakan juga alasan klaim, nomor ponsel, dan alamat email yang aktif. Usahakan semua kolom dalam formulir Anda isi dengan tepat.

Baca juga: Aturan Pencairan JHT Lewat Online

Berikutnya, Anda akan menerima kode PIN yang dikirim lewat SMS atau email untuk melanjutkan proses mengisi kelengkapan formulir lanjutan.

Jangan lupa untuk mengunggah dokumen-dokumen yang sudah Anda scan dalam format JPEG atau PDF.

Untuk pencairan melalui online,Anda harus menunggu 1x24 jam dalam memperoleh persetujuan dari kantor cabang BPJS yang Anda pilih.

Jika proses pencairan dana sudah disetujui, Anda akan diminta datang ke kantor cabang BPJS dengan membawa persyaratan dokumen yang sudah disebutkan di atas untuk proses validasi.

Tak perlu mengantri panjang, langsung saja ambil jalur fast track yang hanya diperuntukkan untuk e-Klaim. Kini dana JHT BPJS ketenagakerjaan Anda bisa cair dalam waktu 5-7 hari kerja.

Semoga informasi di atas bisa memperjelas Anda saat ingin mengajukan klaim dana BPJS.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama